Kamis, 09 Agustus 2012

CURHAT SETAN

No. ISBN : 9797803732
Penulis : Fahd Djibran
Penerbit : GagasMedia
Tanggal terbit : November – 2009
Jumlah Halaman :172
Harga Buku : Rp 28.000
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi(L x P) :130×190mm
Text Bahasa : Indonesia
RATING : 5 OF 5

Kau sedih hari ini? Kecewa tahun ini? Tenanglah. Tarik Napasmu. Keluarlah. Di luar sana, banyak yang lebih kecewa dan menderita darimu, tetapi mereka masih punya harapan. Tataplah bintang - bintang. Tatap hari esok. Dan, bacakanlah mantra sederhana ini : star light, star bright/ first star I see tonight/ Wish I may, wish I might / have the wish I wish tonight (hal 90-91)

Terima kasih telah mengingatkan bahwa hidup adalah harapan. Bukan cuma saya, kamu, mereka tapi semua orang memiliki harapannya masing - masing. Dan tentu saja ketika kita bersedih bahkan sampai taraf putus asa lalu memiliki pemikiran yang bermacam - macam tentang "Apakah Tuhan itu adil sehingga membiarkan saya bersedih seperti ini?" ingatlah bahwa masih ada yang lebih kecewa dan lebih menderita darimu, dari kita.

Di toko buku seminggu yang lalu, saya hampir kehabisan buku ini. "Tinggal 3 mbak, sebentar saya carikan" kata pramuniaga. Lima belas menit kemudian saya disodori buku berwarna putih dengan tepian merah berjudul Curhat Setan : Karena berdosa membuatmu selalu bertanya dan sempat tertawa mendengar percakapan pramuniaga itu dengan seorang temannya "Buku Curhat Setan? Setannya curhat apa? Yo opo carane yo? (bahasa Jawa : bagaimana caranya?)". Mungkin itu bentuk lain dari rasa penasaran seperti saya.

Melihat bagian belakang ternyata dikategorikan karya sastra. Saya sempat ragu untuk membaca sesegera mungkin karena kepala saya sangat pusing, pulang dari mall kehujanan takutnya akan semakin pusing membaca buku itu.

Membaca sampai halaman 39, curhatan tentang Desember malah membuat saya tak ingin menutup dan meneruskan membaca. Beberapa hal sangat begitu mengejutkan karena pembahasannya adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Merenung tentang kenapa saya pada akhirnya tak takut berbohong, bagaimana saya bisa jujur kalau orang di sekeliling saya sering berbohong? Tentang betapa rindunya dengan rumah ketika saya pergi dalam tempo yang lama. Tentang nafsu, peristiwa, waktu dan pada akhirnya menangis ketika membaca curhatan tentang harapan.

Buat Fachri sama Kayrena, ada cuplikan dari halaman 155 yang ada kaitan sama blog No definition-nya Fachri. Bagus deh!

kataku, Kau yang berkuasa atas segala sesuatu
katanya, Dia yang berkuasa atas segala sesuatu

kami jadi bingung

bolehkah aku
memanggilmu
tanpa namanama?

Puncaknya, kita disuguhi oleh curhatan si setan. Coba renungkan ketika kita salah. Siapa yang disalahkan? "Aku tergoda oleh setan", "Setan menggodaku."
Banyak alasan untuk mengkambinghitamkan sosok bernama setan. Padahal kita adalah pemimpin diri kita sendiri. Penasaran? Baca lengkapnya di buku ya... hehehe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar