Kamis, 10 Oktober 2019

SEGO BORAN, KULINER KHAS LAMONGAN WAJIB COBA

Jalan-jalan ke Lamongan tak lengkap kalau belum icip Sego Boran. Boran bukan nama lauk atau sayur ya. Tapi tempat nasi yang dipakai penjual. Seperti ini bentuknya

boran

Biasanya Boran digendong di punggung dan diikat kain gendongan. Lalu para penjual naik becak menuju lokasi berjualan. Kalian dapat dengan mudah menemukan kuliner ini di sekitar alun-alun Lamongan. Search via Google Map pun bisa. Ada yang mulai menggelar dagangan sejak pagi  pukul 06.00-12.00, ada pula yang mulai berjualan pukul 12.00 sampai habis. 

Ciri khas Sego Boran ada pada bumbu sambalnya. Ketika bertanya pada salah satu penjual apa racikan bumbunya, beliau menjawab bumbu jangkep artinya dibutuhkan cabai merah, tomat, santan, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, laos, jahe, daun salam, daun jeruk untuk mengolah. Selain menyiapkan bumbu sambal boran, para penjual juga harus memasak aneka lauk sebagai pendamping.

lauk pendamping sego boran



Ada rempela hati ayam, bandeng, usus, tempe goreng, dan lain-lain. Untuk satu porsi dihargai 10-25 ribu tergantung lauk yang dipilih. Lauk lain yang tidak ditemukan di makanan lainnya adalah ikan Sili yang harganya lebih mahal. Ikan Sili adalah ikan khas air tawar yang hanya bisa ditemukan hidup liar di rawa atau sungai dan belum bisa dikembangkan secara massal. 

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Muhammad Zamroni dikutip dari DetikFood.com data yang ada lebih dari 200 penjual nasi boran beroperasi di Lamongan. Mereka secara turun temurun membuat dan menjajakan nasi boran. 

sambel boran
Sego Boran cocok dimakan di siang atau sore hari, bersanding dengan es teh akan sangat nikmat. Lauk favorit saya, hati ampela. O iya pendamping sego boran juga urap-urap, rempeyek dan gimbal empuk. Gimbal empuk adalah panganan yang terbuat dari tepung terigu. Rasanya mirip cakue. 


Kuliner Sego Boran hanya bisa kalian temui di Lamongan dengan konsep lesehan ala Malioboro Jogja memberi kesan santai dan tradisional. 

Satu info tambahan yang perlu kalian tahu, dalam cerita sejarahnya boran sebenarnya bukan untuk mengangkut nasi, tapi alat yang berguna sebagai timba untuk mengangkut tanah dan membuat galangan di sawah. Dulunya, daerah Lamongan masih memiliki keterbatasan dan belum mempunyai alat pembawa nasi. Maka dipakailah keranjang dari besek bambu ini. 

Sego Boran rencananya akan dipatenkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan sebagai kekayaan budaya Kabupaten Lamongan. Bahkan kuliner ini sudah ada versi tariannya yaitu Tari Boran yang menggambarkan perjuangan hidup para penjual Nasi Boran. Terinspirasi dari aktivitas penjual nasi Boran, baik dalam menyiapkan makanan hingga menyerahkannya pada pembeli.

Kutunggu kedatanganmu di Lamongan ya, jangan lupa menikmati Sego Boran.


4 komentar:

  1. Kalau aku suka pakai telur asin mbak kalau beli nasi boran...hehe...

    BalasHapus
  2. Gampang banget nyari penjual nasi boran di Lamkot, berjejer2 bahkan kadang cuma berjarak 5 smp 10meter. Aku suka pake lauk ati ampela.. mantep deh

    BalasHapus
  3. Aku pilih ikan gabus alias ikan kotok, dagingnya gurih dan legit, banyak gizinya. Disiram sambal pedas, maknyusss :)

    BalasHapus
  4. Jangan ngaku orang Lamongan kalau belum pernah makan sego Boran

    BalasHapus