Asuransi dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Tahun 2019, sebelum pandemi melanda ada satu kejadian yang membuat saya sadar betapa penting punya proteksi kesehatan atau asuransi. Anak saya usia 3 tahun waktu itu, mengalami kecelakaan saat bermain hingga tulang lengannya retak.

Ketika dibawa ke dokter dan dilakukan rontgen, ternyata harus digips supaya struktur tulang kembali seperti semula dan tidak bengkok. Proses pemasangan dengan bius total sebab khawatir nanti gerak aktifnya mengganggu tim medis meluruskan tangan adek. 

Persiapan sebelum digips
Sebelum masuk ruang tindakan

Kami rawat inap semalam sekalian menunggu sadar. Setelah kondisi dinyatakan baik, dokter membolehkan pulang. Bagian paling penting adalah penyelesaian administrasi. 

"Ada BPJS atau asuransi bu?" tanya kasir pada saya. 

"Pasien umum bu" tagihan disodorkan, saya terkejut melihat hanya semalam di rumah sakit bisa membuat uang keluar 10 juta. 

"Kalau pakai asuransi, kemungkinan semua biaya dicover bu." tambah kasir. Saya segera mengeluarkan kartu debit dan membayarnya. Mungkin beliau sadar saya termangu karena biaya hahaha. 

Fungsi Asuransi dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Sejak itu, saya getol menyarankan orang sekitar untuk berhati-hati menjaga kesehatan serta menyiapkan proteksi keluarga sebab tidak ada yang tahu masa depan. Jangan sampai kecelakaan terjadi tapi kita belum punya pegangan dan mengacau kestabilan keuangan. 

Asuransi dalam Perencanaan Keuangan

Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya kembali teredukasi dengan acara yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger kolaborasi bersama Prudential tanggal 26 Oktober 2021. Acara tersebut dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan serta Hari Blogger Nasional. 

Menghadirkan tiga pembicara yaitu Bondan Margono Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia, Aliyah Natasya - Financial Advisor dan Luskito Hambali - Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia. Ilmu yang saya dapatkan sangat bermanfaat, kalian baca sampai akhir ya agar tidak boncos mengelola pemasukan pengeluaran. 

Asuransi berperan penting menjaga kondisi finansial waktu terjadi hal tak terduga seperti cerita saya di atas. Kalau dijabarkan ternyata banyak keuntungan berasuransi
1. Perlindungan Pendapatan
2. Dana Darurat
3. Perlindungan Kesehatan
4. Warisan
5. Dana Pensiun
6. Perlindungan Dana Pendidikan

Dulu saya pikir, investasi lebih penting dibanding asuransi. Nyatanya, investasi butuh waktu agar dana bisa bertumbuh. Saat menunggu keuntungan investasi, apakah ada jaminan tidak terjadi sesuatu pada kita? 

Naudzubillah, bukan mengharap hal jelek. Tapi ada pepatah mengatakan sebaiknya Sedia Payung Sebelum Hujan. Nah, kurang lebih seperti payung konsep asuransi bisa melindungi kalau hujan turun. Sehingga pos dana yang sudah tersusun sebelumnya termasuk untuk investasi, tetap di tempatnya tanpa terusik. 

Lalu berapa persen dari penghasilan mesti disisihkan untuk asuransi? 

Mbak Aliyah memberikan saran sebaiknya 10% dari penghasilan, baca polis dengan teliti agar hasil yang diperoleh nantinya sesuai dengan yang diharapkan. 

Cara Memilih Asuransi yang Tepat

Ada beberapa poin harus diperhatikan saat hendak berasuransi
1. Know Your Budget 
2. Know Your Needs
3. Know Your Insurance Company
4. Why Sharia? 

Poin satu sampai tiga pasti sudah paham ya, kita mesti perhitungkan 10% dari penghasilan itu bisa dapat asuransi jenis seperti apa dan sesuaikah dengan tujuan. Pelajari perusahaan asuransi satu per satu, pilih yang memiliki citra baik. 

Terus untuk poin 4 maksudnya apa nih. Kita kupas dulu pengertian asuransi syariah dari Fatwa DSN MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah menyebutkan, asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu menggunakan akad yang sesuai dengan syariah.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Masyarakat Indonesia saat ini, terutama umat muslim menyukai hal-hal berhukum syariah. Lembaga keuangan akhirnya berlomba menciptakan produk dengan mengikuti pedoman fatwa MUI termasuk asuransi syariah dari Prudential. 

Berikut adalah perbedaan kedua jenis asuransi ini sehingga orang dapat memilih yang terbaik. 

Asuransi Syariah VS Asuransi Konvesional

Asuransi Syariah VS Asuransi Konvesional

Tak salah jika Prudential menerapkan prinsip Sharia For All sebab dilihat dari keunggulan asuransi syariah pasti dapat diterima oleh banyak lapisan masyarakat. Apalagi di tengah pandemi, semangat gotong royong yang dijunjung asuransi syariah memberi win-win solution baik untuk perusahaan maupun peserta. 

Kenapa Pilih Asuransi Syariah? 

Setelah tahu perbedaan asuransi syariah dan konvesional, rasanya makin mantap ingin punya asuransi syariah. Pertama, nilai tolong menolongnya bukan hanya melindungi diri dan keluarga tapi bisa membantu keluarga lain. Insya Allah hidup jadi lebih bermanfaat dan berkah. 

Kedua, bersifat universal karena nilai baik asuransi syariah relevan bagi semua. Ketiga, sesuai prinsip syariah yaitu bebas dari gharar (ketidakjelasan), masyir (judi atau taruhan), riba dan tentunya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. 

Keempat, keadilan artinya baik peserta asuransi maupun perusahaan asuransi memiliki hak dan tanggung jawab. Kelima, transparansi keuangan maksudnya di asuransi jiwa syariah sudah jelas presentase untuk bayar klaim dan untuk perusahaan. 

Kesimpulan

Mulai sekarang ada baiknya memikirkan tentang proteksi kesehatan dalam perencanaan keuangan. Pilih asuransi syariah yang mempunyai banyak keunggulan terutama jika kalian berjiwa sosial tinggi sebab dengan prinsip gotong royong nya tak hanya berguna bagi diri dan keluarga juga orang lain. 







23 komentar

  1. Nice info mbak, jadi bisa ikut membedakan produk asuransi syariah dan konvensional. Semagai umat muslim seharusnya kita pilih yang syariah ya biar tidak ada keraguan dalam hati, dan insya Allah baik

    BalasHapus
  2. oh jadi asuransi itu besarannya 10 persen dari penghasilan. sama kayak investasi dong ya

    BalasHapus
  3. Masih untung di ATM ada uangnya ya mbak,
    kalau pas lagi ga ada gimana coba! Aku memantapkan tekad bulat untuk punya asuransi kesehatan untuk keluarga jadinya saat ini

    BalasHapus
  4. Setuju banget dengan adanya gotong royong ga hanya manfat buat diri sendiri, tapi buat sekitar juga ya mak. Smoga makin banyak yang aware tentang asuransi syariah ini dan masyarakat pun belajar mengelola perencanaan keuangan dalam keluarganya.

    BalasHapus
  5. Kami sekeluarga punya asuransi BPJS, selama ini terpakai dan memberikan efek yang bermanfaat. Waktu saya melahirkan, biayanya juga ga jebol banget. Masih di bawah 1 juta sama bidan. Makanya, pas gajian suamiku langsung sisihin ke asuransi dulu.

    BalasHapus
  6. Baca cerita awalnya mrebes milii.. alhamdulillah Allah cukupkan ya mba..moga nggak ada kejadian kayak gitu lagi. Asuransi sharia dari prudent diawasi Dewan Pengawas Syariah yaa ^^ dan masyarakat muslim bisa pilih asuransi syariah

    BalasHapus
  7. Duh andai kejadian itu terjadi kepada kami, sepuluh juta kami mau darimana?
    Jadi mengantisipasi itu memang kita jadi memahami pentingnya proteksi diri dan keluarga ya. Menjaga seandainya kemungkinan buruk terjadi

    BalasHapus
  8. pas banget nih mba saya juga lagi nyari asuransi jiwa buat suamii saya, pengennya memang yang syariah sih

    BalasHapus
  9. Duh 10 juta, besar banget ya biayanya. Untuk kondisi seperti ini memang butuh banget Asuransi buat cover biaya tak terduga untuk urusan kesehatan tapi masih ada lho sebagian masyarakat yang belum melek literasi finansial untuk masalah yang satu ini. Padahal kalau menyangkut kesehatan memang butuh biaya tidak sedikit.

    BalasHapus
  10. Sepertinya asuransi syariah memang pilihan yang tepat karena mempunyai banyak keunggulan terutama jika kita berjiwa sosial tinggi karena dengan prinsip gotong royong berguna bagi diri dan keluarga juga orang lain.

    BalasHapus
  11. Terkadang emang harus kepentok dulu ya mbak, baru kemudian sadar. Setelah isi kartu terkuras, baru sadar pentingnya memiliki asuransi. Apalagi kini ada asuransi syariah, jadi makin tenang karena prinsip saling menolong didalamnya

    BalasHapus
  12. Sekarang punya asuransi kayanya penting banget ya, Mbak. Alhamdulillah untuk kesehatan udah ada BPJS. Yang perlu sekarang tuh asuransi jiwa, nih. Jadi pengen tahu lebih banyak tentang produk asji syariahnya Prudential ini, deh.

    BalasHapus
  13. Asuransi itu penting minimal yang kesehatan. Mbahku juga ada kasus lengan patah. Alhamdulillah bisa dicover deh. Terus karena kita muslim, prefer pilih yang syariah

    BalasHapus
  14. Aku ngrasain manfaat asuransi ini pas lairan anak2 mba, 2 kali SC...klo tanpa asuransi, berapa duit harus bayar....

    Tapi pernah kecewa juga dengan asuransi, itu...yang Bumiputera...

    Jadi milih asuransi saat ini memang harus jeli dan teliti

    BalasHapus
  15. Ah iya aku jadi ingat dulu waktu bapakku operasi prostat dan kencing batu, habisnya biaya sampai 25 jutaan. Itu pun tahun 2013, kalo sekarang bisa naik berkali lipat lagi.

    Sejak ikutan zoom literasi finansial, aku jadi ngerti konsep asuransi syariah. Prinsip gotong royong menjadi pijakan dalam pengelolaan dananya

    BalasHapus
  16. Asuransi memang penting banget. Aku pun ngerasain berobat anak di rumah sakit habis 10 juta tapi gak bayar karena ada asuransi. Kalo ada asuransi syariah nih lebih membantu ya karena sesuai syariah.

    BalasHapus
  17. Ternyata banyak sekali pos-pos keuangan yang harus diisi dan bisa jadi dibutuhkan sewaktu-waktu. Memang bagusnya hidup membutuhkan perencanaan yaa.. Sehingga menjalankannya bisa penuh ketenangan.

    BalasHapus
  18. Banyak pengetahuan nih yang didapat di acara webinar tempo hari itu ya ka, apalagi tentang perencanaan keuangan nih biar tidak salah melangkah.

    BalasHapus
  19. Duh ngeri ya Mak biaya masuk rumah sakit itu ternyata besar banget. Sampe 10 juta semalam doang Ya Allah.

    BalasHapus
  20. Asuransi ini memang penting banget ya. Untuk proteksi keadaan yang tidak bisa kita prediksi. Alhamdulillah kami semua punya ini. Semoga semua orang juga punya.

    BalasHapus
  21. lemas aku dibilang sehari 10 juta, ya ampun di tabunganku aja nggak ada uang segitu, benar-benar harus jaga kesehatan dan punya proteksi kesehatan

    BalasHapus
  22. Duh serem yah mba emang kalo kita gak punya persiapan apapun, kayak tabungan atau asuransi. Walaupun gak mengharapkan yg mengerikan dlm hidup kita dan keluarga, tapi persiapan keuangan itu penting sih.

    BalasHapus
  23. Kita memang harus lebih persiapan masalah keuangan ya, Mba. Khususnya untuk keadaan tertentu. Oleh sebab itu, penting banget memiliki asuransi selain investasi. Soal asuransi syariah ini aku tertarik deh, jadi pengin menggali lebih dalam benefit yang akan didapat.

    BalasHapus