Jenis Cacingan pada Anak

Sakit perut karena cacingan
Kemarin karena penasaran, saya tanya pada ibu apakah waktu kecil saya pernah cacingan sebab berat badan tergolong kurus dulu. Ternyata benar dugaan saya, semasa sekolah dasar saya sempat mengalami cacingan yang ditandai makan banyak tapi tidak bisa gemuk, sering ke toilet, gatal di bagian anus, kulit kering, mata cekung.

Bersyukur saat ini pemerintah melakukan gerakan pemberian obat cacing dan vitamin A di posyandu setiap 6 bulan sekali. Jadi ibu-ibu masa kini tidak akan lupa, karena sudah jadi program rutin. Kedua anak saya bisa terhindar dari cacingan. 


Terlihat sepele, sebenarnya cacingan cukup berdampak buruk bagi kesehatan. Jika dibiarkan berat badan menurun dan gangguan lain seperti :


  1. Berkurangnya konsentrasi

  2. Pusing dan mual

  3. Pada beberapa orang mengalami anemia dan insomnia

  4. Kelelahan dan kehilangan nafsu makan


Sedih pastinya kalau anak mengalami salah satu gejala di atas. Oleh karena itu, aku mau berbagi info untuk mom agar tidak panik dan menambah pengetahuan seputar kesehatan anak. Diambil dari berbagai sumber terpercaya yang ahli di bidangnya.


Jenis Cacing yang Menyebabkan Sakit dan Ciri-Cirinya


Walau tidak memiliki latar belakang pendidikan ilmu kesehatan, seorang ibu mesti cari pengetahuan secara mandiri terkait anak. Termasuk jenis-jenis cacing yang dapat mengganggu organ si kecil. Nah, setelah banyak membaca saya menemukan ada beberapa varian cacing yaitu :


Cacing Kremi (Enterobius Vermicularis)


Jenis cacing ini berpotensi menyerang anak yang suka bermain tanah. Apalagi jika jarang mencuci tangan setelah bermain. Telur cacing kremi menempel pada tangan lalu masuk ke mulut saat tangan kotor dipakai makan. Telur menetas di usus kecil dan cacingnya masuk ke usus besar untuk mengambil nutrisi makanan.


Ciri-ciri anak yang terserang cacing kremi yaitu gatal di sekitar anus karena cacing kremi dewasa akan menuju anus saat bertelur. Beberapa anak yang terjangkit cacing ini bisa mengalami susah tidur atau nyeri sekitar anus.


Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides)


Penyebarannya melalui makanan dan minuman kurang steril. Gejala seseorang terserang cacing gelang adalah batuk-batuk karena cacing gelang masuk ke paru, nyeri perut, mual muntah, berat badan turun, lesu kurang semangat.


Mual cacingan

Cacing Tambang (Necator Americanus dan Ancylostoma Duodenale) 


Cacing ini melekat di usus dan menghisap darah. Penderitanya bisa mengalami anemia sehingga daya tahan tubuh dan kecerdasan menurun. Gejala lain adalah nyeri perut timbul hilang, diare, demam, mual, tidak nafsu makan, gatal-gatal (terjadi saat cacing pertama kali masuk ke kulit) dan feses berdarah. Cacing ini masuk melalui kulit kaki dan menginfeksi paru dan jantung


Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Orientalis. 


Sebagian besar infeksi pada manusia tidak menunjukkan gejala atau berhubungan dengan gejala ringan. Individu dengan gejala mungkin mengalami sakit perut, mual, diare, perut kembung, pusing, kelelahan umum. Infeksi berat dapat menyebabkan anemia dan kekurusan.


Serem juga ya mom, tapi selama diketahui gejalanya dan segera diatasi dengan minum obat cacing maka penderita dapat sehat kembali. Setelah sembuh sebaiknya tetap menjaga kebersihan.


Obat cacing bekerja melumpuhkan sehingga cacing berhenti menghisap nutrisi tubuh. Pilihanku saat ini adalah Konvermex. Obat cacing orang dewasa berbeda dosis dengan obat cacing untuk anak, Konvermex obat cacing keluarga menyediakan semua kebutuhan.


Konvermex Obat Cacing Keluarga


Konvermex mengandung pirantel pamoat tidak dianjurkan bagi ibu menyusui dan anak berusia di bawah usia dua tahun, kecuali atas instruksi dokter. Konvermex menghancurkan cacing di tubuh. Cara pakainya antara yang tablet dan sirup berbeda ya mom

Anak usia 2-6 tahun: 2.5 ml - 5 mL.
Anak usia 6 - 12 tahun: 5 - 7.5 mL.
Anak usia lebih dari 12 tahun: 7.5 mL - 10 mL.
Dewasa atau anak lebih dari 12 tahun: 1½ kaplet - 2 kaplet.

Harga cukup terjangkau, untuk kaplet Konvermex 125 mg:Rp.11.000-Rp.25.000/ Strip. Konvermex 250 mg:Rp.15.000-Rp. 25.000/ Strip. Satu strip terdiri dari 2 Kaplet
Sementara yang sirup Konvermex 125 mg: Rp. 12.000 - Rp. 25.000/ Botol. Konvermex 250 mg: Rp. 13.000 - Rp. 28.000/ Botol. Berat bersih @10 ml. Harga bisa bervariasi tergantung wilayah. 

Konvermex suspensi 250 disukai anak-anak karena mengandung dua rasa yaitu vanilla latte dan jeruk. Mudah ditemukan di apotek maupun minimarket. 

Jika anak konsumsi dosis 5 ml dan sisa obat ingin disimpan maka simpanlah pada suhu dibawah 30 derajat Celcius. Batas waktu penyimpanan yaitu 1 minggu setelah dibuka tutupnya.
Tak hanya anak yang harus minum, tapi orang dewasa juga karena cacingan bisa menyerang orang dewasa. Yuk mom rutin minum Konvermex tiap 6 bulan sekali supaya anak tumbuh dengan optimal. Ayo saling jaga!

Komentar

Postingan Populer