Akses Kesehatan Untuk Disabilitas

Akses Kesehatan bagi Disabilitas

Disabilitas, menurut KBBI, diartikan sebagai keadaan (seperti sakit atau cedera) yang merusak atau membatasi kemampuan mental dan fisik seseorang. Namun disabilitas juga merupakan kata serapan bahasa Inggris, disability, yang berarti ketidakmampuan seseorang untuk melakukan berbagai hal dengan cara yang biasa.

Menurut data Bappenas 2018 sekitar 21,8 juta atau 8,26 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Sayangnya, angka tersebut belum diimbangi fasilitas kesehatan memadai. 

Jangankan fasilitas kesehatan, di tempat umum seperti taman atau sekolah kamar mandi khusus kaum difabel, jarang tersedia. Hal ini mesti jadi perhatian untuk pemerintah sebab mereka juga punya hak terhadap fasilitas kesehatan seperti tertera pada undang-undang. 

Salah satu penyakit sejak zaman dulu dan masih dikhawatirkan hingga sekarang karena dapat menyebabkan disabilitas adalah kusta. Penyebabnya bakteri namun merusak syaraf sehingga penderitanya berkurang kemampuan merasa. 

Jika bakteri Mycobacterium leprae pada penderita kusta tak segera dilawan maka akan terus menggerogoti dan timbul kecacatan. Bakteri penyebab kusta dapat menular melalui droplet tapi tidak secepat virus COVID-19. 

Orang yang menetap dalam jangka waktu lama di daerah endemik kusta atau sering bersentuhan dengan hewan penyebar bakteri kusta seperti simpanse beresiko tinggi tertular. Penyakit kusta dapat sembuh kalau sejak dini segera ditangani. 

Gejala yang umum timbul pada penderita kusta adalah mati rasa di kulit, muncul bercak kemerahan, ada luka tapi tidak terasa sakit, kesemutan. Biasanya pada kusta tahap masih ringan dokter akan meresepkan antibiotik selama jangka waktu 6 bulan sampai 2 tahun. Penanganan lanjutannya biasa dilakukan operasi untuk mengembalikan fungsi anggota tubuh. 

Diskusi KBR tentang Akses Kesehatan Inklusif Bagi Disabilitas

Akses Kesehatan untuk Disabilitas

Lewat youtube channel berita KBR, tanggal 22 Juli kemarin berlangsung diskusi dengan narasumber Bapak Suwata dari dinas kesehatan Kab. Subang. Dalam tiga tahun terakhir, disabilitas yang diakibatkan penyakit kusta adalah 28 orang. Sedangkan angka disabilitas secara keseluruhan sebanyak 11.872 kasus di Kabupaten Subang. 

Banyak masyarakat di wilayah Subang yang masih awam tentang kusta sehingga berdampak pada kondisi kesehatan, sosial dan ekonomi penderitanya. Mereka kadang terlambat ditangani sehingga sudah parah. 

Selain pak Wata, narasumber kedua yakni Bapak Ardi, aktivis kusta/Ketua PerMata Bulukumba. PerMata adalah organisasi yang bertujuan melakukan edukasi pada masyarakat tentang penyakit kusta dan membantu penyintas kusta agar dapat kembali ke lingkungannya dengan percaya diri. 

Kondisi penderita kusta di Bulukumba tak beda jauh dari Subang, mereka masih kurang mendapat akses kesehatan ke rumah sakit. Kebanyakan mereka hanya mendapat pelayanan di puskesmas. 

Solusi dan Kesimpulan

Permasalahan terkait disabilitas ini jadi permasalahan kompleks. Namun, beberapa solusi yang dapat dilakukan adalah :

1. Advokasi pada Pemerintah Daerah

Advokasi ini bertujuan mengingatkan pemerintah daerah bahwa teman-teman disabilitas sebagai warga negara juga berhak mendapatkan fasilitas kesehatan layak. Bersama dengan pemerintah daerah pula, stigma negatif tentang kusta dapat diluruskan. 

2. Mendekatkan Layanan Kesehatan yang Terintegrasi dan Terkolaborasi

Masa pandemi seperti sekarang cukup rawan untuk orang dengan komorbid termasuk pasien kusta. Sehingga bagus jika ada penyediaan perawat-perawat profesional tersertifikasi untuk homecare demi mempercepat kesembuhan. 

3. Peran Serta Masyarakat 

Langkah selanjutnya adalah memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang cara merawat anggota keluarga jika ada yang menderita kusta. Serta mengedukasi bahwa kusta bisa sembuh total jika segera diobati secara benar dan tidak perlu mengucilkan pasien kusta yang sudah sembuh karena mereka butuh memperbaiki kehidupan sosial dan ekonominya juga. 

Selengkapnya tentang diskusi tersebut bisa disimak di sini










Tidak ada komentar

Posting Komentar