Sabtu, 04 Januari 2020

DARI FREEPORT UNTUK PAPUA




Akhir-akhir ini saya suka menonton web series berjudul Harap Senja di Tembagapura. Bercerita tentang gadis bernama Senja yang belum pernah pergi jauh tapi harus ke Tembagapura, Papua demi penelitiannya. Dalam perjalanan ia menemukan arti gelang tembaga pemberian sang ayah yang telah meninggal. Tembaga, walau kalah pamor dengan emas maupun perak ternyata keberadaannya sangat penting. Dalam alat elektronik contohnya, satu juta perangkat selular membutuhkan 14 kg emas, 350 kg perak dan 15 kg tembaga.

Guna Tembaga dalam Kehidupan

PT. Freeport Indonesia hadir sebagai pengelola dan pemasok logam utama di dunia. Telah lebih dari setengah abad mengeksplorasi, menambang, dan mengolah batuan logam di dataran tinggi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua melalui teknik penambangan terbuka ataupun bawah tanah. Dari tiga kandungan mineral berharga, tembaga adalah sumber kehidupan. Nama Tembagapura menghiasi kota pusat operasi perusahaan ini sebagai bentuk terimakasih dan pengingat.

Sejak 1967, PT. Freeport Indonesia menjadi bagian Indonesia khususnya Papua dan Timika. Puluhan ribu insan dari Sabang sampai Merauke telah menjadi keluarga besar Freeport Indonesia. Pengembangan karyawan adalah fokus dan prioritas. Putra putri daerah Papua ditempatkan di posisi fungsi strategis. Pendidikan di Institut Pertambangan Nemangkawi, program beasiswa AMINEF, dan program Magister ITB adalah bukti sumbangsih bagi negeri dalam mengembangkan karyawan dan membangun putra putri Papua.

KONTRIBUSI FREEPORT UNTUK MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN

Rumah Sakit Waa Banti dibangun PT. Freeport Indonesia tahun 2002 dengan fasilitas lengkap rontgen, laboratorium, ruang gawat darurat, ruang rawat inap dan rawat jalan tentunya. Rumah sakit tersebut melayani pasien tujuh suku dan dilayani secara GRATIS.

Program-program kesehatan yang telah dijalankan antara lain kesehatan ibu dan anak, penanggulangan penyakit HIV dan TBC, mengajarkan perilaku hidup bersih, melakukan penanganan balita dengan kurang gizi.

Dibangun juga klinik pengendalian penyakit tuberculosis, untuk membantu pemerintah mengendalikan kasus TB di Mimika. Strategi pengendalian pasien TB di Timika adalah dengan mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah untuk menjaring atau mendapatkan pasien sedini mungkin agar tidak terjadi komplikasi.

Freeport dan Penyuluhan TB di Mimika

PT. Freeport Indonesia juga memberikan sosialisasi tentang bahaya penularan HIV/AIDS. Pro aktif bersama pemerintah dan mitra melakukan pelayanan penanggulangan HIV dan AIDS.

KONTRIBUSI FREEPORT BIDANG PENGEMBANGAN EKONOMI 

Pembinaan petani kopi

Ekonomi berbasis potensi lokal ciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
PT. Freeport Indonesia bersama mitra kembangkan perkebunan kakao di lebih dari lima belas desa sasaran. Disiapkan tempat pelatihan, pembibitan. Pembinaan petani langsung di lapangan, kemudian apa yang nanti dihasilkan langsung ditampung untuk dibantu dijualkan atau diolah. Ada lebih dari 300 petani binaan di perkebunan kakao. Lebih dari 50% adalah masyarakat asli Papua.

Hasil Perkebunan Masyarakat Papua

KONTRIBUSI FREEPORT BIDANG LINGKUNGAN

PT. Freeport Indonesia beroperasi di wilayah paling timur dengan kondisi wilayah pegunungan terjal, curah hujan tinggi dan infrastruktur terbatas membuat kegiatan tambang tembaga menjadi menantang namun PT. Freeport Indonesia tetap berkomitmen menjaga lingkungan sejak pertama beroperasi. Perusahaan ini akhirnya mengeluarkan rencana operasi penambangan yang berfokus pada dampak lingkungan jangka panjang dengan mendengar masukan dari berbagai pakar termasuk organisasi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok lingkungan dari berbagai dunia

Lokasi pertambangan yang berada 3800 m di atas permukaan laut sehingga cukup sulit mendapatkan tanaman untuk program reklamasi, tidak kehabisan akal seluruh kebutuhan tanaman yang dipakai proses reklamasi dikoleksi dari kawasan sekitar.

Dalam proses reklamasi PT. Freeport Indonesia melibatkan kontraktor lokal untuk ikut bertujuan agar masyarakat aktif dalam upaya pemulihan lingkungan sehingga saat penambangan selesai masyarakat meneruskan upaya-upaya pengolahan lingkungan dengan dana yang telah disiapkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Selain membangun tanggul barat dan timur untuk proses tailing, PT. Freeport Indonesia menguji lebih dari 15.000 sampel air, tanah, dan ikan setiap tahun untuk memastikan lingkungan tetap dalam kondisi baik.

Proses pembibitan tanaman



1 komentar :

  1. ternyata banyak juga ya mbak, kontribusi freeport untuk indonesia khususnya warga papua

    BalasHapus

Back to Top