Rabu, 10 Oktober 2012

A Cup Of Tea For Writer

Judul : A Cup Of Tea For Writer
Penulis : Triani Retno A, Herlina P. Dewi, dkk
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan : I, September 2012
Tebal : 195 hlm

Menjadi penulis seolah profesi yang keren dan menjanjikan saat ini. J.K. Rowling, Andrea Hirata, Habiburrahman El Shirazy dan beberapa nama penulis terkenal telah sukses meraup rupiah lewat untaian kata-kata. Maka, tak heran selalu muncul nama-nama baru dalam dunia kepenulisan. Namun, beberapa dari mereka lupa bahwa jalan menuju sukses pasti butuh perjuangan keras. Hanya yang mempunyai tekad dan semangat kuat yang mampu bertahan.

A Cup Of Tea For Writer adalah satu dari seri A Cup Of Tea milik penerbit Stiletto Book. Sebelumnya telah terbit A Cup Of Tea For Single Mom, A Cup Of Tea For Complicated Relationship dan A Cup Of Tea - Menggapai Mimpi. Masing-masing memiliki inti bahasan yang menarik. Buku ini dikonsep semacam Chicken Soup menceritakan kisah-kisah nyata para penulisnya. Berbeda dari buku motivasi lain, buku motivasi yang diambil dari kisah nyata lebih tepat sasaran dan membuat pembaca tersentuh. Stiletto sendiri merupakan penerbit baru yang berkonsentrasi pada tema-tema dan segmen pembaca perempuan kecuali A Cup Of Tea ini. A Cup Of Tea For Writer bisa dibaca semua gender.

Triani Retno mengawali kisah tentang kegalauan karena bukunya belum juga difilmkan atau terjual jutaan eksemplar tapi dia terus berusaha hingga menulis bisa membuatnya mandiri, menopang keuangan keluarga, dan memiliki profesi baru sebagai editor. Sebagai pembuka, kualitas tulisan Triani Retno jangan diragukan. Kata demi kata mengalir bernas membuat pembaca enggan melewatkan kisah selanjutnya.

Ada pula kisah menyayat hati dari Skylashtar Maryam yang mesti mengobarkan lagi mimpinya menjadi penulis setelah ditentang habis-habisan oleh mantan suami.

"Ia, suamiku-sekarang mantan suami- seharusnya paling mengerti, paling mendukungku menggenapkan mimpi-mimpi. Namun ia memilih menjadi seteru, bukan sekutu. Pertengkaran demi pertengkaran yang seharusnya tak membawa imbas ke mana-mana menjadi pisau di tangannya" (hal 162)

Pengalaman menulis cerpen di ranah surealis terbawa dalam tulisannya pada buku ini. Akhiran huruf yang sama pada tiap kalimat seperti "mengerti" dan "mimpi-mimpi", "seteru bukan sekutu", "imbas ke mana-mana menjadi pisau di tangannya" adalah variasi terhadap seluruh tulisan yang mempunyai sifat bercerita saja. Skylashtar tak mengabaikan latar belakang sebagai seorang seniman dan baginya menulis adalah seni merangkai kata.

Jika anda hobi travelling jangan lewatkan pula tulisan milik Lalu Abdul Fatah. Penulis yang lolos menjadi salah satu dari 60 Petualang Aku Cinta Indonesia dan akhirnya dijuluki sebagai seorang travel writer ini akan membagikan ceritanya tentang penolakan naskah kumpulan cerpennya oleh penerbit. Ternyata penolakan tersebut malah berbuah rezeki hingga sekarang.

Sampul buku A Cup Of Writer cukup atraktif. Terdiri dari 3 warna : hijau, krem, biru serta secangkir teh yang menjadi ciri khas di pojok kiri bawah dan bunga berwarna kuning. Sangat menunjukkan bahwa inilah buku pencerah hari anda dan kamu tak akan menyesal membelinya. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya apa arti 3 warna dalam sampul buku A Cup Of Tea karena semua seri A Cup Of Tea memiliki sampul dengan tiga warna dominan.

20 kisah penghangat hati dalam A Cup Of Tea For Writer ditutup oleh Reda Gaudiamo dengan 10 tips menulisnya yang bisa dijadikan acuan bagaimana agar tulisan kita menjadi favorit pembaca bahkan menembus media nasional. Maka, lengkaplah fungsi buku ini sebagai buku motivasi sekaligus buku panduan menulis. Benang merah dari kedua puluh tulisan adalah sama yaitu menjadi penulis bisa jadi mimpi semua orang, jangan berhenti meraih impian karena kita tak pernah tahu hari esok. Terus membaca, terus menulis itu kuncinya.

Semoga kehadiran buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan penulis pemula yang ragu melanjutkan menulis setelah ditolak media atau penerbit, juga menjadi pembelajaran dan pembangkit semangat bagi calon-calon penulis agar lebih giat berkarya.

"Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa-suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang" (Seno Gumira Ajidarma)

Minggu, 07 Oktober 2012

GIRL TALK

Judul : Girl Talk
Penulis : Lala Purwono
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan : I, Juni 2012
Tebal : 181 hlm


"60 perempuan. 30 kisah. Yang manakah kisah hidupmu?"

Begitulah kalimat yang terdapat dalam sampul depan buku karya Lala Purwono ini. Identitas bahwa semua tulisan Lala ditujukan untuk perempuan juga diwakili oleh gambar perempuan dikuncir kuda dengan mimik seolah sedang berbisik. Saya mengenal Lala Purwono sekitar tahun 2009, saat blognya masih beralamat www.jeunglala.com. Kemudian dia memindah tulisan ke www.jeunglala.wordpress.com dengan alasan jika dia meninggal, dia tak mau mewariskan biaya pembiayaan blog dot comnya. Jujur. Kesan itu yang saya tangkap ketika membaca pernyataan tersebut. Kemudian saya keranjingan dan berusaha tidak melewatkan setiap tulisan blognya.

Keputusan saya tepat. Tulisan-tulisan Lala sangat Out Of Box, diluar pemikiran wanita pada umumnya. Dia seorang penulis yang kritis, menangkap fenomena sederhana tapi bisa jadi bahan pertimbangan mendalam bagi pembaca atau sebaliknya fenomena rumit bisa jadi sederhana untuk ditelaah sebab gaya bahasanya yang mengalir membuat pembaca sangat menikmati awal hingga akhir tulisan.

"Mereka bicara tentang cinta, juga tentang sakit hati karena cinta yang mengikat terlampau erat. Mereka bicara tentang rahim yang tak pernah menjadi tempat singgah seorang bayi mungil, juga tentang perut membuncit yang bisa berarti akhir dari segalanya. Mereka bicara tentang ketakutan pada ikatan pernikahan, juga ketakutan menghabiskan seumur hidup mereka dalam kesendirian. Mereka bicara tentang rasa egois seorang lelaki, tapi mereka mengakui tak bisa hidup tanpanya." (Back Cover, Girl Talk)

Girl Talk berisi 30 kisah tentang masalah yang dihadapi kaum wanita terutama wanita kelas menengah keatas usia 30-an. Konflik dibangun melalui perbedaan-perbedaan pendapat di antara dua tokoh dalam satu kisah. Setting cerita mayoritas bertempat di kantor atau kafe dengan suasana santai.

 “She’s just afraid that a specific guy will come and say hello, twelve hours before she says I do…” (It’s Always Him, hal. 1)

It's Always Him menceritakan Dinda yang akan menikah namun didatangi oleh masa lalu membuatnya bimbang apakah menikah dengan pria yang ditemuinya sekarang adalah keputusan tepat. Kebanyakan judul di buku ini memang menggunakan bahasa Inggris. Apakah ini kelebihan atau kekurangan? Karena kesan monoton kemudian muncul. Tidak hanya judul tapi dialog beberapa tokoh juga menggunakan bahasa Inggris. Serasa mereka adalah tokoh yang kepintaran dan pergaulannya sama hanya beda masalah saja. Mungkin akan bervariasi jika satu atau dua tokoh menggunakan dialek Surabaya mengingat kebanyakan setting tempat kisah dalam buku ini berada di Surabaya. 

 “He’s a man under the spotlight and he stands too far from my touch… I cannot ever reach him. Never… Dia terlalu sempurna buat aku. Buat perempuan yang bukan siapa-siapa sepertiku…”(A Man Under The Spotlight, hal. 129)

Beda lagi kisah "A Man Under The Spotlight", percakapan dua wanita mengidolakan seorang pria tapi mereka berdua tidak mempunyai keberanian mendekati bahkan mengungkapkan perasaan mereka. Kemudian saya berpikir betapa sempurna wanita memendam perasaan tapi juga membutuhkan orang yang harus tahu kepada siapa perasaannya ditujukan. Tanpa riset mendalam tidak mungkin didapat 30 kisah-kisah menarik "Girl Talk."

Buku ini semacam buku panduan bagi wanita modern menjalani hidup. Bahwa semua masalah ada solusinya dan setegar apapun wanita akan membutuhkan wanita lainnya untuk berbagi. Recommended.

Rabu, 29 Agustus 2012

{Review Perpustakaan} Library Klub Bunga Hotel, Batu

Awal minggu ini saya berkunjung ke Hotel Klub Bunga, Kota Batu. Letaknya berdekatan dengan tempat rekreasi Jatim Park 2 dan Batu Night Spectaculer (BNS). Setahu saya, jarang sekali hotel di Malang yang memiliki ruang perpustakaan. Setelah berkeliling saya menemukan ada perpustakaan yang bersebelahan dengan sport center. Menuju perpustakaan tersebut kita mesti melewati lorong sepanjang enam meter dan naik tangga karena ruang baca ada di lantai dua.


40% bagian perpustakaan berdinding kaca. Selagi membaca kita bisa mengamati pemandangan. Namun, karena bawah perpustakaan adalah sport center tentu saja pemandangannya adalah pengunjung hotel yang sedang berolahraga. Di ujung paling belakang terdapat tiga komputer yang bisa digunakan pengunjung perpustakaan untuk mengakses internet. Tiap pengunjung diberi waktu 30 menit memakai komputer-komputer tersebut. Bagian depan ada sofa-sofa yang memanjakan pengunjung karena sangat empuk. Jika anak sekolah atau peneliti berkunjung, mereka bisa berdiskusi di situ.


koleksi perpustakaan terlalu sedikit dan terlalu umum menurut saya. Lebih banyak majalah dan koran. Tapi itu wajar sebab mayoritas pengunjung hotel pasti ingin berlibur dan mereka butuh bacaan ringan yang tidak terlalu tebal. Saya beruntung menemukan buku Forrest Gump dan buku-buku karya Sekar Ayu Asmara : Doa Ibu dan Pintu Terlarang. Selebihnya? tidak tertarik. Suami saya yang malah tertarik dengan buku-buku di sini. Dia mengambil beberapa buku. Salah satunya Dahlan Iskan juga manusia, kisah keseharian Dahlan Iskan sewaktu menjabat pimpinan redaksi Jawa Pos. Saya malah tertarik dengan dua majalah femina dan kartini yang bercover Dian Sastrowardoyo hehehe...
Makin siang ruang perpustakaan makin panas. Sinar matahari langsung masuk efek dari dinding kacanya. Sayang, di sini hanya ada satu pendingin ruangan padahal ruangan lumayan luas. Mungkin baiknya perpustakaan membuat jadwal buka di sore hari juga atau menempatkan perpustakaan bersebelahan dengan lobi agar pengunjung tak kelelahan mengingat letaknya di ujung paling belakang kawasan hotel.

Kamis, 09 Agustus 2012

Perfume : Obsesi Aroma Perawan

Penulis             :           Patrick Suskind
Penerbit           :           Dastan Books
Cetakan           :           keenam, Agustus 2006
Tebal               :           423 halaman
ISBN               :           979397205x

Patrick Suskind rupanya harus bertanggung jawab terhadap membekasnya Grenouille di kepala orang – orang sehingga novel ini terjual sampai lebih dari 15 juta kopi. Dituturkan dengan amat pintar menjadikan kisah pembunuhan tidak melulu tentang balas dendam dan perebutan harta. Mengambil latar Paris tahun 1800-an, Perfume menggambarkan sedikit penderitaan rakyat saat pemerintahan monarki absolut berkuasa. Penamaan tokoh utama Grenouille, mengingatkan kita pada alat eksekusi yang terkenal waktu revolusi Perancis yaitu Guillotine, semacam alat pancung yang membunuh 40.000 orang termasuk Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette. Nama Guillotine diambil dari nama Joseph Ignace Guillotin (1738 – 1814), orang yang pertama kali menyarankan alat ini sebagai alat eksekusi. Mungkin inilah inspirasi Suskind sehingga tahun lahir Grenouille di cerita sama dengan tahun lahir Joseph Ignace Guillotin

Dikisahkan Jean Baptiste Grenouille lahir dalam keadaan tidak menyenangkan, berada di kedai ikan kotor dan bau busuk, sang ibu sama sekali tidak mengharapkan kehadirannya hingga saat keluar dari rahim, ibu berhasrat membunuh bayi Grenouille tetapi gagal kemudian dia dititipkan di rumah Madam Gaillard karena ibunya tervonis hukuman mati mengaborsi lima bayi. Grenouille remaja tumbuh menjadi sosok yang misterius, enggan bergaul dengan orang lain, dan paling penting dia menyadari hidungnya istimewa. Mampu membau daun jatuh lalu menebak asal tanamannya atau membau orang yang berada di ujung jalan sekalipun. Suatu hari, dia mencium aroma susu dan sutra secara bersamaan. Membuatnya mabuk. Ternyata aroma tersebut timbul dari seorang perempuan belum menikah alias perawan. Saking tergila – gila, dia bermaksud “menangkap” aroma tersebut untuk dijadikan wewangian. Berhasilkah Grenouille?

Sebagai novel fiksi thriller, Suskind berhasil membuat pembaca tegang dari awal hingga akhir. Bidang ilmu sejarah yang dipelajari penulis adalah salah satu faktor penunjang kelihaian menggambarkan situasi dan tingkah laku tokoh utama maupun tokoh penunjang di era Revolusi Perancis. Pembangunan karakter digambarkan secara kuat melalui dialog dan deskripsi perlakuan tokoh pada lingkungan sekitar seperti di halaman 46, ada petikan Sejak hari pertama ia datang, kehadirannya sudah membawa atmosfir mencekam. Yang termuda di antara mereka bahkan kerap menangis saat malam. Yang lain bermimpi seperti ada yang hendak mencuri nafas mereka. Deskripsi tersebut membantu kita menyelami karakter Grenouille yang dingin dan kejam. Tepat jika Library Journal menganggap Perfume sebagai koleksi kesusastraan penting.

Perfume telah diangkat ke layar lebar menjadi masterpiece sutradara Tom Tykwer dan diterjemahkan dalam bentuk skenario oleh Andrew Birkin. Sementara Grenouille diperankan Ben Whishaw yang cukup “sakit” memainkan adegan demi adegan. Beberapa bagian di novel yang saya kira sulit dituangkan secara audio visual mampu digarap mendekati sempurna. Keunikan Suskind lainnya adalah menangkap mitos sederhana bahwa orang dengan kemampuan indera keenam hanya akan membawa sial dan kematian. Ini merupakan bumbu cukup lezat bagi kisah Grenouille yang menyeramkan.
Sebagai sebuah karya manusia biasa tentu tak luput dari kekurangan. Suskind terkesan terburu-buru mengeksekusi nasib Grenouille sehingga pembaca akan merasa aneh dengan kisah hidup tokoh yang berliku dan mengejutkan namun memiliki ujung hanya seperti itu. Terlepas dari kekurangan, Perfume adalah alternatif bacaan yang memeras emosi, jenius, dan membuat anda penasaran hingga akhir.

resensi saya yang ini bisa juga anda temukan di : http://pijarpustaka.wordpress.com

KOMUNITAS TIONGHOA DI SURABAYA


Judul:Komunitas Tionghoa di Surabaya
Penulis:Andjarwati Noordjanah
Penerbit: MESIASS
Cetakan:1, Maret 2004
Tebal:xviii + 139 halaman
ISBN :979 96911 41

Etnik Tionghoa selama ini dipandang memiliki citra buruk karena sistem sosialnya yang tertutup, berorientasi keduniawian dan enggan bergaul dengan lingkungan sekitar. Siapa sangka bahwa citra itu bukanlah keinginan mereka tapi bentukan semasa penjajahan Belanda. Kebijakan wijkenstelsel pada zaman kolonial yang melokalisasi pemukiman etnik Tionghoa merupakan titik awal tumbuhnya ekslusivisme di kalangan etnis Tionghoa. Kemudian, ketika kita mengulas kembali sejarah 10 November 1945, mungkin di benak kita hanyalah cerita peperangan antara pribumi Surabaya dengan Belanda padahal ada kaum lain, utamanya Tionghoa terlibat dalam peristiwa penting tersebut yang membawa Surabaya menjadi daerah berdaulat seperti sekarang.

Komunitas Tionghoa di Surabaya awalnya merupakan skripsi milik penulis untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Sastra di jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan telah diujikan pada awal 1998 lalu oleh Masyarakat Indonesia Sadar Sejarah (MESIASS) diterbitkan sebagai buku awal tahun 2004. Memaparkan tentang perjuangan kaum Tionghoa hidup di Surabaya dari masa penjajahan Belanda hingga kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsa pendatang, Belanda menetapkan orang-orang Timur Asing yaitu orang Melayu, Arab, India, dan Tionghoa pada lapisan kedua dalam sistem pelapisan masyarakat. Di bawah orang – orang Belanda dan Eropa lain dan di atas lapisan terendah yaitu orang – orang Indonesia asli. Sehingga berpengaruh juga terhadap sistem pemerintahan kota. Hal tersebut menimbulkan kecemburuan sosial dari pihak pribumi Surabaya.

Seperti skripsi pada umumnya, di bab I yaitu pendahuluan, Andjarwati menuturkan tiga persoalan yang perlu dijawab untuk penelitiannya. Pertama, apakah pergantian kekuasaan yang terjadi di Indonesia mempengaruhi kondisi masyarakat Tionghoa di Surabaya? Kedua, mengapa pemerintah yang berkuasa di Indonesia selalu menerapkan kebijakan yang berbeda terhadap masyarakat Tionghoa? Ketiga, apakah peristiwa pemogokan penduduk Tionghoa di Surabaya muncul sebagai manifestasi dari endapan permasalahan di dalam golongan Tionghoa yang berkepanjangan dan tanpa adanya keterlibatan dari penguasa, atau apakah ini akibat dari penerapan kebijakan politik penguasa terhadap minoritas Tionghoa di Indonesia pada masa itu? Pertanyaan – pertanyaan itu lalu dijelaskan pada bab selanjutnya dalam buku ini.

Andjarwati dengan rinci menggali berbagai sumber sehingga kisah – kisah kemerdekaan mengikutsertakan peran Tionghoa yang tidak kecil, dapat mengubah pandangan miring masyarakat kita terhadap etnis Tionghoa. Tidak banyak yang tahu bahwa penderitaan akibat meletusnya perang 10 November 1945 bukan saja dialami warga pribumi namun juga warga Tionghoa. Mereka kesulitan memperoleh bahan makanan, perampokan meningkat, dan tindakan perkosaan seringkali dilakukan para serdadu Gurkha (serdadu Sekutu) terhadap gadis – gadis Tionghoa. Selain itu mereka juga mengalami konflik antar golongan Tionghoa totok dan Tionghoa peranakan.

Pada bab IV dijelaskan secara rinci kehidupan Tionghoa di Surabaya mulai saat pemerintahan kolonial Belanda, orang – orang Tionghoa dilarang menghilangkan ciri khas dan tanda fisik yang melekat pada dirinya. Kuncir panjang (thauwcang) yang dikepang rapi dan dililit dengan pita merah serta harus mengenakan pakaian khas Tionghoa. Jika melanggar maka mereka telah dianggap melakukan tindak kriminal dan dikenai sanksi hukuman. Peraturan lain adalah passenstelsel, yang mengharuskan orang Tionghoa membawa kartu pass jalan jika mengadakan perjalanan keluar daerah. Serta berbagai kebijakan yang membuat etnis Tionghoa tertekan.

Kemudian, pada zaman penjajahan Jepang mereka lebih tertindas karena beberapa warga Tionghoa dipaksa masuk kesatuan Keibotai (pertahanan sipil milik Jepang dengan anggota khusus etnis Tionghoa). Parahnya, sebagai penghibur tentara Jepang, warga Tionghoa harus menyediakan perempuan dari kalangannya. Setelah proklamasi, Tionghoa mulai terpecah menjadi pendukung republik dan anti- republik, komunitas Tionghoa lama bangkit kembali bahkan kaum ini memberikan pelayanan medis bagi semua kalangan korban perang. Sungguh, perjuangan besar warga Tionghoa demi kemerdekaan menikmati hidup di tanah Indonesia. Namun, terkadang sikap warga kita sangat acuh bahkan cenderung membenci sehingga timbul banyak kontroversi.
Kontroversi bahkan bertubi – tubi menimpa Tionghoa yang bermukim di daerah pusat pemerintahan dan perekonomian. Selain pendiskriminasian yang diceritakan dalam buku “Komunitas Tionghoa di Surabaya”, ada peristiwa rasial lain terkait etnis ini. Seperti peristiwa Bandung 1963 terdapat kerusuhan anti suku peranakan Tionghoa terbesar di Jawa Barat. Awalnya, terjadi keributan di kampus Institut Tehnologi Bandung antara mahasiswa pribumi dan non-pri. Keributan berubah menjadi kerusuhan yang menjalar ke mana-mana, bahkan ke kota-kota lain seperti Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Medan. Pekalongan, 31 Desember 1972 terjadi keributan antara orang-orang Arab dan peranakan Tionghoa. Awalnya, perkelahian yang berujung terbunuhnya seorang pemuda Tionghoa. Keributan terjadi saat acara pemakaman. Medan, 12 April 1980 sekelompok mahasiswa USU bersepeda motor keliling kota, sambil memekikkan teriakan anti suku peranakan Tionghoa. Kerusuhan itu bermula dari perkelahian. Surabaya, September 1986 pembantu rumah tangga dianiaya oleh majikannya suku peranakan Tiong Hoa. Kejadian itu memancing kemarahan masyarakat Surabaya. Mereka melempari mobil dan toko milik orang-orang Tionghoa.
Miris. Mengingat negara kita adalah negara yang ber-bhineka tunggal ika. Sepatutnya menghargai perbedaan. Mereka memang bukan Indonesia asli tapi perjuangan mereka adalah untuk kemerdekaan Indonesia lepas dari penjajahan. Mereka rela meninggalkan negara asal dan mengorbankan harta serta nyawa di sini. Makin maraknya kekerasan terhadap Tionghoa setelah tahun 1966 mungkin disebabkan faktor pemerintah yang sedang berkuasa. Pada saat itu Tionghoa diduga adalah antek – antek pemerintahan orde lama yang menerapkan sistem nasionalis komunis. Ketakutan pemerintah orde baru menimbulkan tindakan – tindakan berlebihan sehingga jatuh korban tidak bersalah. Seperti kita tahu pada masa itu demokrasi tidak berjalan sempurna. Sedikit saja sindiran atau penentangan akan dianggap pengikut orde lama (komunis). Pada akhirnya orde baru dapat ditumbangkan oleh mahasiswa tahun 1998 dan digantikan pemerintah reformasi. Kemudian tahun 2004, saat mantan presiden Abdurrachman Wachid memimpin timbulah kebijakan menjadikan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional. Ini disambut baik oleh warga Tionghoa. Mantan presiden Abdurrachman Wachid sadar betul Tionghoa yang tinggal di Indonesia adalah bagian dari rakyat. Mereka mungkin tidak lahir di Indonesia tapi kontribusi mereka besar.

Hal tersebut pada akhirnya menjadi latar belakang penerbit merasa wajib merekomendasikan buku “Komunitas Tionghoa di Surabaya” sebagai buku acuan sejarah untuk mempelajari bagaimana sebenarnya kehidupan masyarakat Tionghoa bahkan sebelum Indonesia merdeka. Beberapa fakta mengejutkan dan aktual dapat kita temukan. Penceritaan dari dua sudut pandang yaitu sudut pandang warga Surabaya dan warga Tionghoa bisa memberikan pandangan obyektif.

Pemberian catatan kaki berupa keterangan tambahan dan buku pendamping dari peristiwa yang dimaksud dalam tulisan mempermudah kita mempelajari lebih lanjut kebenaran data yang dipaparkan penulis. Buku ini juga disertai tabel jumlah penduduk kota Surabaya dan jumlah penduduk Tionghoa di Surabaya agar dapat dibuat perbandingan sehingga dapat memberi gambaran seberapa besar kontribusi warga Tionghoa terhadap kota Surabaya. (Hanifah N. Wardani)

resensi saya tentang buku ini bisa juga ditemui di : http://dbuku.wordpress.com/

Guru Profesional Perspektif Siswa Indonesia


Penerbit : AM Publishing
Cetakan : Juni 2012
Tebal : 226 hlm

Istilah guru menurut KBBI adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Namun sebenarnya, istilah guru bermakna luas yaitu siapa saja yang berhasil menularkan ilmu kepada orang lain sehingga bermanfaat. Jika menilik hanya pada pengertian dari KBBI, semestinya kesejahteraan guru tak perlu diragukan karena profesi mengajar punya tingkat kesulitan cukup tinggi. Dia harus berpengetahuan lebih terhadap suatu bidang dan mampu mengkomunikasikan pengetahuan tersebut secara gamblang ke orang lain. Faktanya, profesi dengan tingkat kesulitan cukup tinggi ini dihargai beberapa rupiah saja, kalah dengan penghasilan para pegawai swasta yang sudah pasti lahir dari tangan guru.


Tidak heran kemudian banyak kasus guru mangkir dari jadwal mengajar, penyampaian materi yang tidak tepat sasaran sampai korupsi uang buku. Semakin lama semakin sulit ditemukan sosok guru berdedikasi. Mereka lebih berkonsentrasi pada jumlah jam mengajar dibanding hak anak didik menerima materi sejelas-jelasnya. Pengertian guru profesional pun rancu, apakah mereka yang punya jam mengajar lebih banyak ataukah yang sedikit namun bisa membuat anak didik cepat paham?


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menangkap polemik ini dan menyajikan solusinya dalam perspektif siswa. Siswa adalah penerima manfaat langsung dari upaya peningkatan profesionalitas guru. Lima puluh karya terbaik dari 370 karya peserta Lomba Menulis Inspiratif "Jika Aku Menjadi Guru Profesional" tersaji dalam buku ini. Beragam pemikiran cerdas muncul. Misal tulisan karya Evi Sofia Inayati, dia mengibaratkan guru profesional harus seperti Facebook, memiliki fitur Home, Update Status, Add As Friend, Like & Comment. Penjelasan masing-masing akan membuat pembaca kagum karena tak pernah terpikir facebook ada hubungannya dengan keprofesionalitasan mengajar. Layak jika dia memenangi Lomba Menulis Inspiratif 2012.


Simak juga penuturan Anninda Mughniy Rahayu tentang Alex Lasi, guru di Kupang yang harus menempuh perjalanan 12 km menuju sekolah menggunakan alat transportasi seadanya. Serta cerita tentang Mahfud Aly, seorang guru dengan semangat mengajar super mampu memotivasi anak didik hingga bersemangat untuk belajar. Mungkin terkesan subyektif karena dua contoh guru tersebut kurang dikenal banyak orang. Tapi contoh mendetail seperti itu malah lebih memudahkan pembaca mencari sosok guru profesional menurut siswa.


Di bagian depan dan akhir juga terdapat esai dari petinggi Universitas Muhammadiyah, mereka memberi gambaran guru profesional dengan versi masing-masing. Cocok digunakan sebagai buku panduan bagi para pengajar yang sedang menemui kesulitan bagaimana menjadi idaman siswa. Semoga hadirnya buku ini bisa memunculkan guru-guru profesional yang akan mencetak generasi cemerlang

A CUP OF TEA FOR COMPLICATED RELATIONSHIP

Saya suka teh sejak kecil. Tiap sarapan bukan susu yang dicari tapi secangkir minuman kemerahan dengan aroma mirip daun basah karena embun. Kadangkala hanya meneguk satu kali kepala saya bisa lepas dari tegang. Seperti kemarin, saya minum teh bersama 20 wanita cantik nan tegar. Mereka punya pilihan rasa berbeda. Saya mengamati obrolan mereka tentang hubungan rumit. Sepuluh menit pertama mereka membicarakan cinta dalam perbedaan. Mpok Mercy mengawali acara minum teh sore itu bercerita mengenai Ega, teman kerjanya. Mereka saling mencintai dan mengakhiri hubungan karena "mereka tidak bisa berpindah agama hanya karena mereka ingin saling memiliki. CintaNya terlalu agung untuk dipermainkan"

Hati saya tersentuh terutama kalimat perpisahan Ega "Tetaplah tersenyum, walau bukan dengan saya lagi". Saya tidak ingin terburu-buru menghabiskan teh dan berlalu. Cerita mereka terlalu berharga dilewatkan. Saya mulai penasaran. Kemudian Ririe Rengganis mengajari saya untuk tidak ingkar janji dengan berdoa "Tuhan, ajari kami setia di antara orang-orang yang tidak setia pada janji mereka."

Saya tersentak. Perbedaan agama ternyata tidak membuat mereka goyah. Tuhan mencintai mereka dengan cara-Nya. Begitu pula mereka dengan cara masing-masing. Obrolan semakin jauh dan dalam. Bahwa jodoh memang ditentukan Tuhan namun segala keputusan ada di tangan kita.

Berkali-kali saya harus meneguk teh mendengar cerita mereka. Hubungan rumit karena cinta segitiga, cinta sesama jenis, bercinta dengan pria posesif, menjadi istri simpanan atau perjalanan menuju gerbang pernikahan yang berliku. Teh saya mulai dingin namun tetap nikmat. Mereka membuat teh saya memiliki aneka rasa. Saya semakin mencintai teh. Ingin terus menyicip racikan istimewa suguhan mereka. Entah apalagi yang ingin disampaikan. Mereka membuat saya, dan para wanita nan jauh di sana akan merasa nyaman duduk menikmati teh mendengar cerita mereka. Merasa tidak sendirian mengalami hubungan rumit.

Saya ingin berpesan, seandainya anda bertemu mereka di toko buku : A cup of tea for Complicated Relationship
Segera bawa ke rumah
seduhkan teh hangat lalu dengar kalimat-kalimat indah dari bibir mereka.

*semacam review
tidak sebanding dengan cerita-cerita menakjubkan dalam buku ini

CEMBURU ITU PELURU


Harga : sekitar 30-40 ribu.
Ukuran : 20 cm
Tebal : 160 halaman
Cetakan : Kedua, Juli 2011
Penulis : Erdian Aji, Novita Poerwanto, Kika Dhersy Putri, Andi Tantono, Oddie Frente
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cemburu itu Peluru. DOR. Mati.

Apa yang ada di pikiran anda membaca rangkaian kata diatas? Bingung? Penasaran? Merasa aneh? Setelah flash fiction hadir berupa cerita fiksi sepanjang 100-500 kata. Generasi selanjutnya adalah fiksi mini, karya sastra akibat munculnya social media twitter. Fiksi mini menuntut penulis menceritakan sesuatu secara singkat, jelas, padat dalam 140 karakter namun diharapkan tetap memiliki konflik dan latar kisah yang luas. Pada awalnya, fiksi mini adalah status-status di twitter yang beralur dan bersifat fiksi. Kemudian, Agus Noor, Clara Ng, Eka Kurniawan, Salman Aristo menjadikan fiksi mini sebagai komunitas. Buku "Cemburu itu Peluru" (CIP) merupakan bukti eksistensi karya sastra fiksimini. Jangan bayangkan satu halaman buku hanya diisi 3 sampai 4 kalimat seperti rangkaian kata di atas. Setiap fiksi mini dari masing - masing penulis telah ditambahi cerita pendek sepanjang satu sampai dua halaman. Total ada 98 fiksi mini dikembangkan menjadi cerita pendek.

Siapkan secangkir kopi, karena sewaktu-waktu anda bisa mengernyitkan dahi kebingungan atau tertawa terbahak-bahak karena kumpulan fiksi mini ini membahas beragam tema mulai ketuhanan hingga cinta. Cara bertutur paling menonjol dan tidak biasa ditunjukkan Erdian Aji. Pada halaman 156 dia banyak menulis tanda titik (....................) diakhiri hanya dengan dua kalimat : "TAK ADA UJUNGNYA. Cinta tanpa komitmen." Ia menyadari bahwa menulis adalah kegiatan merdeka yang tak perlu dibatasi aturan penulisan agar imajinasi pembaca dapat ikut bebas menafsirkan karyanya. Berbeda dengan Kika Dhersy lebih memilih jalur "thriller" untuk mengekspresikan diri. Di ujung cerita ada sesuatu yang mengejutkan, seram, penuh tanda tanya.

Saya suka cover depan buku ini. Gelas kaki berisi cairan berwarna merah entah sirup atau anggur yang ditembak tepat di tengah sehingga isi gelas terburai teratur tanpa menyisakan noda di lantai. Seperti mengatakan "hei, inilah kami penulis fiksi mini yang merdeka tapi tidak sembrono dalam berkarya." Buku ini dilengkapi CD film berdurasi 5-6 menit visualisasi dari 9 fiksi mini. Saya belum menemukan kelemahan yang fatal dalam buku ini. Cemburu itu peluru merupakan alternatif bacaan untuk Anda yang menginginkan kesegaran dunia sastra modern.

BERAPA HARGA CINTAMU?

Genre: Literature & Fiction
Author: Cepi Komara (Ceko Spy)
 RATING : 2,5 OF 5
 
Nama : Ceko Spy. Ternyata singkatan dari Cepi Komara yang suka dengan Spiderman. Menulis cerpen sejak SMP. Bahkan kelas 5 SD sudah menciptakan lagu. Terinspirasi membuat puisi dari berbagai kejadian sehari – hari. Pernah menulis puisi “bertemu dengan Suryani lagi” karena Suryani adalah cinta monyetnya dan Ceko merasa bersalah mengganggu sampai membuat si gadis menangis. Tapi kemudian kita akan dibuat tertawa membaca kisahnya dalam pembuatan puisi O… cinta karena begitu banyak istilah tersembunyi. Inilah, buku antologi puisi unik. Keunikannya terdapat pada “Fakta di balik Puisi” yang terletak di bagian akhir. Kita bisa tahu cerita-cerita penulis saat membuat puisi hingga terkumpul menjadi satu dan diberi judul “Berapa Harga Cintamu” (BHC). Entah “Fakta di balik Puisi” disebut pemborosan atau kelebihan buku. Memang jika ditilik lagi, penulis mestinya bisa meringkas cerita – cerita tersebut dalam 4 atau 5 halaman dan akan berpengaruh terhadap harga jual. Tahun 2005, sebuah buku apalagi buku puisi harga Rp 22.500 sudah tergolong mahal. Hanya mereka yang menjadi penggemar Ceko akan rela merogoh kocek lebih. Selain harga, kendala terletak di sampul atau cover, latar ungu cukup manis disertai gambar wanita berjilbab tapi warna hurufnya kenapa juga ikut-ikutan ungu. Kurang atraktif. Lebih jreng tulisan “Berapa Harga” mengikuti warna “Cintamu”. Merah. Menarik mata setiap pengunjung toko buku.

Kalau cerpen terbagi dua jenis, cerpen dengan bahasa kiasan, mendaki - daki dan cerpen pop yang bahasanya lebih membumi, mungkin puisi juga bisa seperti itu. Puisi - puisi Ceko termasuk golongan ringan. Tidak ada yang salah. Menarik malah. Ceko yang masih 18 tahun menemukan aliran tersendiri. Remaja seusianya tentu menikmati puisi miliknya. Diksi – diksi lucu. Cenderung seperti lirik lagu. Remaja bisa menemukan puisi bukanlah sesuatu yang berat dipahami. Coba tengok puisi berjudul Rasa Cinta

Cinta berasa manis,
Jika kekasih berpuitis dan romantis
Hubungan pun kan berlanjut lebih harmonis

Cinta terasa kecut,
Bila kekasih mendadak jadi pengecut
Ragu dan takut membuat asmara tak terajut.

Ceko sangat kreatif memainkan diksi. Remaja yang membacanya mungkin akan meniru kata – kata dalam “Rasa Cinta” sebagai pemanis SMS dikirim ke kekasih atau orang – orang terdekat. Padahal dia sedang tidak merasa jatuh cinta saat menulis ini. Justru bad mood. Apa yang dikerjakan Ceko merupakan tantangan. Bagaimana membuat puisi indah agar menang lomba namun suasana hati tidak mendukung. Sebagai penulis, dia mampu menempatkan diri dan mengelola pikiran layaknya orang sedang kasmaran.

Yang satu miskin, yang satu melarat/ yang satu hitam, yang satu gosong/ yang satu jelek, yang satu ancur//
Yang satu sok gaul, yang satu sok ngartis/ yang satu egois, yang satu sinis/ yang satu bodoh, yang satu tolol//

Itu adalah petikan puisi lainnya berjudul Dua Sahabat. Ceko benar – benar mendobrak aturan. Kebanyakan remaja menulis puisi untuk sahabat tentu diambil sifat – sifat terbaiknya, mengingat kenangan indah. Namun, dia malah menunjukkan kedekatan dengan mengolok – olok yang sifatnya bercanda. Dia menggunakan olok – olok karena sang sahabat adalah teman paling mengerti saat penulis kesusahan.

Masih ada 43 puisi dalam “Berapa Harga Cintamu” yang bisa membuat pembaca tertawa, merasa syahdu, hampa, sedih, dll. Cocok diberikan sebagai kado orang terkasih. Maka seperti kata penerbit Menulis bukan hanya ekspresi, aktualisasi diri, atau berkontribusi untuk masyarakat. Lebih dari itu, menulis adalah belajar memaknai hidup, juga belajar mendidik diri. Ceko telah membuktikannya. (Nila Wardani)

KANTRING GENJER-GENJER

 
Genre: Literature & Fiction
Author: Teguh Winarsho AS
RATING : 3,5 OF 5
 
Salah satu novel yang mengangkat kisah sejarah sebagai cerita sentral. Novel setebal 120 halaman berlabel "dari kitab kuning sampai komunis" ini membawa saya mengarungi konflik agama berlanjut pada konflik berlatar belakang politik.

Diceritakan tokoh "aku" berdialog dengan ibu yang telah meninggal tentang Ki Sangir, pimpinan kelompok Abangan sebagai gerakan yang berusaha menyuburkan budaya spiritual di Jawa bersengketa dengan kelompok Ki Barnawi yang menjunjung tinggi Islam atau bisa dikatakan kelompok santri.

Pada bab ke V Teguh secara lugas memunculkan teks lagu genjer - genjer yang murni sebagai produk budaya ternyata malah menjadi senjata menuduh setiap orang yang hapal lagu itu sebagai antek - antek komunis.

Pada bab sama juga terdapat percakapan tokoh Lasmi dan "Aku" bertutur tegas tentang sejarah "lubang buaya" serta tuduhan kudeta oleh dewan jendral.

Untuk yang suka sejarah, novel ini layak dibaca memberi satu bingkai pemikiran tentang keadaan daerah Banyuwangi paska penjajahan Jepang dan isu - isu PKI.

NYONYA JETSET

Genre: Literature & Fiction
Author: Alberthiene Endah 
 RATING : 4 OF 5
 
Roosalin mengalami cinta pada pandangan pertama dengan Edwan Krisantono, putra konglomerat. Segala kemewahan mulai dari istana Pondok Indah, baju bermerk, mobil mewah, pembantu dimana - mana membuat wanita tersebut merasa bagai Cinderella.

Namun, bulan - bulan berikutnya nampak jelas pernikahan yang mereka lakukan adalah kesalahan. Roos dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya seorang psikopat, mertuanya dingin seperti robot, dan apa yang ada di otak mereka hanyalah materi. Jatuh bangun Roos mesti menghadapi semua sendiri karena salah mengartikan perasaannya ke Edwan.Karena itu memang bukan cinta.

Hiks! Entah siapa yang diceritakan Miss AE dalam novel ini tapi sangat sedih. Heran, bagaimana caranya tegar seperti Roos. Atau memang miss AE mempunyai kekuatan meluluhkan orang lewat kata - kata sampai saya tersentuh waktu Della, sahabat Jetset Roos, bertemu kedua anaknya atau saat Roos mengantar Edwan rehabilitasi karena terjerat narkoba.

Oh ya alasan lain saya memilih buku ini karena covernya baguuuus! Eh, jangan salah cover penting lho meningkatkan minat baca. Beda sama novel terdahulu Miss AE yang kebanyakan kartun. Recommended to read!

I LOVE MY BOSS

Genre: Literature & Fiction
Author: Alberthiene Endah
 RATING : 3 OF 5
 
Salahkah bila sekretaris naksir bosnya sendiri? Semua orang menyikapi itu dengan pandangan menghina, Tapi apa salahnya jika keadaan itu ditinjau dari cinta sepasang manusia.

Karina Dewi mendapat panggilan dari sebuah Event Organizer untuk menjadi sekretaris direktur, Rene Natalegawa. Pria tampan, cerdas, karismatik yang berada dalam ambang perceraian. Tiap jam lima sore sang boss curhat masalah rumah tangga. Permintaan konyol seperti minum kopi dari cangkir yang diperiksa gagang dan pantatnya, roti floss yang tidak boleh penyok, itu semua malah mendekatkan Karin secara emosi hingga timbul perasaan suka. Sisi lain, Mariska, istri boss meminta Karin menjadi mata – mata suaminya.

Saya menyukai cerita ringan yang disuguhkan Alberthiene Endah pada novel ini. Bicara fakta dimana wanita susah memakai logika kalau perasaan sudah berbicara. Sebagai seorang penulis terkenal, ia tidak memakai istilah berat yang memaksa kita membaca berulang – ulang agar mengerti artinya. Tokoh– tokoh pelengkap seperti Diandra, Lucia, Artha, Pipit, Wieke beserta konflik masing – masing membuat cerita tidak monoton. Sangat menghibur. Mungkin benar Miss AE adalah penyihir kata-kata. Namun, saya agak bingung dengan perubahan kata ganti orang yang digunakan Miss AE. Pada prolog memakai saya – anda, tapi di tengah novel menjadi saya – kamu (hal 187).Overall, saya mendapat pelajaran tidak semua harapan akan terwujud jadi persiapkan diri untuk jatuh dan jangan cepat luluh menghadapi pria tampan dengan jabatan direktur atau boss karena akan membawa anda ke masalah rumit. Watch out! (direktur mana coba Han yang mau sama elo *sigh*)

KEMBAR KEEMPAT

 Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Sekar Ayu Asmara
 RATING : 4 OF 5
 
Bercerita tentang kembar tiga bernama Bhara, Bhadra, Bhajra Pusponegoro. Bhara, seorang penyanyi. Bhadra, penulis lagu. Bhajra, sutradara film dokumenter.

Di belahan bumi lain, tepatnya di Manhattan, New York tinggal Axena, supermodel asal Indonesia. Dia nyaris mencapai kesempurnaan hidup karena memiliki harta, karir cemerlang, orang - orang tersayang termasuk kekasihnya Merav. Ternyata hari esok memang bukan milik manusia. Merav dan Axena tidak bisa bersatu. Selama hampir lima tahun kesedihan menyelimuti.

Beranjak ke Turki, Havana, seorang fotografer handal bekerja pada kepolisian Istanbul. Spesialisasinya memotret mayat yang meninggal karena bunuh diri. Saat melihat pameran lukisan dia bertemu Yilmaz. Havana meyakini lelaki itu jodohnya. Namun, hidup tak lepas dari kebohongan. Kebenaran pahit membuat mereka berpisah. Havana mulai tidak percaya cinta.

Ciri khas Sekar Ayu Asmara membuat cerita dengan ending mengejutkan juga hadir dalam novel ini. Havana, Axena, Bhara, Bhadra, Bhajra mempunyai masa lalu kelam disebabkan orang tua masing - masing. Kembar keempat-lah yang akan menjelaskan semua. Siapakah kembar keempat?

Sejak karyanya diangkat ke layar lebar seperti Belahan Jiwa, Pesan dari Surga, terakhir Pintu Terlarang. Saya menjadikan Sekar Ayu Asmara sebagai novelis favorit. Meski di Indonesia nama wanita ini belum terkenal karena pembaca Indonesia rata - rata kurang menyukai genre dark-abstrak yang disajikannya. Untuk segi bahasa dan plot novel Kembar Keempat lebih buruk dibanding Pintu Terlarang. Tapi cukup menghiburlah.

"Anak kembar tidak boleh terpisahkan, karena bisa menimbulkan bencana."

CURHAT SETAN

No. ISBN : 9797803732
Penulis : Fahd Djibran
Penerbit : GagasMedia
Tanggal terbit : November – 2009
Jumlah Halaman :172
Harga Buku : Rp 28.000
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi(L x P) :130×190mm
Text Bahasa : Indonesia
RATING : 5 OF 5

Kau sedih hari ini? Kecewa tahun ini? Tenanglah. Tarik Napasmu. Keluarlah. Di luar sana, banyak yang lebih kecewa dan menderita darimu, tetapi mereka masih punya harapan. Tataplah bintang - bintang. Tatap hari esok. Dan, bacakanlah mantra sederhana ini : star light, star bright/ first star I see tonight/ Wish I may, wish I might / have the wish I wish tonight (hal 90-91)

Terima kasih telah mengingatkan bahwa hidup adalah harapan. Bukan cuma saya, kamu, mereka tapi semua orang memiliki harapannya masing - masing. Dan tentu saja ketika kita bersedih bahkan sampai taraf putus asa lalu memiliki pemikiran yang bermacam - macam tentang "Apakah Tuhan itu adil sehingga membiarkan saya bersedih seperti ini?" ingatlah bahwa masih ada yang lebih kecewa dan lebih menderita darimu, dari kita.

Di toko buku seminggu yang lalu, saya hampir kehabisan buku ini. "Tinggal 3 mbak, sebentar saya carikan" kata pramuniaga. Lima belas menit kemudian saya disodori buku berwarna putih dengan tepian merah berjudul Curhat Setan : Karena berdosa membuatmu selalu bertanya dan sempat tertawa mendengar percakapan pramuniaga itu dengan seorang temannya "Buku Curhat Setan? Setannya curhat apa? Yo opo carane yo? (bahasa Jawa : bagaimana caranya?)". Mungkin itu bentuk lain dari rasa penasaran seperti saya.

Melihat bagian belakang ternyata dikategorikan karya sastra. Saya sempat ragu untuk membaca sesegera mungkin karena kepala saya sangat pusing, pulang dari mall kehujanan takutnya akan semakin pusing membaca buku itu.

Membaca sampai halaman 39, curhatan tentang Desember malah membuat saya tak ingin menutup dan meneruskan membaca. Beberapa hal sangat begitu mengejutkan karena pembahasannya adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Merenung tentang kenapa saya pada akhirnya tak takut berbohong, bagaimana saya bisa jujur kalau orang di sekeliling saya sering berbohong? Tentang betapa rindunya dengan rumah ketika saya pergi dalam tempo yang lama. Tentang nafsu, peristiwa, waktu dan pada akhirnya menangis ketika membaca curhatan tentang harapan.

Buat Fachri sama Kayrena, ada cuplikan dari halaman 155 yang ada kaitan sama blog No definition-nya Fachri. Bagus deh!

kataku, Kau yang berkuasa atas segala sesuatu
katanya, Dia yang berkuasa atas segala sesuatu

kami jadi bingung

bolehkah aku
memanggilmu
tanpa namanama?

Puncaknya, kita disuguhi oleh curhatan si setan. Coba renungkan ketika kita salah. Siapa yang disalahkan? "Aku tergoda oleh setan", "Setan menggodaku."
Banyak alasan untuk mengkambinghitamkan sosok bernama setan. Padahal kita adalah pemimpin diri kita sendiri. Penasaran? Baca lengkapnya di buku ya... hehehe


VERONICA DECIDES TO DIE

Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Paulo Coelho
 RATING : 4 OF 5
 
Jika hidupmu terasa datar - datar saja, tidak "gila" dalam arti bebas berekspresi sesuai keinginanmu apa yang kamu lakukan?

Veronika memutuskan mati. Dengan meneguk pil tidur dosis tinggi ia mencoba bunuh diri karena merasa tak layak meneruskan hidup. Ternyata bukan surga atau neraka yang ditemui, Villete, sebuah rumah sakit jiwa. Di tempat itu ia malah menemukan hidupnya sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi 3 orang sakit jiwa dengan cerita masing - masing. Zedka, gila karena tak mampu meraih kasih tak sampainya. Mari, gila karena panic attack dan selama 40 thn lebih menjalani profesi sebagai pengacara, merasa muak dengan sandiwara kotor dunia hukum. Eduard, seorang putra diplomat divonis mengidap skizofrenia, hanya karena ingin mendalami seni lukis. O iya satu lagi tokoh penting di buku ini Dr Igor, kepala dokter yang menggunakan Veronika sebagai eksperimen untuk mengerjakan tesisnya.

Saya baru kali ini membaca buku Paulo Coelho *shy*
dan ternyata memang dahsyat apa yang disampaikan dalam novel ini. Paulo mempunyai pertanyaan yang sama dengan saya yaitu "Apakah sesuatu dianggap normal karena diikuti oleh mayoritas?"

Sikap yang bagaimana yang membedakan mana yang benar - benar normal dan mana yang gila?

Tidak ada jawaban pasti untuk itu. Kecuali jika kitab suci mengaturnya.

Paulo Coelho bisa membawa saya menuju sudut pandang berbeda tentang cinta dan kondisi sosial masyarakat yang ketika menyikapi perubahan yang tidak umum (karena tidak dilakukan mayoritas) selalu menganggap itu adalah hal buruk, gila, dan pemikiran negatif lain padahal belum tahu manfaat dan tujuan dari perubahan itu.
Paulo juga mengajak pembaca untuk menjadi orang yang tidak segan melakukan perubahan positif terhadap lingkungan. Jika itu benar dan kau yakin. Jangan ragu karena kau akan menjadi pioneer. Itulah yang saya tangkap dari buku ini.

Bacalah dan selamat Menggila!! :)

SUICIDE

Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Latree Manohara 
 RATING : 4 OF 5
 
Alarm 07.30
"Sengaja kupasang jam segitu, karena aku bukan butuh alarm untuk membangunkan aku."

Hidup ini membuatku terpana
"Saya lebih memilih menjadi saya. Serba kekurangan pada masa kecil, tapi tercukupi segala yang saya butuhkan sekarang."

Please deh, Cin...
"Aku tidak suka kau membanding - bandingkan diri seperti itu." kata Sam
"Itulah kenyataannya..."

Tiga dari cerpen favoritku yang ada di buku Suicide. Total ada 13 cerpen karya Latree Manohara. Belum banyak yang tau sosok penulis satu ini. Tapi aku langsung mengidolakan dia ketika membaca cerpen Genderuwo-nya di blog yang juga diterbitkan di salah satu media cetak. Melihat bukunya sempat terheran - heran karena covernya sangat minimalis. Tanpa desain yang neko - neko. Dan kemudian shock membaca satu persatu cerita yang dibawakan dengan gaya bahasa lugas, tanpa kesan lebih hebat dan cerdas di depan pembaca seperti kata mas Dwicipta. Shock karena ide ceritanya yang mendekati realita tapi alur ceritanya gak biasa. Baca ini kayak candu, gak bisa berhenti sampe abis.

SKETSA, THE ANTHOLOGY OF LOVE

Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: All artist in MULTIPLY 
 RATING : 4,5 OF 5
 
The Author : Alex, Ai Anthony Buanne, Rio Ichsan, Pepito, Malachi, Dhina, Yuya, Mr. Light, Chaos, Alei, TJ. Sudirman, Joe Ronald, Dillon, Rudy Prasetyo, Ugroseno, Uchie Embun, Ulay, Abe.

distribusi via 4shared and Rapidshare
Jumlah halaman : 105 halaman

Ini adalah kumpulan karya sastra dari temen - temen Multiply, ada 13 cerpen dan 5 puisi di dalamnya. Sebenernya udah lama e-book ini dipublish sekitar Februari 2009, tapi aku baru tau 2 hari lalu dari Alex, kebangetan deh!!!

Diawali dengan cerpen Seminggu cinta oleh Ai Anthony Buanne yang ringan dan menarik, mas Ai bisa membuat kita tertipu tentang tokoh - tokoh cerita di dalamnya.
Wedding Anniversary (Rio Ichsan), happy di awal dan memiliki ending yang mengejutkan.
Halcyon Yarra (pepito), mengajarkan kita untuk bertoleransi, dengan gaya bercerita menarik membuat kita ingin membaca dari awal sampai selesai.
Peach Tea (Alex), membacanya dibutuhkan ketelitian karena Alex mampu membuat kita bingung dan baru menemukan jawaban di akhir cerita, sangat cerdas.
Victim (Malachi), salah satu cerpen favorit, karena punya alur cerita yang bagus dan membuat penasaran hingga akhir
Girl from Tinian (Dhinacung), sejarah jepang dipadukan kisah percintaan. Sebagai orang awam Hani suka yang kayak gini karena bahasanya gak membingungkan.
Nafas terakhir (Yuya), ceritanya mengalir dengan pendeskripsian peristiwa yang bagus sehingga betah untuk membaca sampai akhir.
To Jakarta, To Love (Mr Light), ide cerita dan gaya bercerita menarik
IL nya pas Comparer A Vous (Chaos), terlalu banyak mendeskripsikan kejadian jadi sebagai orang awam agak bosan membacanya, tapi ide cerita top.
Aku, dia, dan mbak Yayu(Alei), apa yang kita cari bisa jadi datang dari orang yang kita duga, ide ceritanya nggak pasaran, seneng bacanya karena berhubungan dengan kejadian di sekitar kita.
Sahabat sahabat (Tj Sudirman), gak nyangka ternyata Edwin jadian ma sahabatnya sendiri. Gaya bercerita ringan sehingga gak bosen baca sampe akhir.
Elliot : Bu Mince kapan datangnya sih?!Lumutan Nih!! (Joe Ronald), huaaaah baca ini jadi inget skripsiku. Bikin ketawa inget perjuangan kami nunggu doping (dosen pembimbing) sangat menghibur.
Suwati (Dillon), kasian ma tokoh Suwatinya, ikut merasakan kesedihannya.

Puisi - puisi di e-book ini tanya (Abe), Akhirnya melepasmu(Ulay), Dansa terakhir (Uchie Embun Sari), pijar bara (ugro seno), cinta (rudy prasetyo) semua bertemakan cinta namun dengan bahasa yang indah tidak kuno dan tidak lebay.

Denger2 mau ada Sketsa part 2
Kapan?? kapan??
Can't Wait!!!

Yakin deh kalo emang jadi di publish di penerbit bakal menghebohkan dunia per-MP-an!!!
Hidup Multiply!!
Seneng akhirnya bisa belajar banyak dari karya - karya mereka.
Keep the good work guys!!! Smangat!!!

LOVE AT FIRST FALL

Category: Books
Genre: Entertainment
Author: Primadonna Angela  
 RATING : 2 OF 5
 
"Coba ya, jangan mikir pake logika. Karena sampe mampus pun ngebicarain cinta pake logika, gak akan nyambung." kata Maeve sahabat kecil Wulandari Safira.

Wulandari Safira, gadis kelas 2 SMA yang sama sekali belum pernah merasakan jatuh cinta jijik ketika melihat sahabat sekelasnya Trina dan Aileen jatuh cinta dengan cowok satu sekolahnya. Ndari berpikir bahwa tindakan mereka sangat lebay. Karena Ndari juga merasakan suka dengan teman kecilnya, Kevin tapi perilakunya biasa - biasa aja.

Kevin, Maeve, dan Ndari bersahabat sejak kecil namun kelas 3 SD Maeve harus pindah ke Den Haag Belanda bersama ortunya. Tanpa diduga orang tua Kevin merencanakan pesta pertunangan untuk Kevin dan Ndari. Mereka mau - mau saja karena tidak mau dicap sebagai anak durhaka.

Masalah timbul ketika Ndari berlibur ke Den Haag tempat sahabatnya Maeve. Di sana dia bertemu Steve dan merasakan Love at the first sight. Dia bingung karena statusnya adalah tunangan Kevin. Pada saat Ndari memutuskan untuk mencoba Bungee jumping dia merasa bisa menentukan pilihan yang tepat.

=======================================================

Ide cerita novel ini sudah sering dipakai di novel - novel lain : cewek tunangan/pacaran terus ketemu cowok laen akhirnya bimbang menentukan pilihan.

Yang bikin betah baca novel ini gaya bahasanya yang ringan dan menarik bisa membawa kita merasakan kegalauan tokoh - tokohnya.
Penggambaran setting tempat di Belanda juga bagus banget bikin aku pengen ke Belanda (bukan Paris lagi,,, doakan y!!)
Endingnya juga mengejutkan karena awalnya aku pikir novel ini sama seperti novel lain yang endingnya udah bisa ditebak.
Sebagai pengisi waktu luang (emang itu kan gunanya baca novel??) buku ini sangat menghibur dan membuatku cengar - cengir sendiri mengingat beberapa kisah cintaku yang agak lebay.

Must Read It!!!

THE GIRLS OF RIYADH

Category: Books
Genre: History
Author: Rajaa Al Saena







  
 RATING : 5 OF 5
 
Pertama ngeliat sampul bukunya aku gak tertarik karena terkesan berat tapi pas liat ada tulisan #INTERNASIONAL BESTSELLER dan PERINGATAN : KISAH NYATA DILARANG BEREDAR DI SAUDI ARABIA aku jadi penasaran seberapa bombastiskah buku ini dan ternyata memang mengejutkan mengubah pandanganku tentang gadis - gadis riyadh yang dalam pemikiranku gadis yang selalu taat beragama, patuh dengan aturan, selalu menjaga hubungan dengan lawan jenis.

Buku ini adalah kisah nyata perjalanan hidup 4 gadis yang merupakan sahabat penulis. Mereka adalah Qamrah, Michelle, Shedim, Lumais. Qamrah bersahabat dengan Shedim sejak kelas 2 SD kemudian masuk di sekolah yang sama sampai Sekolah menengah. Dan di kelas 2 Sekolah Menengah mereka bertemu dengan Michelle. Karena kendala bahasa Michelle yang berasal dari Amerika pindah sekolah ke sekolah yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan dia bertemu dengan Lumeis akhirnya mereka berempat menjalin persahabatan sampai masuk di Universitas yang sama.

Ketika memasuki kuliah inilah mereka mendapatkan konflik - konflik yang berkaitan dengan cinta dan ideologi masyarakat di Arab. Qamrah menikah pada semester pertamanya dengan Rasyid mahasiswa S2. Dia berpikir akan mendapatkan keluarga yang harmonis, anak - anak yang lucu, ternyata itu hanya bayangan karena Qamrah hanya mendapat perlakuan kasar, dingin, dan setiap selesai berhubungan intim Rasyid selalu meminta Qamrah meminum pil anti hamil. Dan akhirnya Qamrah pun tau bahwa suaminya telah selingkuh.

Michelle, gadis Amerika yang dianggap gadis nakal hanya karena mempunyai keturunan Amerika. Dia mempunyai adik angkat karena ibunya terkena penyakit kanker rahim dan tidak bisa menghasilkan keturunan lagi. Dan ternyata masyarakat Arab sangat tidak respek dengan istilah anak angkat karena bagi mereka anak angkat mempunyai konotasi negatif. Dari situ timbul masalah, ibu Faishal (kekasih yang dicintai) tidak setuju dengan silsilah keluarga Michelle.

Lumeis, gadis ceria, care sama temen-temennya, dia punya kembaran,Tamara yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan Lumeis sehingga kadang dosen dan teman-temannya membandingkan Lumeis dengan Tamara. Namun, Lumeis cuek dan tetep dengan stylenya sehingga menimbulkan pro kontra.

Shedim, gadis piatu ditinggal meninggal oleh ibunya ketika berusia 3 tahun sehingga dia tidak mempunyai pegangan dalam hidup. Ketika mencintai seorang pria bernama Walid dan mereka telah bertunangan. Dia menyerahkan semuanya kepada Walid. Dan ternyata akibat dari itu Shedim malah ditinggalkan dan Walid membatalkan acara pernikahan mereka.

Mampukah mereka mengatasi masalah mereka masing - masing. Lebih seru kamu baca novelnya.
Gaya bercerita penulis yang blak - blakan membuat novel ini langsung dilarang beredar di Arab Saudi ketika cetakan pertamanya pada tahun 2005. Namun, canggihnya pasar gelap membuat buku ini bisa diterjemahkan di 25 negara dan menjadi BEST SELLER INTERNASIONAL

Aku kurang tau buku ini masih dijual di pasaran atau udah ditarik. Tapi kata temenku masih ada. Bahasanya sih berat tapi cukup bisa dipahami koq. Buku ini menampilkan quote - quote yang membela hak - hak kaum wanita terutama yang berkaitan dengan kisah 4 gadis tersebut.

LAYAK BACA!!!!

STM UNDERCOVER

Category: Books
Genre: Entertainment
Author: CANDRA ADITYA
Penerbit : Three Publishing
Hal : 139
Harga : Rp 37.000
RATING : 3 OF 5

XOXO

suka banget ma ni Novel,,, ide critanya,, gaya bahasanya,,, deskripsi yang diungkapkan penulisnya...
siapa coba yang nulis?? orang tereksis abad ini... Here we come Candra Aditya...

Novel ini bercerita tentang kisah nyata penulis sekolah di STM Tete (alias SMK .... coba liat di fesbuknya Candra aja deh gak enak nyebutnya). Di STM Tete Candra ngambil jurusan RPL alias Rekayasa Perangkat Lunak, aneh deh namanya padahal bisa dinamain jurusan informatika aja. Dia mengalami berbagai kejadian mulai MOS yang kayak latian para taruna IPDN, begadang ngerjain TA, pembekalan buat prakerin (praktek kerja industri), sampe acara pentas seni yang dihadiri duo Maia jadi - jadian bernyanyi menggunakan kaset bajakan.

Selain kejadian - kejadian heboh diatas penulis menceritakan betapa bersyukurnya dia bertemu makhluk2 aneh (temen2nya) dengan keunikan masing - masing. Ayu, mahkluk paling cantik di kelas yang kalo ngomong suka loncat - loncat. Denok, si tukang labrak abad ini. Winda, cewek yang punya jiwa cowok tapi bisa feminim juga. Hendry, yang gak jelas, dll. Di Novel ini Candra juga dengan jujur menceritakan rasa suka atau tidak suka terhadap beberapa gurunya dan dengan detail menggambarkan kondisi sekolah,aturan, tata tertib yang belum pernah aku temui (secara aku sekolah di SMA). Jarang ada buku yang menceritakan suasana sekolah di STM (bahkan kayaknya gak ada, kebanyakan cerita anak SMA) dan dengan cerdasnya Candra mengangkat kisahnya sendiri bersekolah di STM melalui sebuah Novel STM Undercover ini. Kalo aku bilang,,, buku ini bisa bikin bangga anak2 yang sekolah di STM ketika mereka sedang dipandang sebelah mata.Anak STM punya keterampilan yang gak dipunyai anak SMA. Jadi, kangeeeen masa2 SMA... Hiks..

Marshmallow

Category: Books
Genre: Entertainment
Author: Candra Aditya
Penerbit : Kaki Langit Kencana
Hal : 330 Hlm
Harga : 50ribu
Rating : 3 of 5

Kesan pertama abis baca buku ini : Aaaaaarrrrgghhh… koq udah abis. Give me more and I really really hate you Can kenapa bisa nemuin ide cerita yang gak pasaran kayak Marshmallow ini. Standing Applause to you…
Marshmallow bercerita tentang 2 makhluk yang menikah setelah lulus dari STM. Ayu Kurnia, seorang penyiar di DS FM (aku ngakak abis baca singkatan DS yang dikira tokoh Candra nama penyakit kelamin, yang penasaran baca sendiri yawh!!!) terus lakinya ada Agus Sugeng, kerja di Galaxy Advertising. Tau donk kalo abis nikah ngapain???

Lha ternyata dua pasangan ini selalu ketiban apes setiap mau nglakuin Malam Pertama mereka. Entah itu Sugeng yang dengan tingkah sok romantisnya akhirnya malah ngebakar gorden jadinya mereka tidur di karpet depan TV, invasi PKK mothers yang gak tau aturan, kecapean, dll yang akhirnya bikin mereka selama 4 bulan gak “ngapa – ngapain”. Belum lagi gangguan dari temen – temen Ayu, si Candra n Yennay trus temennya Sugeng, si Dimas yang nyaranin macem – macem tapi ternyata malah memperburuk keadaan. Dari awal sampe akhir gak bakal stop ketawa ketiwi sendiri (aku paling suka cerita resepsi nikahan mereka pas Sumada, kakak si Ayu nglempar kembang mayang ke atas tenda tapi meleset & malah ngenain kepalanya Sumada hwakakakakakak gak bayangin kalo pas nikah kayak gitu). Yang paling menarik di novel ini setiap scene ceritanya selalu ada theme songnya contoh nih pas Sugeng lagi ngliatin Ayu di taman cinta, Ayu ngebayangin kalo seandainya pake iringan lagu Shayne Ward – Breathless. Jadinya gak berasa garing karena kita dapet masukkan lagu – lagu & film – film bagus dari novel ini. Novel ini endingnya surprisingly banget… Seru!!! Ada adegan 17 plus lho. Nah! Biar gak penasaran & kebawa mimpi must read novel yang satu ini. O ya Can satu lagi, cerpenku jangan disamain ma cerita Marinta & Tora lho!!! Sekarang aku tau kenapa kamu bilang familiar ma cerpenku. Sumpah Can aku gak jiplak. I know you are the master. Hohoho

Anak Kos Dodol Lagi


Category: Books
Genre: Nonfiction
Author: Dewi Rieka
 Rating : 4 of 5

Setelah sukses dengan bukunya Anak Kos Dodol. Mbak Dewi Rieka alias mbak Dedew kembali dengan cerita dodol lainnya yang dikemas dalam buku Anak Kos Dodol lagi. Masih bercerita seputar kedodolan anak – anak kos PC I di Djogja City. Dalam buku ini terdapat 21 cerita yang ringan dan kocak. “I feel Love In The Air” adalah cerita pertama dalam buku ini yang mengisahkan bagaimana anak kos PC I melalui hari di tanggal 14 Februari. Lalu ada cerita berjudul “Si Ganteng di Sarang Perawan” tentang kegenitan anak – anak kos dodol pas ketemu ma cowok yang adeknya mau ngekos di situ. Simak juga cerita Dedew dan Sasha yang kejar – kejaran ma orang gila di ”Magelang Story : Seru – Syeram – Tegang”. Dan masih banyak cerita lucu lain yang layak banget buat dibaca. Cerita favoritku ”Insiden Kamar Mandi” sama ”Tragedi Musim Ujian”. Sebenernya aq belum baca buku yang pertama ( Anak Kos Dodol ) dan ragu apakah aq bakalan nyambung kalo baca buku Anak Kos Dodol Lagi ini. Tapi, ternyata mbak Dewi, sang penulis menjawab semua keraguanku dan sukses bikin aq ngakak baca cerita – cerita di buku ini tanpa membaca buku pertamanya. Walaupun ada beberapa bagian di buku ini yang menurutku hiperbola karena hampir di setiap cerita terdapat kalimat tambahan seperti di halaman 30 = *belum pernah kesana sih tapi ngayal dikitlah, pakai imajinasimu dong! Mumpung Gratis!. Mungkin klo kalimat – kalimat tambahan seperti itu dikurangi menurutku akan lebih enak bacanya. Tapi, overall Anak Kos Dodol Lagi adalah buku yang bener – bener gokil dan bacaan wajib bagi para anak kos, mantan anak kos, calon anak kos atau semuuuua kalangan umur yang bisa baca (ya eyalah!!). Satu lagi penulis berbakat hadir di Indonesia memberikan karya berkualitas dan membuatku jadi gemar membaca lagi ( jujur setelah kenal internet apalagi MP, aq jadi males – malesan baca jadinya otak rada buntu kalo suruh nulis makalah atau paper ). Sukses buat Mbak Dewi, ditunggu karya – karya gokil yang berkualitas lainnya.