Translate

Selasa, 08 Desember 2020

Dayamaya BAKTI Menggalang Kekuatan Start Up dan Komunitas

Program Dayamaya BAKTI kembangkan potensi daerah 3T. Viral di media sosial drama Korea Selatan berjudul Start Up. Dibintangi Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, Kim Seon-ho, dan Kang Han-na. 

Sebenarnya pemain drama ini kualitasnya sangat bagus tapi di awal kemunculannya saya tidak tertarik, saya pikir sama seperti drama Korsel lain yang lebih banyak mengekspos kehidupan percintaan. Menginjak episode 14 baru penasaran karena selalu jadi trending topic twitter. 

Ternyata ide ceritanya cukup menarik, tentang sekelompok anak muda mempunyai mimpi memulai bisnis bidang teknologi dan informasi dengan kemampuan masing-masing. Walau memiliki keterbatasan, nyatanya pebisnis pemula justru yang paling dekat dengan masyarakat.

Kolaborasi BAKTI dan Start Up Komunitas

Satu episode Start Up yang saya ingat dan berkesan saat Samsan Tech, menciptakan NoonGil, alat kecerdasan buatan untuk tuna netra. Mengubah pemindai gambar menjadi suara.

Mereka tahu masyarakat membutuhkan aplikasi tersebut. Inilah keunikan start up dibanding pebisnis skala besar.

Rata-rata start up mengambil inovasi bisnis digital dari kebutuhan lingkungan terdekat. Mengembangkannya supaya bisa menghasilkan uang dan manfaat.

Hal tersebut dipahami pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Dayamaya. Program yang diharapkan memberikan solusi ekonomi tepat guna bagi masyarakat di kawasan terdepan, tertinggal, terluar (3T). 

Berbagai inisiatif dari start up muncul, tiga diantaranya yang telah berkontribusi pada masyarakat ada Atourin, Cakap, dan Jahitin. Atourin merupakan perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online atau offline.

Atourin, pernah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata Natuna di tahun 2019 lewat program Dayamaya pula. 

Tour virtual Atourin

Sejauh ini menurut Reza Permadi, tim operasional Atourin sudah ada 10 orang pemandu wisata Natuna berlisensi. Sehingga mereka lebih percaya diri dalam self branding di media social.

Saat era pandemi, tur virtual banyak digandrungi. Atourin juga mengajarkan cara memandu tur virtual baik kepada wisatawan asing maupun wisatawan domestik.

Diharapkan makin banyak pemandu wisata berlisensi dari warga setempat. Sebab warga paling tahu kondisi lapangan.

Jika menginginkan jadi pemandu wisata, maka kemampuan berbahasa mesti diasah. Di sini Cakap hadir membantu kebutuhan penguasaan bahasa Asing utamanya Bahasa Inggris.

Cakap, platform belajar Bahasa asing

Kontribusinya pada Dayamaya 2019, menyelenggarakan Digital Assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages). Program diikuti 250 orang setingkat SMA dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital diisi oleh guru Bahasa Asing (ESL Teacher).

Bahasa Asing utamanya Bahasa Inggris penting di zaman sekarang apalagi jika menggeluti bidang pariwisata. Salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah wisatawan.

Inisiatif selanjutnya berasal dari start up Jahitin Academy. Memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill menjahit warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jahitin memiliki workshop pengolahan limbah kain tenun yang nantinya memiliki nilai jual, seperti Cushion Pillow.

Start Up Jahitin

Jahitin juga membantu membuka akses pasar untuk para penjahit. Sekarang penjahit di Sumba telah mendapatkan akses langsung berhubungan dengan Dinas Perdagangan.

Peran Start Up dalam Perbaikan Ekonomi

Indonesia merupakan negara Bhinekka Tunggal Ika yang beragam budaya dan kebiasaannya. Tentunya pemerintah membutuhkan start up bersama dengan komunitas membangun perekonomian di daerah 3T.

Berdaya Bersama membawa perubahan terutama sisi perekonomian berbasis ekonomi digital. Start Up mampu melihat kebutuhan dari warga lokal yang bisa dijadikan perhatian.

29 komentar :

  1. Semacam program pemberdayaan masyarakat ?

    BalasHapus
  2. Damayana ini memang program bakti kominfo yang terbaik ya kak untuk memajukan daerah 3 T

    BalasHapus
  3. Baru tau sama program ini, habis baca sampai selesai jadi dapet banyak insight baru. Tapi sejauh ini belum banyak dikenal kayaknya sih ini program. Semoga bisa dirasakan dan berdapak secara menyeluruh khususnya wilayah 3T

    BalasHapus
  4. Waaah ini beneran utk daerah 3T ya mbak? Semoga dengan adanya program ini daerah2 3T bakal mengalami pertumbuhan ya, tentu dgn menjaga kearifan lokalnya

    BalasHapus
  5. Keren lho program startup untuk daerah 3T ini, programnya kreatif dan inovatif...masyarakat jadi lebih berdaya saing ya

    BalasHapus
  6. Penasaran dengan Atourin keren banget sudah menelurkan pemandu wisata ta, tinggal perbanyak jam terbang semoga Corona cepat berlalu...bisa piknik lagi..

    BalasHapus
  7. Program yang dimulai untuk pelaku usaha dari tingkat dasar bisa dibilang seperti itu ya mbak hanifah? Program dayamaya merupakan aksi nyata untuk membantu mereka. Salut!

    BalasHapus
  8. Program Damayana ini bagus sekali ya buat masyarakat di mana saja apalagi di pedesaan. Supaya mereka melek teknologi dan informasi digital, palagi zaman sekarang perekonomian terbuka dengan modern dan berteknologi tinggi.

    BalasHapus
  9. Bala2 Han Ji Pyeong hadiiirrr wkwkwk
    Emang bener mbaa, program DAYAMAYA ini siap menghadirkan kebermanfaatan bagi banyak pihak, utamanya yg berkecimpung di dunia start up.
    Trus, berfaedah pula utk masyarakat di 3T yak

    BalasHapus
  10. Jujur aq baru dengar soal Dayamaya ini mbak, tapi setelah baca ini jadi paham program Dayamaya bagus sih untuk daerah pedesaan memang harus dimajukan jadi gak tertinggal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mba. Programnya keren. Semoga program positif ini bisa berjalan lama dan semakin banyak para star up dan usaha ikut membantu program ini ya terutama untuk daerah 3T

      Hapus
  11. hebat ya pemerintah? Mau melebarkan sayap dan mengajak perusahaan pengembang ikut berkontribusi memajukan pariwisata

    dengan cara ini, lebih mudah dikenal di manacanegara, sekaligus mempersiapkan SDMnya

    BalasHapus
  12. Start up yang bagus semuanya. Semoga aja daerah 3T bisa semakin mengejar ketertinggalan. Menjadi daerah yang berdaya

    BalasHapus
  13. Wah programnya bagus banget ini. Daerah sebenernya banyak potensi tp mereka ga tau cara mengembangkan dan berinovasi dgn kerajinan tangan daerahnya tsb

    BalasHapus
  14. Menambah khasanah inovasi pengetahuan yang bagus untuk lebih mengenal secara kualitas. Amazing

    BalasHapus
  15. Wah, aku baru tau ada program ini
    Keren ya sesungguhnya, mendukung sektor pariwisata yang termasuk penyumbang devisa terbesar
    Harus lebih disosialisasi lagi biar gaungnya kedengeran, untuk menetralisir kabar-kabar miring tentang pemerintah

    BalasHapus
  16. Impian sekelas dunia memang seperti Silicon Valley yang sudah dibuat Amerika puluhan tahun lalu hiks hiks

    Ya gapapa lebih baik mulai daripada engga sama sekali ya

    BalasHapus
  17. Semoga saja ya program dayamaya ini bisa mencakup daerah terpencil.umkm, pariwisatanya dll seneng ini semoga bisa berlanjut Lebih lama dn sukses

    BalasHapus
  18. semoga program dayamaya ini bisa sukses memberdayakan daerah 3T agar berkembang dgn optimal ya mbak

    BalasHapus
  19. Luar biasa programnya. Saling bersinergi dan melengkapi antara Atourin, Cakap dan Jahitin. Program yang layak didukung dan diaplikasikan juga di daerah-daerah wisata yang lain.

    BalasHapus
  20. Adanya Starup sangat memebantu potensi wisata di indonesia yg masih sangat banyak. Semoga dengan Program Dayamaya ini benar2 bisa daerah 3T menjadi berkembang.

    BalasHapus
  21. Keren juga ya inovasi pemerintah di era pandemi seperti sekarang, dengan adanya Dayamaya ini semoga banyak masyarakat yang tinggal di daerah 3T terbantu perekonomiannya ya

    BalasHapus
  22. Keren ya ini programnya Daya Maya bagus untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam hal pariwisata, semoga drakor Start Up bisa menginspirasi banyak anak muda Indonesia untuk berkarya kaya gitu ya

    BalasHapus
  23. Programnya keren dan inovatif banget, semoga bisa semakin meningkatkan geliat karya anak muda Indonesia

    BalasHapus
  24. Mantap nih program Dayamaya dari Kominfo, menjangkau daerah 3T. Tentu akan sangat membantu perekonomian masyarakat yang tinggal di sana ya Mbak

    BalasHapus
  25. Program yang luar biasa. Patut diapresiasi. Semoga dengan adanya Dayamaya ini banyak masyarakat yang tinggal di daerah 3T terbantu perekonomiannya.

    BalasHapus
  26. semoga dengan adanya Program Dayamaya dari Kominfo dan BAKTI ini dapat membantu kawasan 3T semakin maju dan perekenomian masyarakatnya juga terbantu.

    BalasHapus
  27. menarik juga program Dayamaya Bakti ini. semoga benar bisa menaikan potensi daerah 3T yaa.. sekarang pokoknya buatan lokal harus di support biar makin oke

    BalasHapus
  28. Justru sekarang saya lebih memilih menggunakan hasil karya anak bangsa. Karya seni yang sudah turun temurun dari leluhur. Justru lebih unik dan etnik.

    BalasHapus

Back to Top