Rabu, 20 November 2019

SEHAT DAN CANTIK DENGAN BAHAN ALAM

Waktu kecil dulu, ada penjual jamu selalu melewati gang rumah. Masih tradisional kemasannya berupa botol air mineral 1 liter, beliau menyediakan gelas kaca dan plastik untuk pembeli yang ingin bawa pulang. Ibu bilang saya harus mencoba minum jamu karena khasiatnya bagus terutama bagi perempuan. Salah satunya temulawak

Manfaat temulawak sebagai obat sudah cukup lama diketahui. Bisa mengatasi masalah sistem pencernaan. Kedua, mengatasi osteoarthritis. Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif, di mana sendi-sendi menjadi terasa sakit dan kaku. Ketiga, mencegah serta membantu pengobatan kanker. Walaupun masih sangat sedikit penelitian yang tersedia terkait manfaat temulawak dengan pengobatan kanker, beberapa ahli percaya akan khasiat tanaman ini. Temulawak dapat berguna untuk membantu pengobatan kanker prostat, kanker payudara, dan kanker usus didukung dengan sebuah riset yang dilakukan pada tahun 2001, menyatakan bahwa temulawak dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan kanker prostat.

Para peneliti dari University of Maryland Medical Center menjelaskan bahwa bahan-bahan herbal mungkin bisa membantu menghentikan pertumbuhan kanker berkat zat antioksidan yang terkandung di dalam obat herbal, termasuk temulawak. Keempat, obat antiradang. Kelima, antibakteri dan antijamur. Keenam, obat jerawat. Ini karena temulawak memiliki sifat astringent. Astringent bermanfaat untuk mengurangi produksi minyak dari kelenjarnya. Selain itu, kandungan antiseptik di dalamnya juga bisa membantu membersihkan kulit dari bakteri penyebab jerawat. Ketujuh, menjaga kesehatan liver. Kedelapan, obat diuretik. Diuretik merupakan zat yang membantu membersihkan tubuh dari garam (natrium) dan air, sehingga tak terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh. Zat ini merangsang ginjal untuk melepaskan lebih banyak natrium ke dalam urine.

Banyaknya manfaat tersebut membuat saya terus mengingat pesan ibu. Sayangnya, tiap minum temulawak saya mesti berjuang dengan rasa pahit. Walau setelahnya bisa dibilas oleh sinom, nama jamu juga tapi rasanya asam segar. Ketika menjadi ibu yang aktif 24 jam menyiapkan keperluan anak dan suami, saya menyadari butuh tambahan suplemen agar tetap fit. Rasanya pekerjaan rumah nggak habis-habis. Belum lagi kegiatan di luar rumah karena ingin tetap berkarya untuk lingkungan. 

Saat belanja bulanan di Alfamidi, ketemu deh sama Herbadrink Sari Temulawak, kemasannya praktis dijual satu box dengan isi 5 sachet. Harganya terjangkau. Kalau jamu tradisional mesti diseduh pakai air hangat, herbadrink fleksibel. Cuaca panas kalian bisa pakai air es, cuaca dingin kalian bisa pakai air hangat. Rasanya nikmat, setelah minum terasa kerongkongan bisa lega maklum musim kemarau buat kerongkongan kering.


Selain varian temulawak, untuk kamu ibu yang aktif sepertiku coba varian Lidah Buaya, Sari Jahe dan Kunyit asam. Dijamin ketagihan. Saya juga sudah coba lidah buaya. Lidah buaya dikenal sebagai peluruh alami, sehingga membantu proses detoksifikasi dalam tubuh. Kalau detoks lancar otomatis perbaikan dan peremajaan kulit bisa terjadi. 


O iya untuk varian lidah buaya sugar free lho. Setengah sendok jus lidah buaya yang diberikan selama 14 minggu terbukti mengurangi kadar gula darah sebesar 45 persen. Sudah lidah buaya bisa mengurangi diabetes ternyata Herbadrink Lidah Buaya sugar free pula. Lihat komposisinya mengandung 4,6 g ekstrak lidah buaya setara 10,4 g daun lidah buaya. Padahal setengah sendok itu sekitar 8 g.



Ini sih udah seperti jamu modern ala aku. Nanti kalau ke rumah ibu, aku akan bawakan beberapa varian Herbadrink agar beliau selalu sehat dan cantik. Teman-teman juga bisa coba membuktikan manfaat alaminya. Karena sehat adalah harta yang paling berharga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar