Selasa, 07 Juli 2020

PESANTREN ITU KEREN - YAZIDAH NUR

Di kampung saya, Lamongan, masuk pesantren adalah hal lumrah bagi anak selepas SD. Usia remaja dianggap saat tepat mempersiapkan mandiri lewat belajar di asrama. Dulu masih terbatas orang tua yang ingin anaknya nyantri, istilah untuk murid pesantren. Jumlah lembaga juga terbatas. Namun, sekarang banyak pondok bisa kita pilih sesuai minat anak karena ilmu yang diajarkan tidak terbatas mengaji dan menghapal Al-Quran tapi juga ilmu sains, teknologi dan olahraga.

Bagaimana dengan anak yang lingkungannya tidak familiar Pondok Pesantren tapi orang tua ingin sang anak dididik di pesantren? Maka sedari kecil kenalkan ia lewat bacaan maupun video yang menurut orang tua bisa menarik hati. Sambil bercerita keuntungan apa saja jika anak mondok. 

SINOPSIS CERITA PESANTREN ITU KEREN

Pesantren Itu Keren, buku karya Yazidah Nur ini bisa jadi referensi. Bercerita tentang Azzam sangat ingin masuk pesantren setelah membaca brosur. Dia didukung oleh orang tuanya bahkan mengajak temannya, Hanif untuk mondok bersama. Apakah Hanif setuju? Apakah orang tua Hanif juga mendukung? Baca saja bukunya ya... Hehehe

Buku yang bercerita tentang minat seorang anak masuk pesantren

DETAIL BUKU PESANTREN ITU KEREN

Terbitan Tiga Ananda yang merupakan Creative Imprint Tiga Serangkai ini ilustrasinya bagus. Sepantasnya buku anak, ilustrasi dan cerita lebih banyak ilustrasinya. Cocok untuk mereka yang baru belajar membaca.

Illustrator yaitu Tim Innerchild Studio ternyata memang sudah sering bekerja sama dengan aneka ragam penerbit. Mulai Grasindo, BIP books, Mizan, Gema Insani, Tiga Serangkai, dll. Tak heran jika gambar dalam buku Pesantren itu Keren memanjakan mata.

Buku ini termasuk buku baru, terbit Februari 2020. Masih cetakan pertama, kalau teman-teman mau cari di toko buku online ada seharga Rp 28.000. Sementara Togamas Jogja membandrol Rp 25ribuan. Menurut saya, harga yang pas untuk buku dengan 30-an halaman.

Halaman Belakang Pesantren itu Keren

Pesantren itu Keren merupakan judul terakhir dari seri Aku Gemar Mengaji. Sebelumnya kalian bisa mencari juga untuk judul Semangat Mengaji Azzam, Senangnya Mengaji Bersama, Mengaji itu Prestasiku. Seperti kata Dr. Neneng di halaman belakang, buku ini dapat menjadi sarana bagi orang tua dalam mengajarkan anak mengaji sejak dini. 

KELEMAHAN DAN KEUNGGULAN BUKU PESANTREN ITU KEREN


Tiga Ananda dari Tiga Serangkai, penerbitan buku Pesantren Itu Keren berlokasi di Surakarta. Mengingatkan saya akan sejarah Islam pada kota tersebut. Melansir dari Radar Solo, merajalelanya kejahatan dan kemaksiatan pada tahun 1750, membuat Sultan Pakubuwono IV lantas mendatangkan para ulama ke Surakarta. Salah satunya, Kyai Jamsari asal Banyumas yang kemudian mendirikan masjid. Masjid tersebut menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Jamsaren. Pondok Pesantren tertua di Surakarta.

Pondok Pesantren Jamsaren hingga saat ini telah mengantongi berbagai prestasi. Diantaranya, Juara 1 Seni Kaligrafi Tingkat Pelajar SMA/MA/SMK Se-Solo Raya STAIN Surakarta 2009, Juara I Olympiade Geografi se-Jawa Tengah Tahun 2008, Juara Harapan 2 Olympiade Matematika MAN-MAS Tingkat Nasional Tahun 2008, dan banyak lainnya. Maka tak salah jika penulis memberikan judul Pesantren Itu Keren menilik dari latar belakang geografis.

Kelemahan buku ini mungkin hanya terletak di alasan tokoh Azzam masuk pesantren. Jika bisa diperdalam sedikit misal setelah baca brosur, dia mendengar cerita tetangga yang alumni Pesantren Jamsaren atau setelah baca brosur, dia menonton tayangan Pesantren Kun Anta dan menemukan ketertarikan belajar di pesantren bisa jadi akan lebih bagus. Sarana edukasi juga bagi orangtua tahu lebih banyak perbedaan Boarding School dan pesantren. Tapi secara keseluruhan buku Pesantren Itu Keren baik diberikan sebagai bacaan untuk anak.

1 komentar :

Back to Top