Selasa, 21 Januari 2020

BICARA SOAL PENGELUARAN YANG NGGAK HABIS-HABIS

Saya masih ingat ilmu yang didapat saat ikut talkshow bersama Dipa Andika, beliau sering menyebut tentang Latte Factor. Saya pikir itu ilmu baru. Ternyata saya yang telat tahu. Istilah Latte Factor dipopulerkan oleh David Bach dengan buku berjudul sama. Mungkin minggu ini saya berencana mencari bukunya di perpustakaan. Semoga ada dalam bentuk terjemahnya.

Latte Factor adalah pengeluaran-pengeluaran kecil yang sering sehingga jadi banyak. Contohnya

1. Biaya ngopi di kafe atau resto kekinian. 

Jika sekali sebulan bisa dipahami untuk refreshing atau me time. Tapi jika anda pekerja kantor dengan gaji tepat atau lebih sedikit di atas UMR lebih baik bawa bekal ke kantor atau cari makan di warung. Porsi makanan dan minuman di tempat makan kekinian didesain cantik sehingga porsinya sering kurang membuat kenyang. Selain itu membawa bekal sendiri otomatis menjaga bumi dari sampah kan? Hehehe

2. Biaya parkir

Saya belajar dari talkshow Dipa Andika bahwa sebelum pergi rencanakan kegiatan kita apa saja sedetail mungkin. Jangan sampai ketika di rumah ingat ada yang ketinggalan dikerjakan jadi balik dan mengeluarkan biaya parkir dan biaya bensin lagi. Kalau berulang, biaya lumayan besar tentu akan keluar dari kantong kita. 

3. Biaya admin 

Untuk pebisnis online pilih bank yang sekiranya banyak orang pakai, supaya ketika transfer ke supplier kita tidak keluar biaya admin berkali-kali karena beda bank. Uang 6500 dikali 10 sudah 65.000. Bayangkan jika dalam sebulan ada 20 kali transaksi dengan supplier berarti ongkos admin sudah 130.000. Jadi menurut saya, jika serius berbisnis lebih baik memiliki maksimal 2 rekening bank yang banyak dipakai orang. Begitupun ketika kita adalah buyer, cari tau aplikasi-aplikasi yang bisa menekan biaya transfer seperti OVO, Flip, Jenius. 

4. Diskon E-commerce

Hayooo siapa yang suka jajan hanya karena sayang liat voucher nganggur. Justru memang itulah tujuan E-commerce kasih voucher, mengalirkan uang. Berburu diskon boleh hanya saja sebaiknya kita punya prioritas mana barang yang benar-benar kita butuhkan. Agar tidak mubazir lalu ujungnya penyesalan nggak bisa nabung.

Untuk itu, saya ingin belajar lebih lanjut tentang jenis-jenis investasi tabungan masa depan. Menahan diri dari membeli barang-barang kurang penting. 

Selasa, 14 Januari 2020

Hmm TERNYATA JADWAL LEPAS GIPS DIUNDUR | BUNDA CEKATAN MINGGU KEEMPAT

Senin lalu, 13 Januari 2020 kami pergi kontrol gips adek dengan harapan besar bisa langsung dilepas. Kami menuju poli radiologi terlebih dahulu untuk mengambil gambar struktur tulang terbaru. Selesai hasil rontgen keluar masih pukul 16.30 kami ke poli Ortopedi menemui dokter. Saya pikir akan menunggu, karena dokter biasanya praktek jam 5 sore. 

Ternyata setelah bayar, nama adek langsung dipanggil. Keberuntungan kami dokter ada di RS lebih awal dan kami dapat nomor satu. Dokter membaca hasil rontgen dengan berbinar. Beliau bilang kalus di sekitar tulang adek yang bengkok telah tumbuh banyak sehingga membantu mempercepat proses lurusnya tulang. Tapi beliau akhirnya berkata proses lepas gips bisa dilakukan 2 minggu lagi hiks. Padahal adek sudah tidak sabar ingin berenang hehe sabar ya dek.

Pekan ini waktunya bunda cekatan minggu keempat, kami diminta menggambar mind mapping tentang ilmu yang ingin kami fokuskan. Sejujurnya saya lemah soal menggambar jadi saya coba jelaskan lewat poin-poin, lain kali saya tumpahkan idenya lewat gambar.

1. Leadership
    1.1 Manajemen waktu
          - membuat to do list
   - memasang alarm waktu di setiap pergantian kegiatan
          - disiplin mengurangi time bandit seperti scrolling medsos tanpa tujuan

     1.2 Manajemen Emosi
           - menetapkan waktu istirahat
           - mencari referensi buku manajemen emosi
            - sesekali menjadwalkan rekreasi bersama keluarga

    1.3 Kemampuan berkomunikasi
          - menonton YouTube supaya ada inspirasi dari para vlogger tentang cara berkomunikasi yang menarik.
          - membaca buku tentang komunikasi
          - praktek mendongeng lebih sering ke anak

2. Perencanaan keuangan
   - mempelajari bentuk-bentuk investasi untuk masa depan, saat ini sudah menabung dalam bentuk beberapa logam mulia.
  - mencatat pemasukan dan pengeluaran lebih rajin
  - mengikuti workshop atau membaca buku tentang pengalaman financial planner

3. Memasak
    - menonton YouTube atau googling soal resep masakan
        - ikut cooking class
        - memperbanyak praktek

Kurang lebih seperti itulah mind mapping belajar ala saya. Semoga bisa istiqomah dalam pelaksanaannya. Jika dalam perjalanan melakukan apa yang disebutkan dalam mind mapping ada cara baru, saya akan fleksibel mengubah yang perlu.

Minggu, 12 Januari 2020

PERPUSTAKAAN BAWAH TANAH MASJID AGUNG SURABAYA

Hallo pecinta buku!

Sudah lama tidak menyapa dengan postingan tentang resensi buku dan review perpustakaan di berbagai daerah. Kalau kalian main ke Surabaya, jangan lupa mampir ke Masjid Agung Surabaya terutama untuk kalian yang muslim. Masjid Nasional Al Akbar (atau biasa disebut Masjid Agung Surabaya) ialah masjid terbesar kedua di Indonesia yang berlokasi di Kota SurabayaJawa Timur setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Posisi masjid ini berada di samping Jalan Tol Surabaya-Porong. Ciri yang mudah dilihat adalah kubahnya yang besar didampingi 4 kubah kecil yang berwarna biru. Serta memiliki satu menara yang tingginya 99 meter.


Masjid Agung Surabaya

Masjid ini selesai dibangun pada tahun 2000, diresmikan oleh KH. Abdurrahman Wahid. Namun, pembangunannya sudah berlangsung sejak 1995, sempat berhenti karena krisis moneter dan berlanjut di tahun 1999. Masjid Agung Surabaya mampu menampung  59.000 jamaah. Jika ingin melihat indahnya kota Surabaya dari atas, kalian bisa naik menara dengan lift yang dapat memuat sekitar 30 orang. 


Fasilitas masjid ini tidak hanya seputar peribadatan saja. Berputar di sekitar area masjid kalian akan menemukan TK dan PAUD yayasan Masjid Al-Akbar. Hall yang terletak di lantai dua masjid bisa digunakan untuk resepsi atau acara lain. Sebelah TK ada tangga menuju lantai dasar. Saya menyebutnya bawah tanah karena letaknya berada di bawah masjid. Ada poliklinik dengan bermacam spesialis bidang : dokter gigi, dokter umum, bekam maupun ruqyah. 

Lalu terdapat radio SAS FM, kantin, dan tentu saja perpustakaan. 



Tertulis Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin. Foto terlihat gelap karena seperti saya bilang di awal perpustakaan ini ada di basement atau lantai dasar. Buka hari Senin- Jumat pukul 08.00-14.00 sementara Sabtu buka pukul 08.00-12.00. Bagian depan terdapat rak sepatu yang aman untuk tempat alas kaki kalian. 

Saat masuk kita wajib mengisi daftar hadir digital seperti ini


Katalog online juga tersedia, ada beberapa komputer digunakan mengecek katalog online. Sayang, waktu saya ke sana fitur katalog online sedang tidak bisa jadi saya belum mencoba. 

Komputer Katalog Online

Terdapat etalase untuk memajang buku. Saya tidak yakin apakah buku-buku tersebut dijual atau hanya digunakan sebagai "pagar" dari ruang registrasi ke rak buku. Tidak ada petugas berjaga di meja registrasi yang bisa ditanya. Mungkin karena itu hari Sabtu, pengunjung tidak seberapa ramai. 


Etalase Buku
Ciri khas keislaman terasa sekali saat melihat dinding perpustakaan. Dipasang beberapa kaligrafi indah mengingatkan pengunjung masih berada dalam kawasan Masjid Agung Surabaya. 

Kaligrafi
Koleksi buku cukup bervariasi. Tidak hanya seputar buku Islam tapi ada buku pengetahuan umum. Untuk novel mayoritas berlatar Islam atau penulis muslim seperti The Girls From Riyadh, Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-ayat Cinta, dll. 


Koleksi Buku Perpustakaan Masjid Agung Surabaya

Ruang bacanya nyaman dan kita bisa memilih ruang baca privat dengan sekat atau ruang baca lesehan untuk berdiskusi.


Area Baca Privat
Untuk kalian yang membawa anak, tenang saja perpustakaan ini ramah anak kok. Tersedia ruang baca luas dengan koleksi bacaan Islam berkualitas dari usia balita hingga remaja. Area baca ruang anak lesehan, ibu dan anak bisa nyaman. 


Tempat membaca ruang anak

Ruang Baca Anak



Beberapa hal yang mesti teman-teman perhatikan jika akan berkunjung ke perpustakaan Masjid Al-Akbar dihimbau untuk memakai busana muslim, jangan membawa makanan dan minuman, tidak usah membawa tas yang terlalu besar karena nanti masuk loker. Saya bisa bilang perpustakaan Masjid
Al-Akbar adalah alternatif mengajak anak liburan selain naik menara.

Selasa, 07 Januari 2020

ADEK MULAI BOSAN PAKAI GIPS 😄 | MINGGU KETIGA BUNDA CEKATAN

6 Januari 2020

Minggu ketiga gips terpasang di tangan adek. Dia mulai bosan memakainya. Berkali-kali pertanyaan meluncur dari mulut kecil itu... 

"Kapan ya buk tangannya adek dibuka?"
"Kapan kita berenang?"
"Kapan buk tangannya adek sembuh?"

🧕"Sabar ya dek, insya Allah minggu depan kita lepas, minggu depan adek difoto untuk lihat keadaan tangan adek." 

Mata adik berbinar. Minggu ini juga merupakan jadwal materi ketiga bunda cekatan karena minggu lalu libur. Kami diminta fokus tentang ilmu apa yang akan kami pelajari terkait materi minggu lalu.

Kalau ditanya tujuan belajar atau why ya sebenarnya sudah dijelaskan di minggu lalu bahwa hal tersebut penting dan mendesak. Seperti memasak karena ingin membuat camilan lezat spesial untuk keluarga. Manajemen self healing karena sekarang saya berkecimpung di banyak organisasi, manajemen waktu karena saya suka berjualan online juga menulis di blog sehingga jika tidak ada manajemen waktu kebablasan online sementara tugas lain mundur jadwalnya.

Perencanaan keuangan keluarga karena saya ingin punya lebih banyak tabungan untuk masa depan jadi harus memisah antara uang keuntungan jualan dan uang belanja keluarga.

Manajemen komunikasi karena saya ingin memperbaiki cara mendongeng ke anak-anak sekaligus bekal berorganisasi juga jualan online. Nah! Saya berpikir ilmu leadership akan mencakup
1. Manajemen waktu
2. Manajemen self healing atau manajemen emosi
3.  Kemampuan berkomunikasi

sementara untuk perencanaan keuangan dan memasak ada ilmu tersendiri. Walau ada sebagian buku yang membahas perencanaan keuangan bagian dari Leadership perusahaan.

Saat ini zaman makin canggih, sumber ilmu didapat dari mana saja bisa internet, buku, YouTube, ikut berbagai macam pelatihan atau workshop.

Untuk gaya belajar, saya tipe audio kinestetik. Jadi suka mendengar sambil mencatat. Makanya saya suka belajar dari YouTube hehehe karena akan lebih mudah bagi saya memahami.

Kesimpulannya, tiga ilmu ini yang ingin saya fokuskan. Leadership cakupannya memang luas tapi saya merasa butuh terkait komunikasi, manajemen waktu, dan manajemen emosi.

Perencanaan keuangan untuk bisnis dan keluarga sementara memasak untuk kesehatan anak-anak. Bismillah semoga dilancarkan mempelajari ketiganya. 

Sabtu, 04 Januari 2020

DARI FREEPORT UNTUK PAPUA




Akhir-akhir ini saya suka menonton web series berjudul Harap Senja di Tembagapura. Bercerita tentang gadis bernama Senja yang belum pernah pergi jauh tapi harus ke Tembagapura, Papua demi penelitiannya. Dalam perjalanan ia menemukan arti gelang tembaga pemberian sang ayah yang telah meninggal. Tembaga, walau kalah pamor dengan emas maupun perak ternyata keberadaannya sangat penting. Dalam alat elektronik contohnya, satu juta perangkat selular membutuhkan 14 kg emas, 350 kg perak dan 15 kg tembaga.

Guna Tembaga dalam Kehidupan

PT. Freeport Indonesia hadir sebagai pengelola dan pemasok logam utama di dunia. Telah lebih dari setengah abad mengeksplorasi, menambang, dan mengolah batuan logam di dataran tinggi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua melalui teknik penambangan terbuka ataupun bawah tanah. Dari tiga kandungan mineral berharga, tembaga adalah sumber kehidupan. Nama Tembagapura menghiasi kota pusat operasi perusahaan ini sebagai bentuk terimakasih dan pengingat.

Sejak 1967, PT. Freeport Indonesia menjadi bagian Indonesia khususnya Papua dan Timika. Puluhan ribu insan dari Sabang sampai Merauke telah menjadi keluarga besar Freeport Indonesia. Pengembangan karyawan adalah fokus dan prioritas. Putra putri daerah Papua ditempatkan di posisi fungsi strategis. Pendidikan di Institut Pertambangan Nemangkawi, program beasiswa AMINEF, dan program Magister ITB adalah bukti sumbangsih bagi negeri dalam mengembangkan karyawan dan membangun putra putri Papua.

KONTRIBUSI FREEPORT UNTUK MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN

Rumah Sakit Waa Banti dibangun PT. Freeport Indonesia tahun 2002 dengan fasilitas lengkap rontgen, laboratorium, ruang gawat darurat, ruang rawat inap dan rawat jalan tentunya. Rumah sakit tersebut melayani pasien tujuh suku dan dilayani secara GRATIS.

Program-program kesehatan yang telah dijalankan antara lain kesehatan ibu dan anak, penanggulangan penyakit HIV dan TBC, mengajarkan perilaku hidup bersih, melakukan penanganan balita dengan kurang gizi.

Dibangun juga klinik pengendalian penyakit tuberculosis, untuk membantu pemerintah mengendalikan kasus TB di Mimika. Strategi pengendalian pasien TB di Timika adalah dengan mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah untuk menjaring atau mendapatkan pasien sedini mungkin agar tidak terjadi komplikasi.

Freeport dan Penyuluhan TB di Mimika

PT. Freeport Indonesia juga memberikan sosialisasi tentang bahaya penularan HIV/AIDS. Pro aktif bersama pemerintah dan mitra melakukan pelayanan penanggulangan HIV dan AIDS.

KONTRIBUSI FREEPORT BIDANG PENGEMBANGAN EKONOMI 

Pembinaan petani kopi

Ekonomi berbasis potensi lokal ciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
PT. Freeport Indonesia bersama mitra kembangkan perkebunan kakao di lebih dari lima belas desa sasaran. Disiapkan tempat pelatihan, pembibitan. Pembinaan petani langsung di lapangan, kemudian apa yang nanti dihasilkan langsung ditampung untuk dibantu dijualkan atau diolah. Ada lebih dari 300 petani binaan di perkebunan kakao. Lebih dari 50% adalah masyarakat asli Papua.

Hasil Perkebunan Masyarakat Papua

KONTRIBUSI FREEPORT BIDANG LINGKUNGAN

PT. Freeport Indonesia beroperasi di wilayah paling timur dengan kondisi wilayah pegunungan terjal, curah hujan tinggi dan infrastruktur terbatas membuat kegiatan tambang tembaga menjadi menantang namun PT. Freeport Indonesia tetap berkomitmen menjaga lingkungan sejak pertama beroperasi. Perusahaan ini akhirnya mengeluarkan rencana operasi penambangan yang berfokus pada dampak lingkungan jangka panjang dengan mendengar masukan dari berbagai pakar termasuk organisasi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok lingkungan dari berbagai dunia

Lokasi pertambangan yang berada 3800 m di atas permukaan laut sehingga cukup sulit mendapatkan tanaman untuk program reklamasi, tidak kehabisan akal seluruh kebutuhan tanaman yang dipakai proses reklamasi dikoleksi dari kawasan sekitar.

Dalam proses reklamasi PT. Freeport Indonesia melibatkan kontraktor lokal untuk ikut bertujuan agar masyarakat aktif dalam upaya pemulihan lingkungan sehingga saat penambangan selesai masyarakat meneruskan upaya-upaya pengolahan lingkungan dengan dana yang telah disiapkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Selain membangun tanggul barat dan timur untuk proses tailing, PT. Freeport Indonesia menguji lebih dari 15.000 sampel air, tanah, dan ikan setiap tahun untuk memastikan lingkungan tetap dalam kondisi baik.

Proses pembibitan tanaman



Selasa, 24 Desember 2019

Bunda Cekatan Minggu Kedua, Jadwal Kontrol Gips Adek

Mulai pekan kedua kelas Bunda Cekatan bertepatan jadwal kontrol gips adek. Para bunda diminta memetakan mana ketrampilan penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting - tidak mendesak, tidak penting - mendesak dari tugas telur pekan pertama. 

Tanggal 23 Desember adalah jadwal kontrol si bungsu. Alhamdulillah kondisi gips baik. Dokter bilang saya sudah bisa menghentikan pemberian konsumsi pereda nyeri pada si bungsu. Keluhan adek hanya sesekali bagian dalam gipsnya terasa gatal dan minta dicopot. Namun, bisa diatasi dengan menepuk lembut bagian gatal. 

Semoga dua minggu lagi gips sudah bisa dilepas. Ada hal menarik yang dipelajari kakak dan adek saat menunggu dokter. Mereka menyaksikan video jenis-jenis code di rumah sakit, code red untuk tanda kebakaran, code blue untuk tanda ada pasien atau pengunjung henti napas, code pink jika terjadi kejahatan atau penculikan bayi. Mereka terus ingat sampai di rumah. Selain itu, hal menarik buat mereka di RS adalah adanya mesin minuman yang bisa dicoba serta Dunkin Donuts. Sebab di Lamongan sudah tidak ada Dunkin hihihi. 

Adek menonton video
macam-macam code di rumah sakit

Jadwal praktek dokter jam 17.00, kami dapat urutan ke 12. Jam 18.30 kami masuk ruangan dokter. Ternyata saya lupa, saat itu pula adalah jadwal saya memberikan training pada beauty community pebisnis online yang saya berkecimpung di dalamnya. Maka saya merasa klasifikasi ketrampilan ala saya adalah sebagai berikut

Selanjutnya, fokus ke ketrampilan yang penting dan mendesak. 

1. MEMASAK

Pekan lalu saya meletakkan memasak sebagai hal yang saya tidak bisa dan saya tidak suka 😄 kenapa tidak suka, karena memasak salah satu tugas domestik berantai mulai belanja, persiapan memasak, hingga mencuci semua peralatan dapur yang telah terpakai. Padahal proses masaknya menyenangkan. 

Tapi saya merasa perlu mengupgrade ketrampilan memasak agar customer VIP yaitu anak dan suami nyaman dan merindukan sentuhan tangan saya lewat makanan ketika berada jauh dari rumah. 



2. MENCATAT  PENGELUARAN KELUARGA

Berhubungan dengan hal yang saya suka dan bisa yaitu travelling, berjualan online serta silaturahim. Saya merasa perlu memiliki keahlian mencatat pemasukan dan pengeluaran keluarga. Istilah kerennya perencanaan keuangan. Dengan perencanaan keuangan yang baik, saya berharap dana bisnis online terpisah dana keluarga. Lalu saya berencana memfoto semua bon atau struk belanja sebagai evaluasi bulanan, pos pengeluaran apa yang paling banyak. Kalau bisa dihemat, tentunya dana travelling maupun dana beli oleh-oleh untuk silaturahim bisa lebih besar. 

3. MANAJEMEN WAKTU

Tidak sadar, kadang menghasilkan uang lewat bisnis online membuat waktu mengerjakan tugas domestik menjadi mundur dari yang seharusnya. Oleh karena itu, ketrampilan manajemen waktu penting dan mendesak untuk saya. Merasa perlu membuat to do list. Bersyukur pernah mempelajarinya di kelas matrikulasi dan bunda sayang. 

4. KEMAMPUAN SELF HEALING

Menjalani peran sebagai anggota berbagai komunitas sekaligus, membuat saya harus memiliki ketrampilan self healing. 

Pasti ada waktunya berbeda pendapat dengan anggota lain. Tentu saja karena tiap kepala punya latar belakang berbeda, pengalaman hidup berbeda di mana sudut pandang pemikirannya juga berbeda. Saat baper karena selisih paham ini jangan dibawa berlarut-larut apalagi keluarga sampai tau kita sedih. Nantinya malah kita tidak diijinkan berkomunitas lagi. 

Self healing ala saya adalah pergi ke dapur, buat es kopi sambil menikmati keripik kentang rasa keju lalu inhale exhale napas sejenak. 

5. KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI

Saya merasa perlu memiliki kemampuan komunikasi karena berhubungan dengan nomer 4. Dalam berkomunitas yang bahagia, komunikasi antar anggota penting untuk saling mengenal, saling berempati, mempromosikan komunitas pada orang luar. 

Selain itu, berhubungan pula dengan kegiatan yang saya suka dan saya bisa yaitu mendongeng untuk anak serta menulis jurnal. Sepertinya sepele, tapi karena anak-anak suka didongengi saya ingin mengupgrade kemampuan berkomunikasi secara verbal dan tulisan. 

Bagaimana dengan kamu? 

Selasa, 17 Desember 2019

PENGALAMAN ANAK DI GIPS

Tanggal 10 Desember adalah hari bersejarah untuk saya. Selain, minggu pertama bunda cekatan. Ada kecelakaan yang menyebabkan tangan kanan si bungsu bengkok. Bertepatan pula kakak menghadapi UAS serta sempat demam dua hari. 

Saya dituntut berpikir cepat dalam tindakan karena ada tugas liputan blogger juga di hari Sabtu dan Minggunya. Disepakati berbagi tugas dengan suami, saya bersama Rizwan ke Surabaya. Sementara suami dan kakaknya di Lamongan menyelesaikan UAS. 

Kenapa membawa ke Surabaya? Bungsu sudah coba pijat dua kali di Lamongan ternyata belum jodoh sembuh kata orang Jawa. Jadi sekalian saya bisa menyelesaikan tugas, juga mengobatkan Rizwan ke dokter. 

dr. Mouly Edward yang praktek spesialis Orthopedi jadi pilihan kami. Track recordnya bagus dan ramah dengan anak-anak. Tanggal 17 Desember, bungsu akhirnya di gips. O iya kalau ada yang tanya kecelakaannya bagaimana, begini ceritanya sehari sebelum kecelakaan yaitu tanggal 9 Desember 2019 sebenarnya bungsu diare. Pertolongan pertama saya beri oralit dan stop jajan manis-manis. Esoknya, saya ke apotik membeli obat sementara bungsu di rumah bersama ayahnya. Rumah kami terasnya ada tangga, di tengah ada ubin landai untuk menaikkan motor. Ketika memakai sandal di bagian ubin dia terpeleset. Tangannya menahan beban tubuh. Sehingga sampai bengkok tulang tangannya. 

Di playground RSI Jemur
Bungsu menjalani puasa dari jam 8 pagi karena jam 3 pemasangan gips berlangsung. Sebelum bius tidur, ada rangkaian medical check up yaitu tes darah dan rontgen dada. 

Bungsu di ruang tindakan

Kami mendapat kamar di Melati berisi 6 pasien tapi cukup nyaman untuk anak-anak, ada sekat tiap tempat tidur, ruangan ber AC, dua kamar mandi, serta makanan yang enak hehehe. Petugas-petugasnya juga ramah anak. Ketika menunggu dokter spesialis pun kami masih sempat berjalan-jalan karena dia bosan. 

Bungsu jalan-jalan
sekitar rumah sakit

Jadwal molor dari semula, dokter terjebak macet akhirnya pemasangan gips dilaksanakan pukul 17.00 sampai pukul 19.00. Saya diminta masuk ruang pulih sadar selepas Isya dan bungsu dipindahkan ke kamar. Kalimat yang terlontar pertama adalah "Mau donat" Hahaha karena lapar puasa dari pagi. Pelan-pelan saya suap air minum dulu kemudian makan menu yang telah disiapkan rumah sakit. Besok, 18 Desember 2019 adalah jadwal pulang. Selanjutnya kami boleh rawat jalan, mungkin akan butuh bantuan fisioterapis juga.

Dalam kelas bunda Cekatan kami diminta memetakan hal-hal yang disuka dan bisa, disuka tapi tidak bisa, tidak disuka dan tidak bisa, tidak disuka tapi bisa. Saya berpikir inilah hal-hal tersebut

Mari fokus ke hal-hal yang saya bisa dan saya suka

1. Silaturahim

Setelah berkeluarga, sesekali rindu berkumpul bersama keluarga besar, teman-teman sekolah, teman-teman sekolah. Rasanya bahagia kalau sudah saling bertukar cerita apalagi ditemani camilan yang enak-enak hihihi.

2. Travelling bersama Keluarga

Agenda tahunan keluarga termasuk di dalamnya ibu dan adek-adek saya adalah berwisata bersama. Tak perlu mahal, yang penting bisa melepas penat sekaligus membangun bonding. Masih ada kaitannya dengan silaturahim ya sebenarnya. Tapi kalau silaturahim identik dengan kita berkunjung ke rumah mereka. Sementara travelling biasanya kami mendapat pengalaman baru karena mengunjungi tempat-tempat baru pula. Anak-anak pun dapat bahan cerita untuk proyek menulis mereka.

3. Menulis Jurnal

Hadirnya blog ini karena saya suka menulis jurnal sejak SMP, dulu menulis di buku harian yang kertasnya berwarna-warni. Kemudian kenal platform blog sehingga saya bisa menuangkan ide-ide.

4. Jualan Online

Selepas kuliah saya sudah diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta milik asing. Rasanya menyenangkan memiliki penghasilan sendiri. Tapi karena kewajiban sebagai ibu dan istri, saya merelakan resign dari kantor dan dengan bahagia menjalani peran baru. Ingin tetap berpenghasilan dari rumah, saya meminta ijin suami berbisnis online. Alhamdulillah diijinkan dan bertambahlah kebahagiaan memegang uang sendiri tanpa meninggalkan tugas domestik.

5. Membacakan cerita untuk anak

Anak-anak suka mendengar cerita dan ternyata klop dengan saya yang suka membaca. Tiap malam sebelum tidur kami hapalan surat pendek, memulai aktivitas membaca cerita dan menutupnya dengan doa tidur. Kalau absen sehari saja, Anak-anak bertanya dongeng apa yang akan dibaca malam ini? Sehingga saya bersemangat kembali melakukannya.



#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional