Kamis, 09 Agustus 2012

CEMBURU ITU PELURU


Harga : sekitar 30-40 ribu.
Ukuran : 20 cm
Tebal : 160 halaman
Cetakan : Kedua, Juli 2011
Penulis : Erdian Aji, Novita Poerwanto, Kika Dhersy Putri, Andi Tantono, Oddie Frente
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cemburu itu Peluru. DOR. Mati.

Apa yang ada di pikiran anda membaca rangkaian kata diatas? Bingung? Penasaran? Merasa aneh? Setelah flash fiction hadir berupa cerita fiksi sepanjang 100-500 kata. Generasi selanjutnya adalah fiksi mini, karya sastra akibat munculnya social media twitter. Fiksi mini menuntut penulis menceritakan sesuatu secara singkat, jelas, padat dalam 140 karakter namun diharapkan tetap memiliki konflik dan latar kisah yang luas. Pada awalnya, fiksi mini adalah status-status di twitter yang beralur dan bersifat fiksi. Kemudian, Agus Noor, Clara Ng, Eka Kurniawan, Salman Aristo menjadikan fiksi mini sebagai komunitas. Buku "Cemburu itu Peluru" (CIP) merupakan bukti eksistensi karya sastra fiksimini. Jangan bayangkan satu halaman buku hanya diisi 3 sampai 4 kalimat seperti rangkaian kata di atas. Setiap fiksi mini dari masing - masing penulis telah ditambahi cerita pendek sepanjang satu sampai dua halaman. Total ada 98 fiksi mini dikembangkan menjadi cerita pendek.

Siapkan secangkir kopi, karena sewaktu-waktu anda bisa mengernyitkan dahi kebingungan atau tertawa terbahak-bahak karena kumpulan fiksi mini ini membahas beragam tema mulai ketuhanan hingga cinta. Cara bertutur paling menonjol dan tidak biasa ditunjukkan Erdian Aji. Pada halaman 156 dia banyak menulis tanda titik (....................) diakhiri hanya dengan dua kalimat : "TAK ADA UJUNGNYA. Cinta tanpa komitmen." Ia menyadari bahwa menulis adalah kegiatan merdeka yang tak perlu dibatasi aturan penulisan agar imajinasi pembaca dapat ikut bebas menafsirkan karyanya. Berbeda dengan Kika Dhersy lebih memilih jalur "thriller" untuk mengekspresikan diri. Di ujung cerita ada sesuatu yang mengejutkan, seram, penuh tanda tanya.

Saya suka cover depan buku ini. Gelas kaki berisi cairan berwarna merah entah sirup atau anggur yang ditembak tepat di tengah sehingga isi gelas terburai teratur tanpa menyisakan noda di lantai. Seperti mengatakan "hei, inilah kami penulis fiksi mini yang merdeka tapi tidak sembrono dalam berkarya." Buku ini dilengkapi CD film berdurasi 5-6 menit visualisasi dari 9 fiksi mini. Saya belum menemukan kelemahan yang fatal dalam buku ini. Cemburu itu peluru merupakan alternatif bacaan untuk Anda yang menginginkan kesegaran dunia sastra modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar