Mengenal Gen Z, Cara Menjadi Ortu Update

Beberapa hari lalu, ada permintaan sebuah brand untuk membuat video unboxing produk. Hal tersebut saya ceritakan pada si sulung, dia menyarankan agar saya menonton video YouTube Sam. Ternyata kakak sedang kasih referensi ke ibunya, bagaimana video unboxing mainan dibuat.

Sejak pandemi, anak-anak memang memiliki screentime. Selain karena ada sekolah online, kami sebagai orangtua paham pasti bosan menghabiskan waktu di rumah. Per hari jadwal melihat gadget antara pukul 13.00 - 14.00 dan pukul 20.00 - 21.00. Di hari Minggu kadang lebih lama sekitar 4 jam/hari. 

Dalam gadget time, saya awasi apa saja tontonan yang dikonsumsi. Sejauh ini mereka tertarik video tentang hewan, ilmu pengetahuan, do it yourself, serta kartun. Kami memang tidak menyediakan TV di rumah, jadi saat ingin menonton kartun kami menontonnya bersama lewat laptop. Ketika timbul hal yang tidak dimengerti anak-anak, mereka bisa bertanya pada saya.

Dari media pula, kakak menemukan cita-citanya. Dia ingin menjadi koki karena film Koki-koki Cilik. Tiap masak, kakak sigap jadi asisten. Sekarang dia sudah bisa membuat tahu crispy, omelette, pisang goreng yang ditaburi meises coklat. Tak selamanya media termasuk media digital membawa dampak negatif. Tergantung bagaimana sebagai orang tua menyikapinya.

Kelahiran gen z dan gen alpha sendiri sudah bersamaan munculnya berbagai teknologi canggih. Kalau kita berkutat dengan cara bermain di masa kecil yang sangat tradisional serta enggan mengerti perubahan zaman dapat memicu konflik antara orang tua dan anak. Mendekatkan diri ke anak dapat dilakukan dengan memperhatikan kebiasaannya.

KEPOIN KEBIASAAN DAN GAYA GEN Z

Sabtu, 10 April 2021 lalu saya berkesempatan mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh SMA Pintar Lazuardi. Pembicaranya ada digital expert, bu DyaLoretta.,SE.,M.Ikom,CSP,CPM dan Kepala SMA Lazuardi Sonya Sinyauri. Selain itu, ada mbak Elisa Koorag, blogger serta pak Muhammad Ikhsan, Direktur Sekolah Lazuardi Athailah Makassar.

Topiknya sangat menarik yaitu mengenal kebiasaan anak-anak gen Z. Bu Dya memaparkan banyak fakta diantaranya gen z adalah pemakai terbanyak internet sehingga sangat mempengaruhi sikap dan pemikirannya. Dalam jangka panjang, gen z berbeda cara pandangnya saat memilih profesi.




Berdasarkan data, ada 10 profesi impian para gen Z di masa depan.

1. Data Analyst
Data Analyst bertanggung jawab dalam menerjemahkan angka-angka menjadi laporan yang dapat dengan mudah dimengerti oleh manajemen. Biasanya terkait dengan riset pasar, logistik atau biaya transport. Harus ahli di bidang pemrograman juga statistik.

2. Digital Marketer
Secara garis besar, tugas digital marketer yaitu membantu promosi suatu produk lewat media digital entah itu social media maupun e-mail marketing. Termasuk membuat konten promosinya.

3. Application Developer
Menciptakan berbagai aplikasi yang bisa bermanfaat untuk masyarakat.

4. Praktisi Medis
Gen Z memandang profesi ini mulia dan dapat membantu banyak orang. Maka jurusan-jurusan medis menjadi impian mereka.

5. Akuntan
Profesi ini dilirik karena pasti dibutuhkan setiap perusahaan. Kalaupun mereka akhirnya menjadi pengusaha, ilmu akuntansi dapat membantu dalam menjalankan usaha.

6. Ahli Lingkungan
Saat ini, isu kerusakan lingkungan mengancam generasi masa depan. Akhirnya muncul beberapa gerakan pecinta lingkungan seperti zero waste program atau pelindung satwa langka. Profesi ahli lingkungan dilirik gen z karena golongan generasi tersebut punya kepekaan tinggi dan sudah berpikir tentang menyelamatkan sumber air dan bahan pangan alam yang makin sedikit.


7. Specialis SEO
Terkait dengan profesi no 2, SEO memudahkan sebuah web berada di halaman awal mesin pencarian Google. Jika web tersebut mudah ditemukan dan banyak pengunjung maka produk yang dipromosikan lebih cepat menemukan pembeli.

8. Software Engineer atau Developer
Profesi ini melakukan analisa, membuat rekayasa, menyusun spesifikasi, mengimplementasikan dan memvalidasi suatu rancangan sistem perangkat lunak untuk menjawab suatu permasalahan

9. Konstruksi & Teknik
Menangani perancangan, perencanaan, konstruksi, dan manajemen infrastruktur seperti jalan bebas hambatan, jembatan, bandar udara, rel, bangunan, bendungan, dan sarana lainnya.

10. Entrepreneur
Profesi terakhir yang jadi impian gen Z yaitu pengusaha. Ini karena, pengusaha memiliki kebebasan waktu dan tempat dalam menjalankan profesinya.

Webinar yang diselenggarakan oleh SMA Pintar Lazuardi tersebut juga membahas tips belajar untuk gen Z agar mudah dalam mencapai profesi impian mereka. Diharapkan para orang tua dapat memahami lebih banyak bagaimana kebiasaan gen z sehingga kesalahpahaman atau gap antar generasi bisa dihindari.


Perkenalan SMA Pintar Lazuardi

SMA PINTAR LAZUARDI - BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL mulai beroperasi sejak tahun 2021 - 2022 sebagai pengembangan dari sekolah Lazuardi Group. Sekolah online, khususnya untuk universitas dan SMA, tampaknya akan menjadi trend sekolah alternatif yang tak terhindarkan. Lazuardi konsisten akan ikut serta memberikan kontribusi pada sistem pendidikan di negeri kita, dengan menyelenggarakan SMA Blended Learning tanpa meninggalkan kreativitas secara optimum. Caranya dengan menambahkan aktivitas hands on mandiri siswa lewat project based learning. Juga dukungan Learning Management System(LMS) yang diberi nama Pintar.


SMA PINTAR LAZUARDI - BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL menggabungkan antara kegiatan tatap muka dan pembelajaran online dengan prosentase pembelajaran online lebih besar. Kegiatan tatap muka akan dilakukan seminggu sekali di sekolah homebased. Kegiatan tatap muka difokuskan untuk:

 pembentukankarakter,
 pengembanganketerampilansosial,
 coachingtentangkarir,
 kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran online.

Untuk peserta didik yang berasal dari wilayah yang belum tersedia sekolah home based, kegiatan tatap muka akan digantikan dengan program pengayaan dan coaching yang dilakukan secara online.

KURIKULUM
Kurikulum di SMA Lazuardi mengacu pada kurikulum nasional yang sedang berlaku
diperkaya dengan konten kurikulum dari berbagai negara dan kurikulum keahlian.

VISI: Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebaikan welas asih, dan
kebahagiaan spiritual.

MISI: Menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM

Pedagogical Intelligence Architecture (PINTAR) adalah sebuah strategi pedagogi
(pembelajaran) yang diterapkan melalui sebuah Learning Management System (LMS) online yang memperhatikan keterikatan antara peserta didik dengan proses pembelajaran melalui feedback process. PINTAR (Pedagogical Intelligence Architecture) adalah LMS pendukung pembelajaran online di SMA Pintar Lazuardi yang didukung oleh aplikasi yang canggih yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

KEUNGGULAN LMS PINTAR

 MULTIPART berarti materi disampaikan dalam bagian-bagian kecil dan dipilih
hanya materi fundamental dari sebuah matapelajaran. Upaya ini dimaksudkan
agar mudah dipahami secara mandiri oleh siswa.

 FEEDBACK SYSTEM akan memastikan peserta didik terlibat aktif, berinteraksi,
saling memberi dan menerima umpan balik (feedback) untuk efektivitas belajar,
mengetahui capaian hasil belajar, terbentuknya komunitas belajar,
mendokumentasikan portofolio yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

 DIFFERENTIATED LEARNING Dimulai dengan diagnostic assessment, sehingga
dapat memandu learning path yang akan dilalui siswa dari urutan materi dan
memungkinkan siswa memiliki tahapan belajar yang berbeda.

 LEARNING PATH peserta didik akan memililki ‘jalur/peta’ untuk mencapai hasil
belajar yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan pembelajaran.

 MULTI-FRIENDLY CONTENT Materi dan media pembelajaran dikemas dalam
beragam bentuk sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Disajikan
sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.

 GAMIFICATION Pembelajaran online juga mempertimbangkan kesenangan dan
keseruan. Ini dilakukan dengan menambahkan unsur games dalam pembelajaran.


Tidak ada komentar

Posting Komentar