Minggu, 15 November 2020

Jual Rumah atau Gadai Rumah?

Walau menjadi kebutuhan pokok, efek pandemi membuat sebagian orang terpaksa jual rumah Jakarta untuk bertahan hidup. Namun, banyaknya penawaran di beberapa lokasi tidak sebanding dengan permintaan sehingga perlu usaha lebih agar rumah segera menghasilkan uang.

Sebagian lainnya memilih hanya menggadaikan sertifikat rumah dengan harapan bisa menebus kembali jika kondisi ekonomi sudah membaik. Sebenarnya lebih menguntungkan mana saat ekonomi sulit, gadai rumah atau jual rumah Jakarta

Jual rumah jakarta

1. Hitung Dulu Kebutuhan Kita

Gadai rumah di bank memberi pinjaman hanya 70-80 persen dari nilai agunan. Semisal rumah bernilai 500 juta, maka nilai pinjaman maksimal 400 juta. 

Sementara jual rumah sudah pasti harganya sesuai yang kita inginkan. Apalagi jika sudah merenovasi menjadi lebih bagus. 

Harga rumah tiap tahun cenderung naik. Meski trend harga turun tahun ini karena pandemi, dibandingkan dengan beberapa tahun ke belakang tetap ada kenaikan.

Menjual rumah saat pandemi perlu trik khusus seperti memberi penawaran menarik bonus furniture, bekerjasama dengan agen, memanfaatkan media social, menawarkan di situs jual beli properti, hingga membuat foto menarik yang real 360° agar calon pembeli berminat.

Sedangkan gadai rumah, cepat disetujui jika rumah kita letaknya jauh dari sutet, jauh dari kuburan, rumah bukan bekas lokasi pembunuhan, lokasi rumah bebas banjir, gang tidak sempit. 

Setelah mengetahui kebutuhan dana, kita dapat memperkirakan betulkah harus menjual rumah atau bisa menggadaikan saja dengan membayar pelunasan dan bunga tiap bulan.

2. Kepemilikan Rumah

Gadai rumah hanya menjaminkan sertifikat tapi kepemilikan rumah tetap punya kita sehingga bisa ditinggali. Sementara saat rumah berstatus dijual maka mesti mempersiapkan mengeluarkan semua perabot agar siap ditempati pemilik baru.

Gadai rumah jika sewaktu-waktu kesulitan bayar hutang, bisa juga dijual. Namun, kalau kondisi makin membaik dan mampu lunasi semua hutang dan bunganya, kepemilikan rumah kembali pada kita.

Berbeda dengan jual rumah, sudah pasti kepemilikan akan langsung berganti. Sangat kecil kemungkinan mendapatkan kembali rumah yang sudah dijual kecuali ada perjanjian.

Tentunya kepemilikan rumah menjadi faktor penting sebelum memutuskan jual rumah atau gadai rumah sebab rumah adalah kebutuhan primer dan menyimpan cerita bersama keluarga.

3. Berkas yang Harus Disiapkan

Dalam pembuatan Akte Jual Beli, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan. Penjual harus mempersiapkan fotokopi KTP, fotokopi NPWP, fotokopi surat nikah (jika sudah menikah), fotokopi Kartu Keluarga, surat persetujuan suami/istri, sertifikat tanah, dan surat tanda terima setoran PBB asli. 

Sementara berkas untuk gadai rumah lebih sederhana. Cukup menyiapkan fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi NPWP, sertifikat rumah asli, mengisi formulir pinjaman. 

Kebutuhan berkas bisa berbeda tergantung di mana akan menggadaikan rumah, namun kebanyakan proses lebih sederhana dibanding menjual rumah. 

4. Resiko Jual Rumah Jakarta

Faktor selanjutnya yang mesti dipikirkan saat memilih jual atau gadaikan rumah adalah lebih beresiko mana. Gadai rumah, selain membayar hutang juga dikenakan bunga tiap bulan.

Cari bank terpercaya berbunga rendah supaya aman. Selain itu, perhatikan batas jatuh tempo pembayaran angsuran, telat membayar akan dikenai denda. 

Bank berhak menyita rumah saat peminjam melanggar perjanjian. Di sinilah lelang dapat dilakukan. 

Jual rumah, resikonya paling ketika bekerjasama dengan broker atau agen. Ada potongan untuk membayar jasa mereka.

Menggunakan jasa agen berarti juga terikat kesepakatan. Ini harus ditegaskan sejak awal apakah pemilik hanya boleh menjual lewat agen atau di waktu yang sama pemilik boleh menjual sendiri (tanpa perantara) rumahnya.

Meminta bantuan agen jual rumah harus sabar, sebab tak hanya rumahmu yang dijualkan. Kalau agen sedang fokus pada penjualan rumah lain, bisa jadi rumahmu butuh waktu lebih lama untuk terjual.

Kesimpulan

Tiap keputusan ada kekurangan dan kelebihannya. Pilih yang sesuai dengan kalian. Jika ingin mencari referensi jual beli rumah di Jakarta, kalian bisa kunjungi situs https://www.jualrumahjakarta.com/








5 komentar :

  1. sekarang klo mau cari rumah gampang ya mbak, ada situs jualrumahjakarta yg sangat membantu

    BalasHapus
  2. Setuju, semua ada plus minus nya
    Saya setuju kalo ga kepepet dan ga buntu, sebaiknya gadai saja

    Tapi ya itu dia, harus punya prediksi bisa menebus lagi

    BalasHapus
  3. Baca ini, saya miris mbak, di daerah saya, masih ada saja rumah bagus yang terbengkalai, huhuhu. Menyianyiakan rumah bagus begitu saja. Anyway info ini bermanfaat, saya juga baru tahu ada situs jual beli rumah mbak

    BalasHapus
  4. Kalau sedang butuh uang dan waktunya harus segera, emang gadai rumah bisa jadi pilihan ya. Karena jual rumah juga belum tentu segera bisa ketemu calon pembeli yang cocok

    BalasHapus
  5. Saya belum pernah mebggadaikan sesuatu .. tapi kalo disuruh milih.. mending jual sih. Karena pasti kebutuhannya mendesak kalo samoai menjual atau menggadaikan sesuatu. Misal menutupi hutang. Nggak pas rasanya kalo nutupi hutang pake hutang juga 😊.
    Kecuali mubgkin kalo mau KPR ya.. tapi bukan gadai ya namanya kalo nggak salah.. tapi rumah yg dibeli itu diagunkan ke bank.

    BalasHapus

Back to Top