Kamis, 09 Agustus 2012

VERONICA DECIDES TO DIE

Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Paulo Coelho
 RATING : 4 OF 5
 
Jika hidupmu terasa datar - datar saja, tidak "gila" dalam arti bebas berekspresi sesuai keinginanmu apa yang kamu lakukan?

Veronika memutuskan mati. Dengan meneguk pil tidur dosis tinggi ia mencoba bunuh diri karena merasa tak layak meneruskan hidup. Ternyata bukan surga atau neraka yang ditemui, Villete, sebuah rumah sakit jiwa. Di tempat itu ia malah menemukan hidupnya sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi 3 orang sakit jiwa dengan cerita masing - masing. Zedka, gila karena tak mampu meraih kasih tak sampainya. Mari, gila karena panic attack dan selama 40 thn lebih menjalani profesi sebagai pengacara, merasa muak dengan sandiwara kotor dunia hukum. Eduard, seorang putra diplomat divonis mengidap skizofrenia, hanya karena ingin mendalami seni lukis. O iya satu lagi tokoh penting di buku ini Dr Igor, kepala dokter yang menggunakan Veronika sebagai eksperimen untuk mengerjakan tesisnya.

Saya baru kali ini membaca buku Paulo Coelho *shy*
dan ternyata memang dahsyat apa yang disampaikan dalam novel ini. Paulo mempunyai pertanyaan yang sama dengan saya yaitu "Apakah sesuatu dianggap normal karena diikuti oleh mayoritas?"

Sikap yang bagaimana yang membedakan mana yang benar - benar normal dan mana yang gila?

Tidak ada jawaban pasti untuk itu. Kecuali jika kitab suci mengaturnya.

Paulo Coelho bisa membawa saya menuju sudut pandang berbeda tentang cinta dan kondisi sosial masyarakat yang ketika menyikapi perubahan yang tidak umum (karena tidak dilakukan mayoritas) selalu menganggap itu adalah hal buruk, gila, dan pemikiran negatif lain padahal belum tahu manfaat dan tujuan dari perubahan itu.
Paulo juga mengajak pembaca untuk menjadi orang yang tidak segan melakukan perubahan positif terhadap lingkungan. Jika itu benar dan kau yakin. Jangan ragu karena kau akan menjadi pioneer. Itulah yang saya tangkap dari buku ini.

Bacalah dan selamat Menggila!! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar