Rabu, 23 September 2020

RAMADHAN BERSAMA ANAK

Bulan Ramadhan bulan yang dinanti umat muslim. Suka cita menyambutnya sejak sebelum dimulai. Di televisi banyak iklan makanan minuman bertema Islami. 

Amal ibadah kita akan dilipatgandakan serta pintu neraka ditutup. Konon, setan juga dibelenggu sehingga tidak mengganggu manusia. 

Bagaimana pengalamanmu pertama kali puasa? Kalau saya sejak kelas 1 SD. Dimulai dari puasa beduk, puasa hingga adzan Ashar sampai full maghrib. 

Alhamdulillah anak sulung pun saat ini mengikuti, kelas 1 sudah puasa. Nah giliran adeknya yang masih belajar. Ada saja kelakuan lucunya.

RAMADHAN DAN ANAK


Dunia anak identik dengan dunia bermain. Kita sebagai orang tua punya rasa khawatir mereka tidak sanggup melaksanakan semua ibadah Ramadhan selama 30 hari. Padahal tiap hal harus dilatih setahap demi setahap.

Zaman dulu orang tua memberi iming-iming hadiah bagi putra putrinya yang bisa menyelesaikan tarawih maupun puasa tanpa bolong. Sampai sekarang cara btersebut masih ampuh. Seperti diceritakan bu Mamik dalam cerita "Hadiah Puasa Ramadhan dengan Berqurban"

Ada pula kisah haru Rasyid dan kakak-kakaknya yang mengingat Palestina di tiap sholat. Bahkan dalam kisah Ramadhan Camp, saya takjub membaca seorang anak menggunakan tabungannya untuk disumbangkan ke yatim piatu karena tak mau merepotkan ibunya yang sedang sakit.

Buku ini merupakan antologi dibuat bersama oleh 73 penulis dengan karakter berbeda. Awalnya merupakan kompetisi berhadiah pulsa 1.000.000 bagi pemenang 1, pulsa 300.000 bagi pemenang 2, serta pulsa 200.000 bagi pemenang 3.

Kompetisi tersebut digagas CEO Media Guru, Mohammad Ihsan sebagai bentuk syukur hadirnya bulan Ramadhan 1440 H. Media Guru adalah penerbitan independent menaungi karya para guru.

Tentu tak mudah mengarahkan anak menjalankan puasa sebulan penuh namun di situlah tantangannya. Mengajak mereka lebih dekat dengan pencipta dan mengenal lebih dalam agamanya

RIZWAN DAN RAMADHAN


Anak bungsu saya, mulai mengenal puasa  dan tarawih sejak 2019 ketika usianya 3 tahun. Kami belum mengajak tarawih di musholla atau masjid hingga saat ini karena pasti ada saja yang membuat heboh seisi masjid. Kalian bisa baca ceritanya dalam buku Ramadhan bersama anak ya hehehe.

Diputuskan sekeluarga tarawih jamaah di rumah dengan ayah sebagai imam. Sesekali ayah ke masjid, saya menjaga bungsu.

Kalau ditanya proses kreatif membuat cerita tersebut murni pengalaman unik ayahnya. Saya tertawa saat mendengar kejadian itu. Sisi lain merasa bersalah.

Membayangkan riuhnya suasana dan raut muka para jamaah. Aduh malunya. Tapi kami percaya salah satu ciri belajar pastinya pernah melakukan kesalahan. 

Anak mesti dipandu apa yang boleh dan tidak  dengan cara santai misal mengajak mereka ngobrol sambil bermain agar pesan bisa masuk. Bisa juga berkomunikasi dengan orang yang lebih disuka anak untuk menyampaikan pesan misal diantara ayah dan ibu lebih disuka ibu, maka ibu bisa memberitahu apa yang sebaiknya dilakukan anak.

UNSUR EKSTRINSIK DAN INTRINSIK BUKU RAMADHAN BERSAMA ANAK


Buku ini mempunyai latar belakang tempat yang berbeda karena merupakan antologi jadi ada cerita unik saat Ramadhan bisa diceritakan dari berbagai wilayah. Rata-rata menggunakan sudut pandang orang ketiga yaitu anak dalam penceritaan.

Kisah-kisah di dalamnya tidak terbatas hanya untuk pembaca muslim tapi non muslim bisa membaca sebab garis besarnya adalah pengalaman anak-anak yang polos saat beribadah. Saat ini masih tersedia di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Harganya cukup terjangkau. Layak dipunya terutama untuk orangtua memperkenalkan Ramadhan pada anaknya.

5 komentar :

  1. JAdi penasaran apa nih kejadian yang bikin heboh saat di masjid.
    Ternyata banyak juga peserta buku antologi ramadhan bersama anak ya. Semoga berkah ya apa yang sudah dituliskan, bermanfaat untuk pembaca

    BalasHapus
  2. Bagussss banget ini bukunya.
    MasyaALLAH, bermanfaat agar ortu semakin semangat mendidik anak ya
    Utamanya dalam hal akhlak/agama/aqidah

    BalasHapus
  3. wah 73 penulis, pastinya rameee...

    beberapa kali saya ikut buku keroyokan, emang mengasyikan ya?

    Hasil karya kita terpatri dalam bentuk buku

    BalasHapus
  4. Kalau kisah Inspiratif dijadikan buku jadi banyak hikmah yang diserap oleh kita sebagai pembaca, sehingga bisa jadi masukan yang positif

    BalasHapus
  5. Bagus ini bukunya mbak.. jadi gambaran kita bagaimana mengenalkan bulan Ramadan berikut ibadah2 pada bulan itu. Saya sendiri juga pernah menulis bagaimana mengenalkan puasa menurut usia. Kalau antologi bagaimana mengajak si kecil berpuasa. Ya setema dengan buku ini lah.

    BalasHapus

Back to Top