Kamis, 09 Agustus 2012

Guru Profesional Perspektif Siswa Indonesia


Penerbit : AM Publishing
Cetakan : Juni 2012
Tebal : 226 hlm

Istilah guru menurut KBBI adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Namun sebenarnya, istilah guru bermakna luas yaitu siapa saja yang berhasil menularkan ilmu kepada orang lain sehingga bermanfaat. Jika menilik hanya pada pengertian dari KBBI, semestinya kesejahteraan guru tak perlu diragukan karena profesi mengajar punya tingkat kesulitan cukup tinggi. Dia harus berpengetahuan lebih terhadap suatu bidang dan mampu mengkomunikasikan pengetahuan tersebut secara gamblang ke orang lain. Faktanya, profesi dengan tingkat kesulitan cukup tinggi ini dihargai beberapa rupiah saja, kalah dengan penghasilan para pegawai swasta yang sudah pasti lahir dari tangan guru.


Tidak heran kemudian banyak kasus guru mangkir dari jadwal mengajar, penyampaian materi yang tidak tepat sasaran sampai korupsi uang buku. Semakin lama semakin sulit ditemukan sosok guru berdedikasi. Mereka lebih berkonsentrasi pada jumlah jam mengajar dibanding hak anak didik menerima materi sejelas-jelasnya. Pengertian guru profesional pun rancu, apakah mereka yang punya jam mengajar lebih banyak ataukah yang sedikit namun bisa membuat anak didik cepat paham?


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menangkap polemik ini dan menyajikan solusinya dalam perspektif siswa. Siswa adalah penerima manfaat langsung dari upaya peningkatan profesionalitas guru. Lima puluh karya terbaik dari 370 karya peserta Lomba Menulis Inspiratif "Jika Aku Menjadi Guru Profesional" tersaji dalam buku ini. Beragam pemikiran cerdas muncul. Misal tulisan karya Evi Sofia Inayati, dia mengibaratkan guru profesional harus seperti Facebook, memiliki fitur Home, Update Status, Add As Friend, Like & Comment. Penjelasan masing-masing akan membuat pembaca kagum karena tak pernah terpikir facebook ada hubungannya dengan keprofesionalitasan mengajar. Layak jika dia memenangi Lomba Menulis Inspiratif 2012.


Simak juga penuturan Anninda Mughniy Rahayu tentang Alex Lasi, guru di Kupang yang harus menempuh perjalanan 12 km menuju sekolah menggunakan alat transportasi seadanya. Serta cerita tentang Mahfud Aly, seorang guru dengan semangat mengajar super mampu memotivasi anak didik hingga bersemangat untuk belajar. Mungkin terkesan subyektif karena dua contoh guru tersebut kurang dikenal banyak orang. Tapi contoh mendetail seperti itu malah lebih memudahkan pembaca mencari sosok guru profesional menurut siswa.


Di bagian depan dan akhir juga terdapat esai dari petinggi Universitas Muhammadiyah, mereka memberi gambaran guru profesional dengan versi masing-masing. Cocok digunakan sebagai buku panduan bagi para pengajar yang sedang menemui kesulitan bagaimana menjadi idaman siswa. Semoga hadirnya buku ini bisa memunculkan guru-guru profesional yang akan mencetak generasi cemerlang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar