Kamis, 11 April 2019

Awali Kecerdasan Anak dengan Stimulasi Pijat Bayi

Setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk tumbuh kembang optimal ananda. Begitu juga ibu Wynne Lukman, Branch Manager Johnson’s Baby. Beliau bercerita walau bekerja selalu menyempatkan waktu untuk memijat sendiri sang anak. Kalau tidak bisa, ada asisten yang menggantikan dengan dilatih terlebih dahulu. Memberi stimulasi berupa sentuhan termasuk pijat bayi banyak manfaatnya. Saluran pencernaan bayi menjadi lancar dan makanan lebih dapat diserap dengan baik. Meningkatkan kesehatan psikologis bayi, juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas dan kepadatan mineral tulang.

Wynne Lukman

       Oleh karena itu, Johnson’s berkomitmen menyebarkan kampanye sentuhan cinta. Program ini mendorong para Ibu di Indonesia untuk mendukung pentingnya stimulasi sentuhan cinta ibu untuk kesehatan dan perkembangan bayi, khususnya selama periode emas yaitu 1000 hari pertama kehidupan. Dalam menjalankan kampanye tersebut, Johnson’s bekerja sama dengan Habitat For Humanity untuk membangun pusat kesehatan anak (Posyandu) di Desa Randusongo, Gresik, Jawa Timur.

                Johnson’s mengajak para Ibu di Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam program tersebut dengan cara berdonasi melalui pembelian produk sebagai berikut :
-      Setiap pembelian produk Johnson’s di Alfamart dan Shopee senilai minimum Rp 25.000

-      Setiap pembelian Johnson’s Oil 125 ml atau Top-To-Toe Bath 400 ml atau baby lotion 200 ml di toko-toko lainnya yang berpartisipasi dalam program sentuhan cinta.

Dari transaksi di atas, para ibu secara otomatis dapat menyumbangkan Rp 500,- (lima ratus
rupiah) guna membantu pembangunan Posyandu di Randusongo, Gresik, Jawa Timur agar bayi dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. TIdak berhenti disitu saja, untuk memastikan bayi Indonesia mendapatkan perawatan terbaik. Johnson’s melakukan roadshow edukasi pelatihan pijat bayi ke 15 kota di Indonesia bersama 22 orang Tim Edukasi Profesional dari Johnson’s. Sebelum di Surabaya, 6 April 2019 tepatnya di Ibis Styles Hotel, kampanye Sentuhan Cinta telah terselenggara di Desa Onan Runggu, Sumatera Utara, Tapanuli Utara, Sumba Tengah, dan Ambon.

dr. Dyah Retno

                Dokter Dyah Retno Wulan S.PA menjelaskan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak pertemuan sperma dan ovum sampai 2 tahun setelah itu. Ada hal-hal yang tidak bisa diulang contohnya pembentukan struktur otak. Sehingga pemerintah sangat concern terhadap ini.

Praktek Pijat Bayi

                
Salah satu kebutuhan dalam periode emas tersebut adalah stimulasi, aktivitas yang harus dilakukan dua arah. Stimulasi inilah yang akan jadi bekal kecerdasan anak. Stimulasi pertama saat bayi baru lahir yaitu IMD, skin to skin contact. Jenis stimulasi ada banyak. Sikap orangtua juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan anak secara jangka panjang dan bagaimana nantinya anak mampu menghadapi tekanan. Stimulasi sensorik selama pijat telah terbukti membantu otak bayi untuk berkembang dan bekerja lebih cepat.


                Bayi yang terbiasa dipijat, cenderung lebih mudah untuk bersosialisasi, mereka cenderung melakukan kontak mata jika bertemu dengan orang lain, senyum dan berbicara dengan ramah. Sesering mungkin sebaiknya dilakukan stimulasi. Waktu maksimal melakukan stimulasi adalah saat mandi. Ritual mandi dan pijat dengan menggunakan produk yang tepat untuk bayi adalah waktu ikatan antara orang tua dan bayi. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas dan durasi tidur bayi.


                Tips dari dokter Dyah untuk memastikan bayi sehat, nyaman dan happy, sehat adalah saat sejak bayi dilahirkan, ia akan menggunakan inderanya untuk melanjutkan bonding yang dimulai dari kandungan.  Kebersihan, orang tua harus menjaga kebersihan yang menempel di kulit bayi ( baju, handuk) juga kebersihan peralatan yang digunakan (alat makan, mainan). Bayi juga membutuhkan kasih sayang dan keamanan. Pastikan jangan membuat bayi tidak nyaman karena bau tajam, suhu ekstrim, tekstur kasar, suara keras, dan cahaya yang terlalu terang.

Rabu, 20 Februari 2019

Filosofi Kebaikan Paxel


Siang yang terik di Surabaya. Namun, saya sudah terlanjur janji pada seorang kawan untuk mengirimkan gantungan kunci koala dari Australia. Muncul ide mengirimkan saja dengan ekspedisi. Pilihan jatuh ke Paxel. Pukul 13.30, saya memesan lewat aplikasi. Pukul 15.00, hero datang. Takjub, nggak perlu menunggu berlama-lama dipick up. Estimasi barang sampai juga tercantum di aplikasi, antara pukul 8 hingga pukul 10 malam. Ternyata benar diantar jam 10.00, on time sekali.

Paxel, apa itu?


Paxel adalah jasa pengiriman logistik menggunakan aplikasi dengan layanan sameday delivery. Mereka menjamin paket dikirim di hari yang sama. Jika memesan sebelum jam 12 antar kota, maksimal 8 jam kemudian paket bisa sampai. Untuk pengiriman dalam kota, mereka menerima input order pick up maksimal jam 2 siang. Lebih dari itu, akan diantarkan keesokan hari. Cocok nih buat yang punya usaha frozen food, kiriman aman bisa dinikmati konsumen tanpa ragu basi di jalan.
tracking langsung lewat aplikasi, bisa dipantau kapan kurir kirim


Djohari Zein, pendirinya selalu menekankan jika membuat bisnis harus membawa manfaat. Itulah sebabnya moto mereka adalah Antarkan Kebaikan.
Kebaikan seperti apa yang ditawarkan Paxel?



  1. Install aplikasi Paxel di android bisa langsung dapat saldo 100.000, jika kamu memasukkan kode referral hanifahnila maka saldo tambahan 100.000 akan kamu peroleh. Asyik kan? Mereka memberikan fasilitas ini agar para UKM terbantu dalam menjalankan bisnisnya. Siapa sih pembeli yang nggak seneng ketika belanja, terus sama penjualnya diinfo “Free Ongkos Kirim mbak.” Wah, langganan toko makin banyak pasti. 
    Paket yang direpacking oleh Paxel
  2. Tarif flat
        Sering kita dipusingkan, menghitung jarak, menghitung berat ketika mengirim paket. Di Paxel kamu hanya perlu memperkirakan ukuran Small, Medium, atau Big seperti tertera di aplikasi. Jika paket lebih besar kamu bisa memilih menu custom dan tarif ditentukan kemudian.
Bahkan ada promo Jakarta – Surabaya dan sebaliknya hanya 35.000. O iya tiap ukuran, maksimal berat yang diterima 10 kg.

  1. Asuransi hingga 10 juta
Saat kiriman telat atau hilang, dengan syarat dan ketentuan Paxel akan menjamin penggantian maksimal 10 juta.

  1. Happiness Hero
         Ada sebutan unik untuk para kurir Paxel yaitu Hero, mereka yang berusaha tersenyum saat pick up dan mengantar paket padahal mungkin di jalan kepanasan dan kehujanan. Lapar juga bisa jadi ditahan agar konsumen puas paket bisa sampai tepat waktu. Seperti saya ceritakan di atas, ketepatan waktu Paxel patut diacungi jempol. Antara estimasi dan kenyataan sesuai.

  1. Bekerjasama dengan berbagai yayasan sosial.
Paxel adalah partner resmi dari Rumah Harapan Indonesia, WWF, ISCO Foundation, Indonesia Mengajar, YPPI, dan lain sebagainya. Tiap kiriman dari dan untuk yayasan tersebut diberikan ongkos kirim gratis. Luar biasa ya.

  1. Tidak ada pembatalan dari hero
        Paxel menjamin hero akan pick up paket tepat waktu dan tidak ada cerita pembatalan          sepihak dari pihak hero.

      Saat ini Paxel telah menjangkau Jakarta, Bodetabek, Bandung, Semarang, Solo,      Yogyakarta, Denpasar, dan tanggal 14 Februari lalu launching di Surabaya. Alur                  pengiriman Paxel terbilang cukup unik. Menggunakan sistem estafet dari kurir ke smart locker di kantor, nantinya kurir kedua menggunakan barcode scan untuk mengambil barang sesuai rute wilayah. Ini akan memangkas waktu sortir barang yang biasa ada di ekspedisi lain.
                
Yuk cobain sensasi dunia paxel. Download aplikasinya, masukkan referral hanifahnila. Langsung input kirimanmu.


Senin, 24 September 2018

Smart Phone for Smart Mother: Untuk Mereka yang Berdikari, di Atas Kaki Sendiri


Oleh: Hanifah Nila Wardani dan Mahfud Aly

Perempuan saat ini adalah kekuatan. Sumber daya manusia yang membanggakan. Ia berdaya dengan cara dan gayanya sendiri. Ia berserah pada takdir, siapa menjadi pendamping, penopang bahkan pengganti. Ia tak tergantikan. Bicara perempuan, adalah bicara dengan kekuatan-kekuatan tak terbantahkan. Bicara perempuan adalah bicara tentang keberanian, pengorbanan tanpa cacat, bicara tentang pengabdian dan masa depan. Bicara perempuan adalah bicara tentang dunia seisinya dan sesudahnya. Dari semula hingga akhirnya.

Dewasa ini, perempuan adalah pengguna smartphone, terproduktif. Bisa dipahami, bahwa perempuan menggunakan smartphone dan terkoneksi jaringan internet adalah untuk tujuan positif. Pemberdayaan ekonomi, pengembangan diri, dan berjejaring. Hal itu tentu memberi manfaat baik secara langsung pun tidak langsung serta lebih menyentuh akar masalah. Jejaring sosial adalah wahana baru yang digunakan secara maksimal oleh perempuan. Topik parenting, psikologi, keagamaan, social, zero waste program, pendidikan dan jualan adalah ragam segmen yang mereka ambil untuk mengisi ruang kosong sebagai bentuk pemenuhan gairah mereka untuk bersosialisasi, berkumpul dan bercerita. Perempuan selalu butuh aktualisasi diri, dengan bercerita dan didengarkan. Dengan menjalin komunitas berdasar hobi, atau pekerjaan, entah berdagang membuat mereka menjadi perempuan seutuhnya. Saat lelah seharian berkutat di domestic area, ada kalanya mereka butuh berbagi cerita, mendapatkan pujian, membaca kisah kawan, mengeluarkan stressor, menghela nafas dan berbagi kesedihan pun kebahagiaan. Perempuan adalah makhluk komunal. 

Smartphone di tangan ibu cerdas adalah pasar yang besar. Mereka adalah target pasar untuk berbagai jenis penyedia jasa smartphone, tipe menengah ke atas. Perempuan adalah simbol yang kuat akan fashionable, sophisticated, dan luxury. Sudah saatnya penyedia smartphone, membidik mereka dengan lebih serius. Di satu sisi, perempuan dengan smartphone mereka adalah penyedia berupa produk dan jasa untuk komunitas mereka, anak mereka, dan lintas gender segala usia. 

Online shop, memiliki lalu lintas terpadat di jejaring sosial. Perempuan memiliki kepekaan dan tingkat kesabaran paripurna, sebagai modal sukses berjualan daring. Mereka adalah entitas paling siap, untuk menghadapi konsumen dunia maya, dengan segala masalahnya. Perempuan justru memiliki naluri menonjol untuk menawarkan barang atau jasa yang mereka tawarkan di hutan belantara dunia maya. Mereka bisa mengendus di mana keberadaan uang, dan siap mengambilnya. Si A punya uang berapa, dan sedang membutuhkan apa, adalah profiling yang mereka bisa dapatkan dengan sekali dua kali pengamatan. Tentu cara pandang ini, agak berbeda dengan pria. 

Intinya, perempuan adalah pasar segala macam produk. Di sisi lain, perempuan adalah pelaku pasar, yang terus berkembang dan jangka panjang. Di tempat lain , perempuan  adalah pencitra efek domino untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan memiliki pengaruh yang kuat untuk berputarnya uang dari sektor hulu hingga hilir. Pesan saya, sederhana saja, saat perempuan telah berdaya dan Berjaya, maka ia adalah mencusuar kokoh yang menyinari sekelilingnya dan itu membanggakan.

Smartphone Idaman 2018 emak-emak pintar adalah Huawei Nova 3i. Kenapa?
 Beberapa keunggulannya adalah sebagai berikut

Storage 128 GB paling besar di kelas smartphone mid-end saat ini.

Emak-emak yang punya Online Shop pasti paham memory besar adalah kunci, aplikasi media sosial seperti whatsapp, facebook, instagram, edit poster seperti Canva, aplikasi edit foto seperti Picsart, Snapseed atau Photogrid umumnya membutuhkan ruang besar. Belum lagi jika butuh menyimpan foto produk di handphone agar sewaktu-waktu bisa dikirimkan ke calon pembeli. Huawei Nova 3i dengan 128 GB akan sangat membantu.


 

Memiliki empat kamera yang diperkuat AI.

Kebutuhan pedagang yang berjualan secara online adalah kamera bagus. Kamera depan Nova 3i beresolusi 24 MP dan 2 MP dengan masing-masing bukaan lensa f/2.2 disertai lampu flash, sementara kamera belakang beresolusi 16 MP dan 2 MP dengan masing-masing bukaan lensa f/2.0. Kabar gembira pastinya, foto produk bisa makin bagus. Foto selfie atau momen berkumpul bersama keluarga dan teman-teman akan sempurna.

Sistem kamera Nova 3i sudah didukung teknologi AI yang bisa memaksimalkan hasil kualitas foto, seperti pengenal objek foto, efek bokeh yang lebih nyata, fitur beautify, 3D Portrait Lightning, dan lain sebagainya.

Desain Iris Purple-nya yang keren.

Mengutip dari web Kumparan.com, soal desain, Huawei Nova 3i memang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh smartphone dari brand lain. Pasalnya pada bodi belakang, Nova 3i dibalut dengan lapisan kaca khusus anti gores yang sama dengan P20 Pro yang dapat menampilkan warna gradasi unik.

Sementara pada bagian depan, Nova 3i juga dilapisi corning gorilla glass yang sudah tentu anti gores. Pada bagian atas layarnya terdapat notch atau 'poni' yang di dalamnya terdapat speaker dan dua kamera. Di bawah layar terdapat sensor sidik jari. Ini suatu teknologi yang sangat dibutuhkan pedagang yang berjualan secara daring atau online shop, sensor sidik jari menjaga keamanan.

Layar Besar

Huawei Nova 3i dibekali dengan ukuran layar yang cukup besar, yaitu 6,3 inci FullView display IPS. Layar Nova 3i memiliki aspek rasio 19,5:9 dengan desain bezel-less hampir 81 persen di bagian depan smartphone.

Dengan layar yang lebar smartphone ini sangat nyaman untuk digunakan foto produk, berselancar di sosial media.

Jadi, paham kan kenapa harus punya Huawei Nova 3i?

Huawei Nova 3i Blog Competition by Koh Huang   #HuaweiNova3i_ID #ChooseTheBest

Sabtu, 19 April 2014

Menanti Cinta - Adam Aksara

Cerita yang inspiratif, cerkas dan idenya segar.
Kisah anak manusia penunggang kursi roda mencari cinta. Menggugah sekaligus mengelitik pembaca dengan alur yang runut hingga pilihan ending yang mendua: happy and sad ending. Dan ini benar-benar baru.
Dalam 221 halaman pembaca diajak mengikuti tarikan roda kursi kehidupan Alex, yang meskipun memiliki kelemahan berupa cacat fisik karena polio, dia tetap manusia yang mendapat jatah anugrah luar biasa dari yang Kuasa. Kreatifitas, harga diri dan cinta membuat roda kehidupannya terus berputar, entah di jalan terjal, entah lancar.
Sosok Claire yang dipertemukan dalam perpustakaan membuatnya sadar, ia berhak atas cinta meskipun masih malu-malu, diam-diam namun cinta itu hadir mengintip, lalu menitip. Cinta ada karena terbiasa. 

Saya teringat film favorit sepanjang masa hidupku, ”Ada Apa Dengan Cinta?” dan pusat semesta film itu sebenarnya buku dan perpustakaan. Rangga menemukan cintanya pada buku di perpustakaan. Dua sejoli yang bercinta menemukan Rangga yang saking cintanya pada membaca buku membuatnya marah pada kegaduhan. Dan akhirnya Cinta menemukan Rangga yang dicarinya di perpustakaan karena puisi. Dan inilah lakon hidup milik siapa saja. Alex juga demikian. Untuk Claire, dia merasa ringan melakukan apa saja atas nama cinta.
Bahasa yang digunakan Adam Aksara juga mudah dipahami. Tidak serius, juga tidak lebay. Itu membuktikan penulis sangat piawai meramu cerita, dengan rangkaian kata yang pendek bersambung. Rancak juga membumbung hasrat pembaca tak terbendung dari halaman pertama hingga kalimat penghujung. Inilah cinta agung! Ada hasrat, ada ketakutan, ada kelam, ada rahasia, namun juga percaya? Percayakah mereka pada takdir yang menyatukan cinta mereka? Apakah mereka lebih takut pada masa lalu atau mencoba berdamai dengan masa depan? Silahkan temukan jawabannya di Novel Menanti Cinta, yang di tulis Adam Aksara dan diterbitkan oleh Mozaik Indie Publisher. Apakah Alex dan Claire yang menanti cinta? Atau justeru cinta yang menanti mereka?
Selanjutnya, benar memang cinta tak pernah membebani. Ia meringankan yang memilikinya. Dan berbahagialah mereka yang menemukan cinta. Bersabarlah mereka yang menanti cinta. Dan bersemangatlah mereka yang kehilangan cinta. Sebenarnya cinta tak pernah hadir. Cinta tak pernah pergi. Cinta tak pernah patah. Cinta selalu ada dan setia di hati kita.
Meski ada satu-dua deskripsi cerita yang uneasy to understand, ada satu-dua logika yang berbeda, tapi ini sangat manusiawi. Tidak ada yang sempurna karena sempurna hanya milik Allah dan Andra and Backbone. So, saya beri nilai 4.3/5.0 dan it’s worth buying and reading book of this semester!

Rabu, 10 Oktober 2012

A Cup Of Tea For Writer

Judul : A Cup Of Tea For Writer
Penulis : Triani Retno A, Herlina P. Dewi, dkk
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan : I, September 2012
Tebal : 195 hlm

Menjadi penulis seolah profesi yang keren dan menjanjikan saat ini. J.K. Rowling, Andrea Hirata, Habiburrahman El Shirazy dan beberapa nama penulis terkenal telah sukses meraup rupiah lewat untaian kata-kata. Maka, tak heran selalu muncul nama-nama baru dalam dunia kepenulisan. Namun, beberapa dari mereka lupa bahwa jalan menuju sukses pasti butuh perjuangan keras. Hanya yang mempunyai tekad dan semangat kuat yang mampu bertahan.

A Cup Of Tea For Writer adalah satu dari seri A Cup Of Tea milik penerbit Stiletto Book. Sebelumnya telah terbit A Cup Of Tea For Single Mom, A Cup Of Tea For Complicated Relationship dan A Cup Of Tea - Menggapai Mimpi. Masing-masing memiliki inti bahasan yang menarik. Buku ini dikonsep semacam Chicken Soup menceritakan kisah-kisah nyata para penulisnya. Berbeda dari buku motivasi lain, buku motivasi yang diambil dari kisah nyata lebih tepat sasaran dan membuat pembaca tersentuh. Stiletto sendiri merupakan penerbit baru yang berkonsentrasi pada tema-tema dan segmen pembaca perempuan kecuali A Cup Of Tea ini. A Cup Of Tea For Writer bisa dibaca semua gender.

Triani Retno mengawali kisah tentang kegalauan karena bukunya belum juga difilmkan atau terjual jutaan eksemplar tapi dia terus berusaha hingga menulis bisa membuatnya mandiri, menopang keuangan keluarga, dan memiliki profesi baru sebagai editor. Sebagai pembuka, kualitas tulisan Triani Retno jangan diragukan. Kata demi kata mengalir bernas membuat pembaca enggan melewatkan kisah selanjutnya.

Ada pula kisah menyayat hati dari Skylashtar Maryam yang mesti mengobarkan lagi mimpinya menjadi penulis setelah ditentang habis-habisan oleh mantan suami.

"Ia, suamiku-sekarang mantan suami- seharusnya paling mengerti, paling mendukungku menggenapkan mimpi-mimpi. Namun ia memilih menjadi seteru, bukan sekutu. Pertengkaran demi pertengkaran yang seharusnya tak membawa imbas ke mana-mana menjadi pisau di tangannya" (hal 162)

Pengalaman menulis cerpen di ranah surealis terbawa dalam tulisannya pada buku ini. Akhiran huruf yang sama pada tiap kalimat seperti "mengerti" dan "mimpi-mimpi", "seteru bukan sekutu", "imbas ke mana-mana menjadi pisau di tangannya" adalah variasi terhadap seluruh tulisan yang mempunyai sifat bercerita saja. Skylashtar tak mengabaikan latar belakang sebagai seorang seniman dan baginya menulis adalah seni merangkai kata.

Jika anda hobi travelling jangan lewatkan pula tulisan milik Lalu Abdul Fatah. Penulis yang lolos menjadi salah satu dari 60 Petualang Aku Cinta Indonesia dan akhirnya dijuluki sebagai seorang travel writer ini akan membagikan ceritanya tentang penolakan naskah kumpulan cerpennya oleh penerbit. Ternyata penolakan tersebut malah berbuah rezeki hingga sekarang.

Sampul buku A Cup Of Writer cukup atraktif. Terdiri dari 3 warna : hijau, krem, biru serta secangkir teh yang menjadi ciri khas di pojok kiri bawah dan bunga berwarna kuning. Sangat menunjukkan bahwa inilah buku pencerah hari anda dan kamu tak akan menyesal membelinya. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya apa arti 3 warna dalam sampul buku A Cup Of Tea karena semua seri A Cup Of Tea memiliki sampul dengan tiga warna dominan.

20 kisah penghangat hati dalam A Cup Of Tea For Writer ditutup oleh Reda Gaudiamo dengan 10 tips menulisnya yang bisa dijadikan acuan bagaimana agar tulisan kita menjadi favorit pembaca bahkan menembus media nasional. Maka, lengkaplah fungsi buku ini sebagai buku motivasi sekaligus buku panduan menulis. Benang merah dari kedua puluh tulisan adalah sama yaitu menjadi penulis bisa jadi mimpi semua orang, jangan berhenti meraih impian karena kita tak pernah tahu hari esok. Terus membaca, terus menulis itu kuncinya.

Semoga kehadiran buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan penulis pemula yang ragu melanjutkan menulis setelah ditolak media atau penerbit, juga menjadi pembelajaran dan pembangkit semangat bagi calon-calon penulis agar lebih giat berkarya.

"Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa-suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang" (Seno Gumira Ajidarma)

Minggu, 07 Oktober 2012

GIRL TALK

Judul : Girl Talk
Penulis : Lala Purwono
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan : I, Juni 2012
Tebal : 181 hlm


"60 perempuan. 30 kisah. Yang manakah kisah hidupmu?"

Begitulah kalimat yang terdapat dalam sampul depan buku karya Lala Purwono ini. Identitas bahwa semua tulisan Lala ditujukan untuk perempuan juga diwakili oleh gambar perempuan dikuncir kuda dengan mimik seolah sedang berbisik. Saya mengenal Lala Purwono sekitar tahun 2009, saat blognya masih beralamat www.jeunglala.com. Kemudian dia memindah tulisan ke www.jeunglala.wordpress.com dengan alasan jika dia meninggal, dia tak mau mewariskan biaya pembiayaan blog dot comnya. Jujur. Kesan itu yang saya tangkap ketika membaca pernyataan tersebut. Kemudian saya keranjingan dan berusaha tidak melewatkan setiap tulisan blognya.

Keputusan saya tepat. Tulisan-tulisan Lala sangat Out Of Box, diluar pemikiran wanita pada umumnya. Dia seorang penulis yang kritis, menangkap fenomena sederhana tapi bisa jadi bahan pertimbangan mendalam bagi pembaca atau sebaliknya fenomena rumit bisa jadi sederhana untuk ditelaah sebab gaya bahasanya yang mengalir membuat pembaca sangat menikmati awal hingga akhir tulisan.

"Mereka bicara tentang cinta, juga tentang sakit hati karena cinta yang mengikat terlampau erat. Mereka bicara tentang rahim yang tak pernah menjadi tempat singgah seorang bayi mungil, juga tentang perut membuncit yang bisa berarti akhir dari segalanya. Mereka bicara tentang ketakutan pada ikatan pernikahan, juga ketakutan menghabiskan seumur hidup mereka dalam kesendirian. Mereka bicara tentang rasa egois seorang lelaki, tapi mereka mengakui tak bisa hidup tanpanya." (Back Cover, Girl Talk)

Girl Talk berisi 30 kisah tentang masalah yang dihadapi kaum wanita terutama wanita kelas menengah keatas usia 30-an. Konflik dibangun melalui perbedaan-perbedaan pendapat di antara dua tokoh dalam satu kisah. Setting cerita mayoritas bertempat di kantor atau kafe dengan suasana santai.

 “She’s just afraid that a specific guy will come and say hello, twelve hours before she says I do…” (It’s Always Him, hal. 1)

It's Always Him menceritakan Dinda yang akan menikah namun didatangi oleh masa lalu membuatnya bimbang apakah menikah dengan pria yang ditemuinya sekarang adalah keputusan tepat. Kebanyakan judul di buku ini memang menggunakan bahasa Inggris. Apakah ini kelebihan atau kekurangan? Karena kesan monoton kemudian muncul. Tidak hanya judul tapi dialog beberapa tokoh juga menggunakan bahasa Inggris. Serasa mereka adalah tokoh yang kepintaran dan pergaulannya sama hanya beda masalah saja. Mungkin akan bervariasi jika satu atau dua tokoh menggunakan dialek Surabaya mengingat kebanyakan setting tempat kisah dalam buku ini berada di Surabaya. 

 “He’s a man under the spotlight and he stands too far from my touch… I cannot ever reach him. Never… Dia terlalu sempurna buat aku. Buat perempuan yang bukan siapa-siapa sepertiku…”(A Man Under The Spotlight, hal. 129)

Beda lagi kisah "A Man Under The Spotlight", percakapan dua wanita mengidolakan seorang pria tapi mereka berdua tidak mempunyai keberanian mendekati bahkan mengungkapkan perasaan mereka. Kemudian saya berpikir betapa sempurna wanita memendam perasaan tapi juga membutuhkan orang yang harus tahu kepada siapa perasaannya ditujukan. Tanpa riset mendalam tidak mungkin didapat 30 kisah-kisah menarik "Girl Talk."

Buku ini semacam buku panduan bagi wanita modern menjalani hidup. Bahwa semua masalah ada solusinya dan setegar apapun wanita akan membutuhkan wanita lainnya untuk berbagi. Recommended.

Rabu, 29 Agustus 2012

{Review Perpustakaan} Library Klub Bunga Hotel, Batu

Awal minggu ini saya berkunjung ke Hotel Klub Bunga, Kota Batu. Letaknya berdekatan dengan tempat rekreasi Jatim Park 2 dan Batu Night Spectaculer (BNS). Setahu saya, jarang sekali hotel di Malang yang memiliki ruang perpustakaan. Setelah berkeliling saya menemukan ada perpustakaan yang bersebelahan dengan sport center. Menuju perpustakaan tersebut kita mesti melewati lorong sepanjang enam meter dan naik tangga karena ruang baca ada di lantai dua.


40% bagian perpustakaan berdinding kaca. Selagi membaca kita bisa mengamati pemandangan. Namun, karena bawah perpustakaan adalah sport center tentu saja pemandangannya adalah pengunjung hotel yang sedang berolahraga. Di ujung paling belakang terdapat tiga komputer yang bisa digunakan pengunjung perpustakaan untuk mengakses internet. Tiap pengunjung diberi waktu 30 menit memakai komputer-komputer tersebut. Bagian depan ada sofa-sofa yang memanjakan pengunjung karena sangat empuk. Jika anak sekolah atau peneliti berkunjung, mereka bisa berdiskusi di situ.


koleksi perpustakaan terlalu sedikit dan terlalu umum menurut saya. Lebih banyak majalah dan koran. Tapi itu wajar sebab mayoritas pengunjung hotel pasti ingin berlibur dan mereka butuh bacaan ringan yang tidak terlalu tebal. Saya beruntung menemukan buku Forrest Gump dan buku-buku karya Sekar Ayu Asmara : Doa Ibu dan Pintu Terlarang. Selebihnya? tidak tertarik. Suami saya yang malah tertarik dengan buku-buku di sini. Dia mengambil beberapa buku. Salah satunya Dahlan Iskan juga manusia, kisah keseharian Dahlan Iskan sewaktu menjabat pimpinan redaksi Jawa Pos. Saya malah tertarik dengan dua majalah femina dan kartini yang bercover Dian Sastrowardoyo hehehe...
Makin siang ruang perpustakaan makin panas. Sinar matahari langsung masuk efek dari dinding kacanya. Sayang, di sini hanya ada satu pendingin ruangan padahal ruangan lumayan luas. Mungkin baiknya perpustakaan membuat jadwal buka di sore hari juga atau menempatkan perpustakaan bersebelahan dengan lobi agar pengunjung tak kelelahan mengingat letaknya di ujung paling belakang kawasan hotel.