Kenali Investasi Reksadana dan Keuntungannya


Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat bahwa pertumbuhan investor pasar modal Indonesia selama tiga tahun terakhir didominasi oleh generasi milenial dan Gen-Z. Kalangan anak muda tersebut banyak menanamkan modal mereka pada instrumen saham, obligasi, maupun reksadana. Hal ini menunjukkan jika golongan muda di Indonesia sudah mulai melek finansial dan memahami pentingnya investasi. 


Meskipun demikian, masih banyak juga orang-orang yang kebingungan membedakan jenis-jenis investasi yang ada di pasaran. Sebagai contohnya, terdapat anggapan bahwa investasi saham dan reksadana saham adalah instrumen yang sama. Faktanya, meskipun dalam lingkup pasar saham, kedua investasi tersebut berbeda.


Ditinjau dari cara kerjanya, pada investasi saham investor mengelola dana serta portofolionya sendiri. Sedangkan reksadana saham bekerja dengan cara investasi reksadana pada umumnya, yaitu dikelola oleh manajer investasi.


Selain itu, memang benar jika investasi saham menawarkan return yang lebih besar. Tetapi, hal tersebut berbanding lurus pula dengan risiko yang harus dihadapi oleh investor. Dengan pengetahuan investasi yang masih terbatas, tak jarang banyak investor yang menanggung banyak kerugian. Oleh karena itu, investasi reksadana banyak dijadikan pilihan bagi orang yang baru terjun ke dunia investasi. Penanam modal akan tetap mendapatkan return dengan rasa takut akan kerugian yang lebih kecil.


Reksadana dan Jenis-Jenisnya

Secara lebih jelas, reksadana atau mutual fund merupakan aktivitas investasi dimana terdapat pihak yang mengumpulkan uang dari beberapa penanam modal lalu menginvestasikannya pada instrumen investasi seperti saham, obligasi, maupun bentuk instrumen lainnya. Pada praktiknya, dana yang terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi profesional yang bertugas mengatur portofolio investasi milik kamu.


Sebelum berkecimpung di dunia investasi reksadana, meskipun memiliki cara investasi reksadana yang sama dan sudah dibantu oleh manajer investasi , lebih baik lagi jika kamu memahami jenis-jenis investasi reksadana agar dapat memahami potensi return dan risikonya. Terdapat empat jenis investasi reksadana yang paling populer di Indonesia. Simak penjelasan berikut ini.

  1. Reksadana Pasar Uang

Pada jenis reksadana ini, uang yang terkumpul akan dialihkan ke produk pasar uang yaitu seperti deposito dan surat berharga dengan kurun waktu satu tahun. Reksadana pasar uang dikenal dengan risiko paling rendah namun memiliki keuntungan yang lebih besar daripada mendepositokan uang di bank. Return yang bisa kamu dapatkan adalah sekitar 4% hingga 7% selama satu tahun


  1. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap menginvestasikan dana dari para investor ke obligasi pemerintah dan pihak swasta serta sektor pasar uang. Dibandingkan dengan reksadana pasar uang, jenis reksadana ini dapat memberikan return yang lebih besar dan tetap dengan risiko yang kecil.


  1. Reksadana Campuran

Pada reksadana campuran, uang dari investor akan diinvestasikan ke beberapa instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Apabila kamu berani untuk menanggung risiko yang cukup besar, kamu bisa memilih jenis investasi reksadana ini karena menawarkan return yang besar. 


  1. Reksadana Saham

Jenis investasi reksadana yang satu ini merupakan yang paling agresif dan banyak menjadi incaran investor. Dengan tingkat risiko yang tinggi, reksadana saham dapat memberikan return yang fantastis. Cara investasi reksadana jenis ini yaitu manajer investasi kan mengalokasikan dana investor ke pasar saham dan pasar uang.


Bagaimana? Menarik kan? Setelah mengetahui jenis-jenis investasi reksadana, kini kamu dapat menentukan pilihan yang tentunya dapat kamu sesuaikan dengan tujuan investasi dan kemampuan finansial.


Keuntungan investasi reksadana di digibank by DBS

Digibank by DBS berinovasi menyediakan platform agar kamu bisa berinvestasi dengan aman, nyaman, mudah, dan tentunya menguntungkan.


Dengan aplikasi ini, seluruh kegiatan investasi mulai dari proses pendaftaran Single Investor Identification (SID) hingga proses jual, beli, dan switching dapat kamu lakukan hanya dengan satu aplikasi digibank by DBS. Ketika melakukan pembelian, kamu tidak perlu lagi berpindah dari aplikasi produk investasi reksadana ke mobile banking untuk melakukan pembayaran, karena kedua hal tersebut sekarang tersedia dalam satu aplikasi. Penerimaan hasil penjualan reksadana pub bisa kamu terima di rekening pada aplikasi yang sama. Simple kan?


Aplikasi digibank by DBS menyediakan lebih dari 50 produk reksadana dari manajer investasi yang dapat kamu beli. Tidak perlu khawatir, terdapat fitur sortir yang bisa membantu kamu memilih produk investasi reksadana yang berdasarkan kinerja terbaik, hasil scoring tertinggi, hingga yang paling populer. Dengan bantuan fitur ini, tentunya proses berinvestasi kamu menjadi lebih mudah. Tidak hanya itu, kamu bisa menggunakan fitur investasi berkala yang flexible. Jadi, kamu tidak perlu report lagi nih setiap bulannya karena transaksi dan pembayaran akan berlangsung secara otomatis. Menariknya lagi, kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp 100.000.


Digibank by DBS  menghadirkan kemudahan dalam cara investasi reksadana. Sekarang, semua transaksi reksadana dapat dilakukan dalam genggaman dan 100% digital. Lalu, tunggu apa lagi? Download aplikasi digibank by DBS di AppStore dan Google PlayStore dan nikmati keuntungan investasi reksadana dengan satu aplikasi.



Investasi Reksadana





Tidak ada komentar

Posting Komentar